
Mendengar suara Khalisa, Bram melepaskan pelukannya pada Tania. Ia langsung melihat ke arah Khalisia yang protes karena bocah kecil itu ingin di peluk.
"Bagaimana kabarmu, Sayang?" tanya Bram, ia mengecup pipi bulat milik cucunya.
"Aku baik, Papih," balas Khalisia. Ie memeluk leher Bram begitu erat, Tania menghela napas lega saat melihat keakraban anak dan papihnya. Setidaknya, Khalisia takan mengganggu waktunya bersama sang suami.
"Mamih!" teriak Tania saat masuk kedalam rumah. Keinya yang bersiap menyambut Tania pun langsung berjalan dengan cepat ke arah putrinya.
"Bagaimana kabarmu, Sayang?" tanya Keinya. Ia memeluk erat sang putri.
"Aku baik, mamih," jawab Tania. Ia melepaskan pelukannya. Lalu mengecup pipi Keinya. Tak lama, matanya berkaca-kaca saat memandang wajah mamihnya. Ia sangat merindukan wanita yang berada di depannya saat ini.
"Tania!" seru Vania saat melihat Tania datang, ia berlari dari dalam dan langsung berhambur memeluk saudara kembarnya. Tangis Vania dan Tania luruh saat saling memeluk.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Vania sambil terisak. "Apa dia tak macam-macam lagi denganmu?" tanya Vania sambil terisak lagi .Saat mengetahui Tania hamil. Vania sungguh takut, Julian akan bertindak seperti dulu lagi.
Mata Tania membulat sempurna saat mendengar ucapan Vania. Keinya yang berada di sisi Vania langsung menyenggol tangan Vania saat Julian mendekat.
Terlambat, Julian mendengar semuanya.
Vania mengigit bibir bawahnya.
"Maaf Uncle, aku tak bermaksud," ucap Vania.
Julian tersenyum. "Its, oke. Tak masalah Vania," jawab Julian.
"Ayo masuk!" ajak Bram sambil memangku Khalisia.
__ADS_1
"Khalisia kau tak mau di gendong mamih?" tanya Keinya saat berjalan. Ia yang berjalan bersebelahan dengan suaminya merentangkan tangannya untuk menggendong Khalisia.
"Nanti saja, Mamih. Aku masih ingin bersama papih," jawab bocah kecil itu. Membuat Keinya menggeleng. Firasatnya mendadak tak enak. Sepertinya Khalisia akan menempel sepanjang waktu pada suaminya.
"Papih gendong aku juga!" seru Stevia yang berlari ke arah Bram. Keinya menggeleng saat Stevia ikut berteriak. Setiap Stevia datang, ia akan terus menempel pada suaminya, dan sekarang di tambah lagi ada Khalisia.
"Stevia, aku masih rindu papih!" seru Khalisia yang tak terima.
"Aku juga masih rindu papih," jawab Stevia tak mau kalah. Bram berjongkok. Ia mengambil stevia dan menggendongnya, hingga kini Bram menggendong kedua cucunya.
"Khalisia, kemari Sayang," ajak Aska yang menghampiri Bram yang masih menggendong Khalisia. Namun, lagi-lagi Khalisia menggeleng. Ia bahkan semakin erat memeluk leher Bram.
"Kemari Stevia," ajak Aska. Namun, Stevia sama menolaknya.
Bram memalingkan wajahnya menahan tawa saat Aska di tolak oleh kedua cucunya. Aska yang sadar Bram menertawakannya berdecak sebal. Lalu, meninggalkan Bram dan menghampiri lyo dan Magika.
Saat Tania sudah selesai membersihkan diri, ia langsung menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa.
"Dad!" panggil Tania. Julian yang sedang menyenderkan kepalanya kebelakang pun menegakan tubuhnya. Ia merentangkan tangannya dan membingbing Tania agar duduk menyamping di pangkuannya.
"Ada apa, hmm?" tanya Julian.
"Aku meminta maaf atas ucapan Vania tadi," ucap Tania yang masih merasa bersalah karena Vania reflek menyinggung Julian.
Julian terkekeh, "Aku sama sekali tak tersinggung, Sayang. Aku hanya sedang memikirkan liburan kita," jawab Julian lagi.
"Liburan?" ulang Tania.
__ADS_1
"Bukankah, aku sudah berjanji untuk mengajakmu kembali berbulan madu ... Apa ada negara yang ingin kau datangi, hem?" tanya Julian dengan lembut. Seperti biasa, ia selalu memandang Tania dengan tatapan memuja.
Tania tampak berpikir, "Aku tak ingin ke pergi ke luar negri. Bagaimana jika jika kita berlibur ke Yogyakarta?"
"Yogyakarta?" ulang Julian. Dan Tania pun mengangguk.
"Aku belum pernah kesana. Dulu, teman kuliahku bilang, sungguh asik rasanya makan di angkringan dan aku ingin mencobanya."
"Apapun untukmu, Sayangku," jawab Julian. "Menurutmu, kapan kita pergi?" tanya Julian.
"Aku masih lelah. Bagaimana jika seminggu lagi?" balas Tania, Julian pun mengangguk.
"Ayo kita tidur!" ajak Tania, Julian pun meletakan tangannya ke kaki dan ke punggung istrinya, lalu dengan sekali gerakan, menggedong Tania ala bridal style.
•••
.
Sementara di kamar Bram.
Setelah memastikan Khalisia dan Stevia tertidur. Perlahan Bram bangkit dari tidurnya. Ia berpindah ke sisi Keinya dan memeuk Keinya dari belakang.
Rupanya, Keinya terbangun. Ia pun berbalik dan berbisik.
"Papih, ayo tidur di ruangan sebelah!" ajak Keinya pada Bram. Bram pun tersenyum sambil mengagguk. Ia kembali bangkit dari tidurnya dan menggendong istrinya ala bridal style dan mulai berjalan ke ruangan yang rahasia yang berada di kamar mereka. Dan hanya Bram dan Keinyalah yang bisa memasuki ruangan tersebut.
"Papih!" terdengar suara Khalisia dari arah belakang. Rupanya bocah kecil itu terbangun
__ADS_1
Bram ....