
Acara dinner dimalam ini berakhir dengan kepingan kenangan yang tak mungkin terlupa.. Suasana hangat kebersamaan, pelukan haru sahabat, surprise yang mengejutkan dan special..., serta ucapan selamat bertemu lagi dari semua sahabat...
Ada rasa yang masih semakin membuatku kehilangan kebahagiaan di malam ini, rasa yang tak biasa.., karena mendapatkan perlakuan yang special dari seorang sahabat.., bukan dari seorang kekasih... Aku takut berpikiran, bahwa Arif tidak hanya menganggapku sebagai sahabat, tapi seorang gadis yang special di hidupnya.. Aku takut pikiran itu menjadi bumerang bagi ikatan persahabatan kami..
"Al..." suara Arif membuyarkan lamunanku. Terdengar suara music di mp3 mobilnya, lagu dari kelompok band Naff.. "Akhirnya kumenemukanmu.." lagu yang hits beberapa tahun lalu...
"Ya.., ada apa Rif..?" Balasku, masih dengan posisi kepala kusandarkan di kaca jendela mobil.
"Dari tadi kog melamun..? Wajahmu juga terlihat sedih Al.. Ada yang salah ya dengan kelakuanku hari ini..? Maaf ya Al.., kalau kamu kurang berkenan dengan kejutan kecil dariku..."
"Enggak kok Rif.., mungkin karena aku terlalu terharu, jadi seperti ini..." Aku mencoba membalas ucapan Arif, dengan menahan air mata yang hampir menetes.. Ach.., aku benci perasaanku yang mellow ini.. Harusnya aku menampakkan wajah ceria dihadapan Arif atas segala usahanya untuk membuatku bahagia di hari ini...
"Al.., aku benar2 minta maaf ya..." Suara Arif lirih, seolah dia merasa bersalah... Namun masih fokus menyetir mobilnya.
"Kamu nggak salah kog Rif.., aku bahagia hari ini.." Aku mulai menatapnya dan memberikan senyuman.
"Tapi.., kalau boleh jujur, kejutan darimu terlalu berlebihan Rif... Aku malah merasa kurang nyaman.. Selama kita bersahabat, kamu selalu memberikan perhatian yang istimewa.... Aku.., aku takut Rif, aku terbawa perasaan..." Sepertinya aku sudah tidak bisa menahan suara hatiku lagi, aku sudah tidak bisa menekannya... Sebenarnya aku sangat malu untuk mengungkapkan semua ini..., karena aku yakin Arif pasti mengerti maksud dari ucapan sahabatnya ini..., huffttt...
"Maaf ya Al.. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum.. Maaf kalau kamu merasa kurang nyaman.., atau mungkin kamu..."
"Apa Rif..?" Tanyaku ingin tahu..
"Kamu mempunyai perasaan kepadaku Al..?" Ucapnya dalam...
Pernyataan Arif seketika membuatku terkejut.. Mulutku seolah membisu.., aku terdiam, tanpa mampu membalas ucapannya...
"Tapi semua terlambat Al..." Suaranya terdengar lirih..
gleg...
Irama jantungku semakin tak beraturan. Ingin rasanya aku berlalu dari pria yang ada di sampingku itu dengan segera.. Aku ingin lari darinya... Aku marah pada diriku yang tak bisa menahan perasaan...
__ADS_1
"Tapi bukan karena ada gadis lain.., bukan Al..." Arif mulai melanjutkan ucapannya.. Aku masih membisu, tak tau apa yang harus aku katakan padanya..
"Maaf ya Al...!!! Kapan2 kita ke rumah Rudy lagi ya.., di sana seru...., hhhaha... Aku geli Al.., kalau inget kamu begitu seriusnya ingin belajar memancing, tapi pegang cacing saja takut...." Arif mencoba memecah ketegangan di antara kami. Asti dan Hana yang mendengar perbincangan aku dan Arif hanya terdiam, seolah mereka tidak ingin mengganggu kami..
"Iya Rif... In shaa Allah kalau aku libur kerja, aku temani kamu ke rumah Rudy..." Ucapku tanpa semangat...
"Tapi sebelum aku ke luar negeri ya Al.., aku takut kita tidak bisa refresing berdua lagi sebelum aku pergi.. Kali ini aku pergi untuk melaksanakan tugas dari papa Al... Mungkin satu tahun atau lebih..." Ucapnya seakan menahan kesedihan..
Mendengar perkataan Arif bahwa dia akan pergi lagi membuat hatiku sakit dan teramat sedih... Seolah kami akan berpisah selamanya setelah kepergian Arif ke luar negeri, kali ini.... Aku semakin merasa diterjang duka.. Namun aku harus berusaha tegar...
"Semangat Rif...! Aku janji, akan menemanimu lagi ke rumah Rudy, atau kemana terserah kamu... Yang penting itu bisa membuatmu bahagia.." Aku mencoba tersenyum ke arahnya...
"Terimakasih ya Al.." Ucapnya dengan membalas senyumku..
Bila sedang sedih begini..., aku merasa membutuhkan mas Abi untuk mendengar keluh kesahku.. Hanya dia yang mempunyai kata bijak yang bisa menguatkan aku.. "Mas Abi, besok aku harus bertemu denganmu..." Bisikku dalam hati...
Arif menghentikan mobilnya tepat di depan gang..
"Iya Al... Yang penting kamu selalu bahagia... Assalammu'allaikum..."
"Wa'allaikumsalam... Hati2 ya Rif...!" Aku keluar dari mobil, diikuti Asti dan Hana..
Kemudian Arif melajukan mobilnya...
"Ayo dek...!" ajakku pada mereka berdua.
******************
Ting... Terdengar notif pesan dari ponselku
22.05] Assalammu'allaikum Al, gimana acara dinnernya???
__ADS_1
22.10] Wa'allaikumsalam lancar Mas, tapi aku sedih š„.
22.15] Kenapa Al??
22.20] Besok aku ceritain, Mas Abi jemput aku di tempat kerja bisa? Jam empat sore.
22.30] In shaa Allah bisa.
22.35] Okey, sampai bertemu besok mas, Assalammu'allaikum
22.45] Wa'allaikumsalam Alya
Tak terasa kami bertiga sudah sampai di depan rumah, kami melangkah masuk dengan mengucapkan salam pada ibu yang sedang duduk di depan TV.
"Sudah pulang tho putri2 Ibu..?"
"Sudah Bu.." Jawab kami bertiga dengan serempak.
"Alya langsung ke kamar ya Bu.."
"Iya Ndhuk.. Istirahatlah..!"
Sebelum aku memasuki kamar, kuambil air wudhu di pancuran kamar mandi, berharap segala rasa sedih dapat segera terusap...
Aku memasuki kamar, dan kuambil mukena kemudian memakainya.. Kurengkuh Al qur'an kecil..., aku buka surat Ar Rahman.. Kulantunkan kalam cinta, berharap agar hatiku menjadi damai...
Diusiaku yang semakin bertambah ini, aku tak lagi remaja, aku butuh sosok imam yang mampu menuntunku menjadi wanita yang benar2 sempurna...
Air mataku menetes seketika mengenang rumitnya lika-liku kisah cintaku..
Pintaku padaNya, semoga kelak hati ini berlabuh pada sosok yang tepat, yang terbaik di mata dunia..., dan akherat....
__ADS_1
šššššššššššššššš