Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Aku Tunggu Di Malioboro


__ADS_3

Aku terus berlari..hingga ke luar dari gerbang. Sebelum memesan ojek online, aku mengirim pesan ke Mas Abi, agar ia tidak khawatir dan bingung mencari.


09.30] Assalammuallaikum Mas, aku pulang dulu ya


Ting.. notif pesan balasan dari Mas Abi, mungkin kekasihku itu sudah selesai mengajar.


09.35] Waallaikumsalam, sebentar Al!! Kenapa tidak menungguku??


09.47] Maaf, aku kurang nyaman Mas di sana, aku tunggu di depan Malioboro Ma** aja ya?


09.55] Baiklah, sayang tunggu di sana ya! Lima belas menit lagi aku menyusul.


10.05] Ok Mas.


Aku segera memesan ojek online dengan tujuan ke Malioboro Ma**. Tidak sampai 10 menit, pak ojek datang. Setelah menyerahkan helm kepadaku, beliau melajukan sepeda motornya.


Kuhirup udara dalam2 untuk merilekskan pikiranku. Aku harus menceritakan tentang Diana pada Mas Abi, agar kegalauan di hati hilang.


Tak terasa kami sudah sampai di depan Mall, aku turun dan mengembalikan helm pada pak ojol, serta memberinya uang plus tips.


"Trimakasih ya Mbak..semoga rejekinya juga dilancarkan.." Ucap pak ojol dengan mata berbinar, setelah menerima uang dariku.


"Inggih Pak, trimakasih ya..semoga Bapak juga diberi kelancaran..dan gacor orderannya...hhhehe..."


"Loh..mbak'e tau juga kata gacor..?"


"Iya Pak, kebetulan teman saya juga ada yang jadi ojol..."


"Oalah...ya mbak, saya lanjut dulu ya.." Pak ojol mulai melajukan sepeda motor dengan senyum penuh semangat. Meski di wajahnya tampak guratan lelah.


"Nggeh Pak, semangat..semangat Pak...!!" Balasku dengan mengangkat tangan kanan yang terkepal, disertai tawa kecil untuk Pak ojol.


************


Aku duduk di kursi panjang yang ada di pinggir jalan Malioboro, sembari menikmati suasana yang penuh keramaian dan keceriaan.


Banyak turis berlalu lalang.., wajah mereka dihiasi tawa renyah. Nampak juga pengamen jalanan, yang dengan ramahnya menyapa serta memetik dawai dan melantunkan lagu cinta.


Anak2 bergandhengan dengan orang tuanya, sambil menikmati ice cream. Senyum mereka merekah...seolah tempat ini benar2 memberi energi kebahagiaan.


"Sayang..." Tiba2 aku mendengar suara yang sangat familiar memanggilku. Aku menoleh ke belakang untuk memastikannya.


"Mas Abi..." Ucapku dengan mata berbinar. Mas Abi kemudian duduk di sebelahku.


Ia menatapku lekat...

__ADS_1


"Sayang..kenapa kamu tidak nyaman berada di sana? Maaf ya..aku membuatmu menunggu cukup lama.."


"Ngga papa Mas, aku...aku ingin bertanya tentang Diana..."


Mas Abi mengerutkan kening...


"Diana..?"


"Iya Mas..Diana, gadis cantik berlesung pipi.."


"Owh...si gadis aneh..." Raut muka tidak suka terpancar dari wajah Mas Abi.


"Kenapa aneh Mas...?" Tanyaku dengan menatap Mas Abi.


"Dia..sering ku tolak Al. Gadis yang sangat agresif..hufttt...aku tidak suka..."


"Maksudmu Mas..?"


"Berulang kali dia mendekatiku dengan berbagai cara, bahkan ia juga pernah menggunakan cara yang sangat licik. Dia pernah menfitnahku telah menodainya, sewaktu kami berada di ruangan kuliah hanya berdua. Untung ada cctv dan juga saksi yang mengetahui rencana Diana sebelumnya..."


Mas Abi menghela nafas..untuk menjeda cerita....


"Alya..sebenarnya aku ingin berhenti mengajar di sana karena keberadaan Diana, tapi menurut rekan2 sesama Dosen..itu bukanlah keputusan yang profesional. Menurutmu..aku harus bagaimana Al..?" Wajah Mas Abi tampak menyiratkan kesedihan dan kegalauan, ia melemparkan pandangannya ke awan.


"Mas..yang sabar ya...!! Pasti ada jalan keluar. Untuk sementara waktu..Mas Abi tetap mengajar di kampus itu. Kasihan para Mahasiswa yang lain, mereka membutuhkan seorang Dosen seperti dirimu Mas.."


