Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
bab 47


__ADS_3

Lila melihat siapa yang mengirimnya pesan, dia mengeryit heran saat mendapat chat dari no yang tidak dikenalnya.


"Sayang." Tulis seseorang dalam pesanannya.


Lila mengernyit heran saat ada yang mengirim pesan dengan memanggilnya sayanh, dia semakin bingung saat tidak ada foto yang terlihat di profil yang mengirimnya pesan.


Lila pun memutuskan untuk tak menggubris pesan tersebut. Lalu dia kembali melangkah untuk mengambil susu yang ditaruh Keinya diatas nakas. Saat dia baru saja akan meminum susunya. Ponselnya bergetar lagi dan nomer yang tadi diacuhkannya menelpon.


"Hallo, maaf dengan siapa ini?" tanya Lila saat mengangkat kepalanya.


"Berdirilah, dibalkon!" titah seseorang yang menelpon Lila.


Lila pun menuruti perintah orang yang menelponya. Dia membuka pintu yang menghubungkan kamar dan balkonnya.


Dia mengernyit heran saat melihat seorang lelaki yan sedang melambaikan tangannya dan ternyata yang menelpon Lila adalah Raffael.


"Rafael, kenapa kau menelpon ku?" tanya Lila ditelponya.


"Turunlah, ayo kita bicara ditaman!" titah Raffael, Lalu dia mematikan ponselnya dan berjalan kearah taman dibelakang rumah kakanya.


Lila pun bergegas untuk keluar dan menyusul Raffael ketaman.

__ADS_1


"Raffale!" panggil Lila saat sudah dibelakang Raffael.


Raffael yang sedang duduk di ayunan menoleh dan tersenyum. "Kemarilah!" titah Raffael.


Lila pun maju dan duduk disebalah Raffael, Lila merasakan amat canggung saat duduk dekat Raffael tapi berbeda dengan Raffael, pria tampan itu tampak santai. Binar bahagia masih terlihat jelas dimatanya, apalagi setelah Bram mengirim pesan dan mengatakan bahwa Keinya sudah merestui hubungannya dengan Lila.


Raffael, menggemggam tangan Lila. "Lila!" panggil Raffael.


Lila menoleh, dan saat Lila menoleh, Raffael mengecup bibirnya sekilas. Lila menatap Raffael dengan sengit. Baru saja dia ingin memukul tangan Raffael, dengan cepat Raffael memeluk Lila.


"Terimakasih sayang, terimakasih," ucap Raffael saat memeluk Lila.


Raffael melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Lila. Cup. Raffael mencium keninga Lila dengan penuh kasih sayang.


"Sayang ..."


"Raffael, bisakah kau memanggilku biasa saja, aku sungguh geli mendengarnya," jawab Lila menyelah ucapan Raffael.


Raffael menggeleng, "Kau akan terbiasa dengan itu, kau sekarang miliku, aku hanya ingin melakukan apa yang dari dulu aku impiakan, dan aku tidak ingin menunda lagi, ayo kita menikah secepatnya," ucap Raffael dengan menatap lekat-lekat wajah wanita yang amat dicintainya.


"Ra-Raffael, aku ..." Lila menunduk, dia tak sanggup menjawab ucapan Raffael. Masih ada keraguan dihatinya.

__ADS_1


Raffael mengangkat menyentuh lembut dagu Lila memaksa Lila untuk menatap kearahnya. "Kau masih ragu pada ku?" tanya Raffael.


Lila mengangguk tanpa ragu.


"Apa yang bisa aku lakukan agar kau mempercayai ku?"


Lila menggeleng, "Aku tidak tau."


Raffael pun bangkit, dia berlutut didepan Lila, baru saja dia ingin mencium kaki Lila, tapi Lila dengan cepat menyamai posisi Raffael. "Raffael, bangunlah!"


"Aku akan tetap berlutut sampai kau mau menikah dengan ku, Lila kau sudah mengenalku lama sekali, kita sudah melewati hal bersama. Tak bisakah memberiku kepercayaan lagi!" pinta Raffael penuh harap.


Lila melihat ketulusan dimata Raffael. "Benarkah, kau tak akan mengecewakanku?" tanya Lila.


Raffael mengangguk mantap, "Akan kuserahkan hidupku untuk mu dan untuk Lyo. Aku ingin secepatnya Lyo menyandang nama belakangku."


Lila tersenyum lalu dia bangkit dan mengulurkan tangan pada Raffael. "Ayo bangun!" titah Lila.


Raffael menera uluran tangan Lila. Baru saja dia ingin memeluk Lila.


Seseorang berdehem menggangu momem romantis mereka.

__ADS_1


__ADS_2