Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Cukup Mendengar Suaramu...


__ADS_3

...... Cinta yang tulus dari hati, tidak akan pernah mati, bahkan ia selalu terpatri, meski raga tak mampu saling memiliki....


"Asalamu'alaikum..." Terdengar suara nan lembut mengucap salam, dari luar rumah.


"Wa'alaikumsalam..." Bu Arini bergegas melangkahkan kaki, untuk membuka pintu. Sedangkan Abimana..., pria itu segera berjalan ke kamar ayah dan ibunya untuk bersembunyi dari Raikhan dan Alya. Ayah Hasan, yang sedari tadi duduk di ruang keluarga.., bersiap menyambut kedatangan tamu mereka.


"Alya..., Raikhan... Ayo masuk dulu...! Kami sudah menunggu kalian..." Bu Arini mempersilahkan kedua tamunya untuk masuk ke dalam rumah. Terlihat seulas senyum, menghiasi wajah yang tak lagi muda. Beliau menggandeng tangan Alya, seolah rasa sayang terhadap mantan calon menantunya.., tidak pernah berkurang sedikitpun. Mereka bertiga berjalan menuju ruang tamu. Di sana, Ayah Hasan sudah berdiri menunggu.


Bu Arini melepas gandengan tangannya, dan mengusap kepala Alya dengan lembut. Alya tampak terharu dengan perlakuan beliau.


Raikhan dan Alya mencium punggung tangan Ayah Hasan beserta istrinya, secara bergantian.


"Monggo..., silahkan duduk Nak...!" Ayah Hasan dengan sangat ramah, mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


"Inggih Yah..." Alya dan Raikhan membalas secara bersamaan, mereka pun duduk di atas sofa yang empuk. Alya duduk bersebelahan dengan suaminya, dan berhadapan dengan Ayah Hasan beserta istri.


"Wahhhh..., perutmu semakin besar Ndhuk..." Mata Bu Arini berbinar melihat perut Alya yang semakin membesar.


"Iya Bu... In shaa Allah.., dedek akan terlahir ke dunia dua minggu lagi..."


"Wahhh.., tidak terasa ya... Ibu doakan semoga persalinannya lancar. Ibu dan si kecil diberi kesehatan serta keselamatan..." Doa Bu Arini dengan tulus.


"Aamiin.., matur nuwun atas doa tulus Ibu..."


"Sama-sama Alya..." Bu Arini membalas ucapan Alya dengan dihiasi seulas senyum.


"Bu..., buatkan putra putri kita minuman..!" Perintah Ayah Hasan kepada istrinya.


"Ohhh..., iya Yah... Maaf Ibu sampai lupa. Sebentar ya, Ibu ke dapur dulu..." Bu Arini beranjak dari duduknya.


"Alya bantu ya Bu..?"


"Sudah Al.., tidak usah.. Duduk saja dulu..!"


"Tidak apa2 Bu... Selama perjalanan, Alya sudah duduk, hhhehe... Terasa capek kalau harus duduk terus..." Alya merayu Bu Arini dengan menyunggingkan senyumnya yang manis.


"Hmmmm.., baiklah... Ayo ikut Ibu ke dapur...!"


"Iya Bu... Mas Rai, Alya tinggal sebentar ya..?" Alya pun beranjak dari duduk.

__ADS_1


"Iya Sayang..." Balas Raikhan disertai senyuman hangat yang mendamaikan.


Bu Arini menggenggam tangan Alya. Kedua wanita itu pun meninggalkan Ayah Hasan dan Raikhan.


*********************


Di balik pintu kamar Ayah Hasan dan Bu Arini, berdiri seorang pria yang sedang nelangsa mendengarkan suara seorang wanita yang dirindukan.


Kamar kedua orang tua Abimana, terletak berdekatan dengan ruang tamu. Sehingga suara-suara di ruangan tersebut, dapat didengar oleh Abimana dengan jelas.


Sepintas Abimana membayangkan, kenangan saat ia dan Alya saling bercengkrama di rumah kedua orang tuanya. Saat itu, nampak binar kebahagiaan terpancar dari mata wanita yang sangat dicintai.


"Al... Teramat sulit bagiku untuk menghapus ingatan tentang kebersamaan kita. Karena mencintaimu adalah hal terindah bagiku. Al.., tahukah engkau.., di mana pun pria ini berada, selalu menyebut namamu... Meski setelah kecelakaan yang menimpa mantan kekasihmu ini, menyebabkan amnesia.. Namun foto cantikmu-lah, yang membuatku berusaha untuk mengembalikan semua ingatan. Walau.., ketika berhasil mengembalikannya, semua sudah terlambat..." Abimana berucap dengan suara lirih...


