Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Extra part4


__ADS_3

"Daddy! aku lapar. Kenapa Daddy membawa ku pergi!" teriak Lyo, bocah kecil yang hampir memasuki umur 5 tahun.


Dia bersungut kesal karna Raffael membawanya pergi dari meja makan.


Raffael pun menurunkan Lyo dari gendongannya. Raffael menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena mendengar pertanyaan putra pertamanya.


"Lyo, bagaimana jika Daddy menyuapi mu disini?" tawar Raffael. "Kau tunggu disini biar Daddy ambilkan makanan untuk mu."


"No, Daddy. Aku ingin makan disuapi papih!" teriak Lyo dengan sedikit aga keras.


Daddy, beginilah aku sewaktu kecil


Raffael membatin, Aska selalu berkata jika Lyo sama keras kepala seperti dirinya saat kecil.


Namun tiba-tiba bocah kecil itu berubah pikiran, "Baiklah, Dad. Aku mau disuapi," ucap Lyo.


"Good." Raffael mengelus rambut Lyo dan segera mengambilkan makanan untuk putranya.


°°°

__ADS_1


"Lila!" panggil Bram sambil mengetuk kamar putrinya.


"Ya, Papih. Masuklah."


"Mana Raffa dan anak-anak?" tanya Bram sambil mendudukan dirinya di sofa.


"Sepertinya mereka ada di taman Papih. Papih ingin berbicara dengan ku?" tanya Lila sambil mendudukan diri di sebelah Bram.


"Em ... Papih hanya ingin mengatakan sesuatu ...."


"Papih ingin mengatakan apa?" tanya Lila sambil menatap Bram.


"Sebenarnya Papih merasa bersalah terhadap mu. Harusnya sebagai putri pertama kami papih bisa mewujudkan pernikahan impianmu. Tapi ...."


"Maafkan Papih, Lila." Bram membawa Lila kepelukannya. Sebagai seorang ayah, dia amat merasa bersalah pada putrinya. Harusnya pernikahan Lila seperti pernikahan Vania yang digelar amat mewah. Namun, semua yang dialami Lila diluar kuasa Bram hingga Bram pun tak bisa berbuat apa-apa.


"Papih, sungguh aku sama sekali tak iri melihat pernikahan mewah Vania. Aku cukup bahagia dengan kehidupan ku sekarang. Memakai resepsi atau tidak, aku sungguh bahagia."


Bram melepas pelukannya dan menatap putrinya. Putri pertama yang kala itu membuat Bram merasa bahagia saat kelahirannya. Walaupun saat Lila berusia 10 tahun Bram tau kenyataan yang sesungguhnya. Namun, Bram tak perduli. Dia tetap menyayangi Lila layaknya anak kandung.

__ADS_1


"Kalau begitu papih akan kembali ke kamar." Pamit Bram saat selesai berbicara.


°°°°


Vania benar-benar merencanakan konsep pernikahannya dengan matang. Resepsi yang amat mewah tersebut digelar di salah satu hotel bintang 5. Sekitar 1000 undangan disebar oleh Vania dan Malik termasuk kolega kolega Aska dan Bram yang turut hadir dari dalam negeri dan juga luar negeri.


"Kaka, eh, Mas. Kenapa melihatku kaya liat hantu?" Tanya Vania gugup saat Malik terus melihat intens Vania yang sedang duduk dimeja rias.


Malik yang sedang berdiri langsung menghampiri Vania, dia berjongkok dan memengang kedua tangan istrinya.


"Kamu, cantik banget sayang. Mas nyesel dulu nuker kamu sama apartemen," jawab Malik. Dia teringat saat Vania dulu menyatakan cinta padanya. Namun, dengan tega Malik mengatakan kalau dirinya hanya memanfaatkan Vania karna suruhan Raffael dan tanpa prasaan Malik mengatakan bahwa dirinya mendapatkan apartemen karna membujuk Vania.


Vania mencubit gemas pipi Malik. "Mas, jahat. Coba kalau aku ga nikah sama mas. Mas pasti bakal gila karena ngeliat aku bersanding sama orang lain," jawab Vania.


"Mas akan pergi ke dukun buat melet kamu," jawab Malik lagi membuat Vania tertawa terbahak-bahak.


Malik pun bangkit dan menyodorkan tangannya untuk di gandeng Vania. Mereka pun keluar untuk memulai acara.


Saat berbincang-bincang menyapa para tamu. Vania mengernyit heran saat melihat salah satu tamu yang mencuri perhatian tamu-tamu lain karena ketampanannya.

__ADS_1


"Uncle Jul!"


Kisah Tania mengandung bawang, mengandung mecin dan pastinya akan seperti sineron ikan terbang 🤣🤣🤣


__ADS_2