
Setelah selesai sarapan, kedua pengantin baru berpamitan pada Papa Abraham dan Mama Shela, untuk pulang ke rumah milik mereka sendiri, tepatnya rumah yang dibeli Raikhan enam bulan yang lalu, karena beberapa hari ini tidak dijamah oleh pemiliknya.
"Pa..., Ma..., Raikhan pamit dulu.. Kami berdua mau pulang ke rumah untuk bersih2..."
"Tapi nanti kembali ke rumah ini kan Rai...?"
"In shaa Allah iya Mama... Tergantung Nyonya muda..." Raikhan melirik istrinya disertai senyuman.
"Baiklah, kalian hati2 ya di jalan..!" Pesan Papa Abraham pada putra kesayangan dan menantunya.
"Iya Pa..." Raikhan dan Alya secara bergantian mencium punggung tangan Papa Abraham dan Mama Shela.
"Ma.., nanti kami kembali lagi ke rumah ini.." Bisik Alya pada Mama mertua, sembari memeluk beliau. Mama Shela membalas pelukkan menantunya dengan penuh kasih sayang.
"Iya Sayang..., kalian tinggal di sini saja ya..!! Ini juga rumah kalian...."
"Iya Mama, Alya juga nyaman tinggal bersama Mama dan Papa. Alya belum siap tinggal berdua hanya dengan Mas Raikhan. Kalau Mas Raikhan pergi kerja, pasti Alya kesepian.."
"Heem, Mama juga kesepian tanpa kehadiran kalian di rumah ini..."
"Ayo Yank, kita berangkat sekarang..!"
"Iya Mas..." Alya melepas perlahan pelukannya.
"Kami pamit dulu ya Pa..., Ma..." Ucap Alya sebelum melangkah meninggalkan kedua orang tua suaminya.
"Iya Sayang..." Balas Papa Abraham dan Mama Shela disertai senyuman hangat.
Raikhan berjalan dengan menggenggam tangan sang istri. Mereka keluar rumah dan menuju garasi mobil.....
*****************
Raikhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil, mereka berdua selalu berbincang.
Setelah melalui perjalanan selama lima belas menit, mereka pun sampai di halaman rumah Raikhan. Pria itu kemudian menaruh mobilnya di garasi.
"Ayo Sayang...!" Ajak Raikhan setelah keluar dari mobil.
"Iya Mas..."
Mereka berdua melangkahkan kaki menuju pintu rumah.
Sesampainya di depan pintu, dengan perlahan Raikhan membukanya, lalu mengajak Alya untuk masuk ke dalam.
Rumah itu tampak sedikit berdebu, karena beberapa hari tidak dibersihkan oleh sang pemilik.
"Maaf ya Sayang, rumah ini terlihat kurang bersih..."
"Huum Mas, nanti kita bersihkan bersama..."
Mereka berada di ruang tamu. Alya tampak mengedarkan pandangannya di setiap sudut ruangan.
Wajahnya tiba2 terlihat sangat sedih. Raikhan yang menyadarinya, seketika mendekati dan memeluk Alya.
"Ada apa Sayang...? Mengapa wajah cantikmu tampak sedih..?"
"Mas.., ketika melihat ruangan ini.., sekelebat tawa Mas Abi terbayang. Rasanya baru kemarin dia bercanda denganmu Mas, bermain game dengan penuh keceriaan...." Alya mulai terisak mengingat mantan kekasihnya yang telah tiada.
"Mas, di rumah ini kita juga membaca kalam cinta bertiga.... Bahkan masih teringat, saat kita makan malam bersama..., hiks...hiks..."
Raikhan membelai punggung sang istri dengan lembut.
__ADS_1
"Sudah ya Sayang, jangan bersedih...!!"
"Mas..., aku merasa Mas Abi masih hidup... Seolah tawanya terdengar di tiap sudut ruangan ini..."
"Ssss..., sudah ya Sayang hentikan tangisanmu...!!" Raikhan mengecup puncak kepala istrinya, berharap Alya merasakan ketenangan.
Perlahan Alya mulai mampu menguasai emosinya.
"Sayang, maaf aku salah telah mengajakmu ke rumah ini... Setelah bersih2 kita langsung pergi ya...?"
"Biar suamimu ini saja yang membersihkannya. Sayang istirahatlah di kamar...!"
"Aku ikut bersih2 Mas..., tapi bukan di ruangan ini ya...?"
"Heem, terserah Sayang mau membersihkan bagian ruangan yang mana... Atau kita pesan go clea* saja Yank..?"
"Tidak usah Mas... Rumah ini juga tidak terlalu besar dibanding rumah Mama..."
"Baiklah Sayang..... Semangat ya istriku, hapus air matamu..!"
"Huum Mas..." Raikhan melepas pelukannya dan memberikan kecupan hangat di kening sang istri.
Alya melangkah meninggalkan ruangan yang dipenuhi memory tentang Abi.
Mereka berdua mulai membersihkan ruangan demi ruangan.