Setelah kecelakaan yang menimpanya, Abimana sempat mengalami luka yang cukup parah dibagian kaki, karena terkena serpihan kaca dari jendela pintu mobil. Kepalanya terbentur cukup keras, hingga menyebabkan pria itu kehilangan ingatan meski hanya sementara.... Besyukur, nyawa Abimana dapat terselamatkan, karena perantara dua orang malaikat penyelamat, yang berwujud manusia, segera datang menolongnya. Mereka adalah Pak Arya dan putrinya, Suci....


(Next episode, author akan menceritakan, kejadian yang dialami oleh Abimana, sebelum dan sesudah kecelakaan tragis menimpanya....)


****************


Bu Arini dan Alya membuat minuman sembari berbincang....


"Alya bahagia Bu... Meski pada awalnya, keputusan untuk menikah dengan Mas Raikhan adalah hal yang teramat berat. Namun seiring berjalannya waktu, Alya merasakan kebahagiaan, karena ketulusan cinta Mas Raikhan. Dia pria yang sama perfectnya dengan Mas Abi, Bu. Mas Raikhan selalu berusaha memberikan kebahagiaan kepada istrinya ini. Bahkan, suami saya seolah membuang rasa cemburu, ketika istrinya mengingat tentang Mas Abi. Entah terbuat dari apa hati Mas Raikhan.... Ia iklas menerima Alya beserta serpihan perasaan istrinya ini, terhadap Mas Abi.."


"Ibu teramat bersyukur, jika benar kamu bahagia Al... Maafkan kesalahan putra Ibu...!" Ucap Bu Arini dengan terisak.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan Bu... Semua telah terjadi... In shaa Allah, Mas Abi juga sudah bahagia di alam sana..." Alya mengusap punggung Bu Arini, seolah berusaha memberikan ketenangan kepada beliau.


"Ya Allah Al... Andai kamu tau..., Abimana masih hidup..." Bisik Bu Arini dalam hati.


Dengan suara yang masih serak, Bu Arini membalas ucapan Alya..


"Iya Ndhuk.... Oiya, yuk kita ke ruang tamu..!" Bu Arini menata empat cangkir teh hangat dan camilan di atas nampan. Mereka berdua berjalan menuju ruang tamu, berbaur dengan Raikhan dan Ayah Hasan.


Bu Arini meletakan nampan di atas meja, kemudian duduk di sebelah Ayah Hasan. Alya juga beranjak duduk bersebelahan dengan suaminya.


"Silahkan diminum tehnya...! Maaf camilannya hanya rengginang dan manggleng..."


"Trimakasih Bu... Wahhh, saya malah sangat suka dengan camilan ini.." Raikhan segera mengambil secangkir teh dan langsung menyesapnya. Begitu juga dengan Alya dan Ayah Hasan.

__ADS_1


Mereka menikmati camilan tradisional yang sama kriuknya jika digigit. Rengginang berbahan dasar beras ketan, sedangkan manggleng terbuat dari singkong.


Saat tengah asik menikmati camilan, Alya merasa punggungnya serasa nyeri...


"Uhmmmm.."


"Ada apa Yank..?" Raikhan nampak khawatir mendengar suara rintihan istrinya. Terlihat wajah Alya yang seolah sedang menahan rasa sakit.


"Nyeri Mas punggungku..." Alya menggenggam erat tangan suaminya.


"Mungkinkah si kecil akan segera terlahir Yank...?"


"Masih dua minggu lagi Mas, menurut perhitungan dokter Endang... Uhmmmm.." Alya merintih lagi...


"Sayang..., kita ke rumah sakit ya..!"


Bu Arini dan Ayah Hasan juga nampak khawatir melihat kondisi Alya.


Di balik pintu kamar, wajah Abimana memucat. Hatinya berkecamuk karena mendengar rintihan Alya. Ingin rasanya Abimana segera menemui Alya dan berada di sisi wanita yang sangat dicintai. Namun, ia berusaha untuk bertahan...


Buliran keringat nampak membasahi wajah Alya yang ayu. Dengan telaten, Raikhan mengusapnya dengan tisu.


"Yank..., kita ke rumah sakit sekarang ya...? Please...!"


"Tenang Mas... Bisa jadi ini kontraksi palsu...." Alya mencoba menenangkan diri, dengan mengatur nafasnya.


Bu Arini segera beranjak dari duduk, dan melangkahkan kaki menuju dapur, mengambil air mineral untuk Alya.


"Uhmmm..., nyerinya serasa dari punggung menuju ke perut Mas..." Lagi-lagi Alya merintih.


"Mungkin si kecil akan hadir lebih awal dari waktu yang ditentukan Yank..." Raikhan berkata dengan bibir yang nampak gemetar.


Alya terus berusaha untuk mengatur nafas dan menenangkan pikiran....


"Uhmmmmm..."


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Yupsss jangan lupa tinggalkan like, koment, rate 5, dan vote... šŸ˜šŸ˜˜šŸ˜˜

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading.. 😘😘


__ADS_2