"Hhhehe..apa Mas Abi yakin, setelah menikah nanti, tidak ada yang berani menggoda Pak Dosen..?" Candaku dengan tertawa kecil.


"Yakin donk....apalagi kalau isteriku galak di hadapan mereka..hhhhhaha.."


"Hhhehe..Mas Abi bisa saja.."


"Al..kapan kamu siap aku kenalkan ayah dan ibu?" Ucap Mas Abi dengan nada serius, ia menatapku lekat-lekat.


Aku tersipu mendengarnya, kutundukkan wajah menyembunyikan rona merah.


"Sayang...kenapa nggak dijawab..?"


"Mm..iya Mas.. In Shaa Allah, sekarangpun siap Mas..." Jawabku dengan nada malu2.


"Alhamdulillah..baiklah Al, pulang dari Malioboro..aku ajak kamu ke rumah ya. Kebetulan ayah dan ibu, ada di rumah.." Ucap Mas Abi dengan tersenyum puas.


"Heem Mas.." Balasku dengan mengangguk.


**********

__ADS_1


Mas Abi membelikan ice cream kesukaanku. Rasa coklat dicampur dengan taburan kacang yang gurih. Hemmmmm...dingin dan super enakkk.... Kami berjalan menyusuri deretan toko yang ada di sepanjang Malioboro.


Adzan Dzuhur berkumandang... Segera aku dan Mas abi berjalan menuju Masjid kecil namun megah yang terletak di seberang Pasar Beringharjo.


Aku terpesona melihat Masjid yang kental dengan nuansa Tionghoa itu. Ini terlihat dari relief masjid yang khas dengan ornamen bangunan China. Pada bagian depannya, dihiasi pula tulisan bahasa Arab, Mandarin (Qingzhensi), dan Inggris (Mosque) yang menandakan masjid agar mudah dipahami oleh beragam pengunjung Malioboro.


Aku dan Mas Abi melangkah menuju tempat wudhu. Setelah berwudhu kami masuk ke dalam masjid. Di sana sudah nampak para jamaah yang memenuhi shaf.


Aku mengambil mukena dari dalam tas, kemudian memakainya. Kemudian kami mulai menjalankan sholat secara berjamaah.


Dengan khusyu..hamba ini menyembahMu..wahai Robb yang memiliki segalanya.


**********


Usai sholat, aku duduk berbincang dengan salah seorang ibu penjual air mineral yang juga baru selesai melipat mukenanya. Beliau bercerita tentang pembangunan masjid ini.


Masjid Siti Dzirjanah.


Masjid yang pembangunannya penuh makna. Ungkapan bakti seorang anak kepada ibundanya, selain itu alasan pembangunan masjid ini juga untuk memberikan fasilitas rumah ibadah kepada pengunjung Malioboro. Mulanya bangunan ini merupakan ruko batik yang kemudian dibeli oleh Bapak Herry, salah seorang tokoh yang terkemuka di Kota Yogya.


"Masya Allah.." Ucapku seketika mendengar cerita dari ibu itu.


"Sungguh luar biasa ya Bu, semoga dengan dibangunnya masjid ini, menjadi ladang ibadah bagi beliau dan ibunda..." Doaku penuh dengan ketulusan.


"Aamiin...mbak..." Balas ibu itu dengan memberikan senyuman.


Rupanya Mas Abi sudah menunggu di depan masjid. Setelah berpamitan dan berbagi sedikit rejeki dengan ibu penjual air mineral, aku melangkah keluar, menemui Mas Abi.


"Sayang..ayo kita jalan ke mana lagi?"


"Mmm..kita mampir ke pasar Beringharjo ya Mas, ada yang mau aku beli...hhehe.."


"Siap Tuan Putri, hamba akan mengawal dengan senang hati...hhhehe..."


"Ach..lebai kamu Mas...hhhaha.."


Kami mulai berjalan menembus keramaian Malioboro, menyeberangi jalan menuju Pasar Beringharjo...


Di depan pasar, para pedagang menawari kami untuk membeli dagangannya dengan sapaan dan senyuman ramah. Tak nampak wajah putus asa, meski kami menolak dengan halus.


Malioboro...di tempat ini tergores kisah manis bersama kekasihku. Mas Abimana....


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Haiii...jangan lupa tinggalin jejak ya say.. Like, rate 5, koment kritik serta saran, dan vote...hhhehe

__ADS_1


Trimakasih šŸ˜šŸ˜šŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2