Tak terasa waktu sudah semakin siang, setelah menjalankan ibadah sholat dzuhur, Raikhan memesan makanan via online.
******************
Raikhan membawa Alya pulang ke rumah kedua orangtuanya menjelang petang.
Sesampai di rumah, sepasang suami istri itu membersihkan badan dengan mandi, dilanjutkan dengan ritual sholat Maghrib berjamaah.
Pria itu berencana, akan mengajak sang istri tercinta ke Taman Pelangi selepas Isya'.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam. Raikhan dan Alya bersiap-siap pergi ke salah satu tempat wisata malam di Yogyakarta.
Dengan perlahan Raikhan melajukan mobil ke arah utara, dari rumah kedua orang tuanya.
Kurang lebih setelah melalui perjalanan selama setengah jam, mobil itu sudah memasuki area parkir tempat wisata yang dituju.
Usai menaruh mobilnya di parkiran, Raikhan dan Alya berjalan untuk membeli tiket masuk.
Dengan wajah ceria, pasangan pengantin baru itu memasuki area wisata Taman Pelangi.
"Mas..., sweet banget ya..."
"Iya Sayang..., kamu suka..?"
"Heem, aku suka Mas..."
Alya berlari-lari kecil, ia tersenyum menikmati keindahan suasana malam di Taman Pelangi.
Aneka lampionΒ dari yang berukuran kecil, sedang, sampai besar tersebar di setiap sisi Taman Pelangi Jogja yang mengelilingi Monumen Jogja kembali.
Warna-warni yang disajikan di tengah gelap malam menjadi daya tarik yang memikat mata. Selain indah dipandang, aneka lampion ini juga sangat bisa diandalkan sebagai tempat berfoto dan selfie.
"Mas..., foto aku ya...!" Alya meminta suaminya untuk mengambil foto dirinya di bawah pohon sakura buatan yang teramat cantik dengan hiasan lampu led kerlap-kerlip.
"Okey Sayang..."
__ADS_1
Alya mulai berpose, seolah ia menjadi seorang putri yang sedang menunggu sang pangeran. Layaknya adegan di salah satu drama Korea π.
Raikhan mulai mengambil foto sang istri. Pria itu tertawa melihat tingkah wanita yang dicintai. Ia juga teramat bersyukur melihat istrinya kembali ceria.
Kali ini Alya yang menggenggam erat tangan suaminya. Wanita itu sangat antusias menikmati keindahan lain yang disuguhkan di sana.
Selain bertebaran lampion dan hiasan yang memukau mata, di Taman Pelangi juga disuguhkan aneka permainan dan rumah hantu.
Kaki mereka tiba2 terhenti....
"Mas..., kita masuk ke puri hantu yukkk...!"
"Sayang ngga takut...?"
"Kan ada kamu Mas..., hhhehe..."
"Hmmm..., baiklah.. Aku beli tiket dulu ya Yank.."
"Okay suamiku...."
"Padahal tempatnya cukup seram, hantu di sini juga tampak menakutkan, dan suka muncul tiba-tiba. Huftt.., tentu benar-benar membuat olahraga jantung di malam hari..." Guman Raikhan di dalam hati.
Namun demi mengabulkan keinginan sang istri, ia membeli dua tiket masuk.
Alya berjalan dengan tangannya memegang erat tangan sang suami.
Mereka mulai melewati gerbang..., pintu masuk puri hantu.
Gerbang ini sendiri sudah menampakkan nuansa seram dengan berbagai aksesoris.Β Selain terdapat tirai kain yang berwarna putih,Β adaΒ juga hiasan semacam lampu api.
Di bagian atas gerbang terdapat ornamen serupa mayat korban bunuh diri dengan cara digantung. Lebih seram lagi yang tergantung itu adalah wujud kuntilanak. Sedangkan di bagian kanan dan kiri gerbang terdapat ornamen berupa gambar Boneka Chucky dan hantu Pocong.
"Mas kog ngeri yach...?"
"Pffftttt..., hhhaaha..., yaiyalah Sayang. Namanya juga puri hantu..."
"Mas.., kita putar balik ya... Seremmmm..."
"Astaghfirullah.., sayang donk tiketnya..." Raikhan tertawa melihat tingkah sang istri yang seperti anak kecil.
"Nanti kalau aku jantungan gimana Mas...?"
"Hhhhhaha..., hmmm yasudah.. Demi istriku tercinta..."
Mereka akhirnya mengurungkan niat untuk mencoba sensasi yang akan disuguhkan di puri hantu, dan berjalan meninggalkan tempat itu.
Beberapa orang yang melihat mereka pun tampak tertawa dan menggelengkan kepala.
"Dasar si Alya penakut..., mubazir kan tiketnya.." Kata si othor... πππ
Next..., kita lanjut lagi petualangan mereka.. π
πππππππππππππππ
Happy reading...
Jangan lupa klik β€ untuk favorit, like, koment, vote...π
Matur Nuwun ππππ
foto hanya sebagai pemanis π π
__ADS_1