Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Bab 45


__ADS_3

Saat menyuruh Raffael pergi, Keknya berkata dengan sinisnya. Keinya pun segera pergi berbalik meninggalkan Raffael. Namun, dengan cepat Raffael menghampiri Keinya dan memegang tangan kakanya.


"Kak!" lirih Raffael.


Keiny memejamkan matanya sebelum berbalik, bukan Keinya tak menyayangi Raffael. Namun, dia benar-benar belum bisa memaafkan Raffael sepenuhnya.


"Raffael, aku lelah. Pulanglah!" titah Keinya dengan nada datar.


Saat Raffael ingin berbicara lagi dengan Keinya. Mata Raffael menangkap Bram sedang berada tak jauh dari mereka berdiri.


Bram menggeleng dari jauh, dia meng'isyaratkan Raffael untuk tak berbicara dulu pada Keinya. Sebab, Bram tau bagaimana sipat istrinya yang keras kepala apalagi menyangkut ketiga putrinya.


Raffael pun melepaskan cekalannya pada tangan Keinya. "Baiklah, aku pulang," ucap Raffael.


Setelah Raffael pergi, Keinya terduduk lesu di sofa. Sebagai seorang ibu, dia ingin yang terbaik untuk putrinya. Namun, ada prasaan tak rela saat putrinya dekat kembali dengan Raffael. Sebagai seorang ibu, dia hanya takut bahwa putrinya akan terluka kembali.


"Sayang!" panggil Bram membuyarkan lamunan Keinya. Kamudian Bram mendudukkan dirinya disebelah istrinya.


"Ada yang menganggu pikiran mau?" tanya Bram pura-pura tidak tau.

__ADS_1


Keinya menggeleng, "Aku tidak apa-apa, papih. Kau sudah melihat Vania dan Tania? apa mereka sudah tidur?" tanya Keinya bertubi-tubi. Dia sedang berusaha menutupi kerisauannya.


Bram membawa Keinya kepelukannya. "Bukankah, aku selalu bilang, jangan pernah menyimpan semuanya sendiri?"


"A-aku hanya tak rela melihat Lila bersama Raffael. Aku tidak mau putriku terluka untuk yang kedua kalinya.


Bram mencium pucuk kepala istrinya dari samping. "Bukankah kau kakanya?" tanya Bram.


Bingung dengan ucapan suaminya, Keinya menatap suaminya, "Maksudmu?" tanya Keinya pada suaminya.


"Kau pasti tau betul bagaimana sifat adikmu dan aku bisa melihat bahwa Raffael benar-benar menyesel," tutur Bram panjang lebar.


Bram menghembuskan napas kasar. Ya, Bram harus extra sabar menjelaskan semua jika menyangkut amarah istrinya.


Bram mengubah posisinya dengan kaki yang menyila di sofa hingga Keinya pun ikut menatap suaminya. "Kau tau, saat pertama aku mengetahui Lila bukan anak kandung ku, yang pertama aku pikirkan adalah menjauhkan secepatnya Lila dari Tya. Bahkan saat sidang cerai ku, aku memakai pengacara terbaik agar hak asuh Lila tetap ada pada ku. jadi bagaimana mungkin aku tidak menyayangi Lila. Aku mengenal Lila lebih dari siapa pun. Kau tau alasan Lila mendonorkan ginjal untuk Raffael, itu semua karna Lila mencintai Raffael dan sampai saat ini aku bisa melihat jika Lila masih mencintai Raffael. Kau dengar sendiri kan sayang, bagaimana psikiater meminta kita untuk tak melarang apa pun yang Lila mau." Bram menjelaskan panjang lebar pada istrinya.


"Ta-tapi ..."


Bram terseyum, melihat dari raut wajah istrinya, Bram yakin Keinya sudah luluh.

__ADS_1


Bram menggenggam tangan istrinya. "Kau ingatkan dulu aku pernah melakukan kesalahan pada mu dan kau mendiamkan ku selama 2 bulan, dan selama dua bulan itu pula aku selalu berusaha meminta maaf padamu, selama dua bulan aku selalu berpikir keras untuk mendapatkan maaf dari mu dan Raffael juga sudah menyesal hingga dia berusaha mendapat maaf dari kita semua."


"Apakah, aku terlalu egois sebagai ibu?"


Bram mengecup sekilas bibir Keinya. "Kau istri terbaik untuk ku dan ibu terbaik bagi anak-anak ku."


Keinya tersenyum, lalu dia membalas kecupan suaminya. "Kau juga suami terbaik dan ayah terbaik bagi anak-anaku."


Bram pun bangkit, baru saja dia akan menggendong Keinya, tapi Keinya sudah menepis tangan suaminya dengan lembut.


"Aku akan kekamar Lila untuk mengantar susu, aku akan menyusulmu nanti," ucap Keinya yang sudah mengerti apa yang suaminya mau.


Bram berbisik. "Jangan lupa, memakai yang kau beli kemarin," jawab Bram dengan tergelak. Lalu dibalas dengan cubitan kecil oleh Keinya.


Sementara Lila ...


Maaf ya up dikit, tadinya emang mau libur. tapi aku nyempetin ngetik. nanti malam aku usahain up lagi ya tapi enggak janji.


jangan dibuly ya walau sedikit karna emang ini part bonus dari pada ga up sama sekali

__ADS_1


__ADS_2