Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Malik dan Vania


__ADS_3

"Hah! Hamil!" Teriak Malik yang kembali membuka matanya saat mencerna ucapan istrinya.


Seketika Malik pun bangkit dari berbaringnya dan duduk diatas ranjang.


"Sayang, kamu ga ngeprank kaka, kan?" tanya Malik. Malik menarik tangan Vania yang sedang berdiri, hingga kini Vania duduk menyamping di pangkuannya.


"Sayang, benerkan kamu ga prank, kaka?" tanya Malik lagi.


Sedangkan Vania masih diam cemberut, rupanya, ia kesal karena melihat reaksi sang suami saat tadi ia memberi tahu kehamilannya.


"Sayang, ko, cemberut?" tanya Malik lagi.


"Kaka jahat! kaka ga kaya om Raffael. Masa aku hamil cuman bilang, Oh hamil," omel Vania. Ia membayangkan reaksi Malik akan seperti Raffael. Dulu Lila bercerita bahwa ekpresi Raffael begitu bahagia saat Lila memberitau kehamilan keduanya. Hingga dia pun membayangkan ekpresi Malik akan sama seperti omnya. Tapi, yang terjadi malah diluar dugaan.


"Bentar ... Bentar, hape kaka mana?" tanya Malik sambil celingak celinguk.


"Buat apa nyari hape?" tanya Vania lagi.


"Mau nanyain gimana ekpresi si Raffaellah sayang, katanya tadi pengen kaka kaya si Raffael," ucap Malik dengan polosnya.


"Ya Allah, Kaka!" sungguh Vania gemas sekali dengan tingkah suaminya. Apa nyawa suaminya belum terkumpul semua hingga bisa bertingkah nyeleneh.


"Ga ada sayang hape kakanya. Ya udah gini aja. Kita adegan ulang. Kaka tidur lagi dan kamu bangunin kaka lagi." ucap Malik lagi.

__ADS_1


Kali ini Vania terbahak mendengar ucapan suaminya. Sungguh, suaminya berbakat menjadi komedian.


"Kamu, kenapa, Yank. Ada yang lucu?"


"Mas, kamu tuh lucu banget sii," ucap Vania. Ia mencubit kedua pipi sang suami.


"Cie, panggil Mas," goda Malik sambil mencuil dagu istrinya.


"Mass, kebiasaan!" Vania menggerutu ketika ia merasakan di bawahnya ada yang menegang.


"Kalau ga deket sholat subuh, udah Mas terkam kamu, Yank," ucap Malik.


"Yaudah, ayo kita siap-siap," ajak Vania yang bangkit dari pangkuan Malik


Setelah selesai, Malik menyodorkan tangannya ke belakang agar Vania mencium tangannya, dan Vania pun mencium punggung tangan suaminya dengab takzim.


"Sini, Sayang!" titah Malik sambil menepuk pahanya.


Vania yang sudah melepaskan mukenanya pun mengangguk. Ia langsung menghampiri suaminya dan berbaring dengan berbantalkan paha Malik yang masih memakai sarung.


"Makasih, Ya," ucap Malik. Ia membelai lembut rambut sang istri.


"Makasih untuk apa?" tanya Vania lagi.

__ADS_1


"Makasih udah kasih kejutan. Walaupun tadi reaksi Mas biasa aja, tapi, Mas bahagia, Kok," ucap Malik.


"Ciee, manggil Mas ke diri sendiri," ucap Vania. Karena biasanya Malik akan menyebut kaka pada dirinya sendiri sama seperti dirinya yang memanggil Kaka.


"Udah, ya. Jangan manggil kaka lagi, Mas malah ngerasa kaya ngobrol sama anak kecil."


"Ia, manggil, Mas. Tapi kalau ga lupa, ya," jawab Vania sambil bangun dari berbaringnya.


"Kamu tuh, ya, Sini peluk!" titah Malik. Ia merentangkan tangannya agar Vania memeluknya. Tentu saja, Vania dengan senang hati mengikuti kemauan suaminya.


Diluar, Malik menjadi sosok yang datar. Bahkan bersikap dingin saat menjadi sekretaris Raffael. Namun, setelah menikah, Malik menjadi sosok yang hangat, romantis dan berjiwa humoris.


"Mas, lapar," keluh Vania saat melepaskan pelukannya dari Malik.


"Sarapan bubur di luar yu, Yank," ajak Malik sambil melepaskan sarungnya.


Vania menggeleng. "Aku pingin makam mi rebus," pinta Vania.


"Okelah, ayok!" ajak Malik ia mengulurkan tangannya pada Vania untuk membantu Vania berdiri.


"Gendong!" Pinta Vania.


Malik pun dengan senang hati menuruti kemauan istrinya. Ia pun berjongkok untuk menggendong Vania.

__ADS_1


Karena kisah lainnya pada sedih, untuk kisah Vania sama Malik aku mau buat lurus aja wkwkwkw. Vania dengan ngidam anehnya dan si Malik dengan lawakannya 🤣🤣. tetep tungguin ya karena bakal trus ada extra part Malik sama Vania dan ada juga extra part Lila sama Raffael.


__ADS_2