Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Bab 51


__ADS_3

"Sayang, kau yakin, kau tak mau ikut?" tanya Bram saat keluar dari Walk in closet.


Keinya memeluk Bram dari belakang, "Kau butuh waktu berbicara dengannya, katakan padanya untuk meminta maaf pada Lila. Aku tak tau sewaktu dia datang menemui Lila kemarin, dia benar-benar tulus minta maaf atau hanya sekedar bualan. Tapi kali ini katakan padanya untuk bersungguh-sungguh meminta maaf pada Lila. Aku tak mau trauma Lila kambuh lagi setelah menikah," ucap Keinya.


Keinya sengaja menyuruh seseorang untuk menjemput Tya ke Indonesia. Dia ingin mempertemukan Tya dengan Lila. Keinya ingin Lila memaafkan Tya agar Lila bisa Lila dari ketakutannya. Namun, sebelum mempertemukan Tya, Keinya menyuruh Bram untuk terlebih dahulu bertemu untuk memastikan dan memperingatkan Tya agar benar-benar tulus meminta maaf.


Bram berbalik dia memeluk Keinya. "Kau tidak cemburu aku bertemu mantanku?" tanya Bram menggoda Keinya, karna biasanya Keinya akan sangat fosesif pada Bram.


Keinya melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi suaminya, dia berjinjit dan mengecup bibir Bram, "Sudah hampir 19 tahun kita menikah, dan aku tau, dihatimu hanya ada aku."


Tanpa diduga, Tania masuk kekamar Keinya tanpa mengetuk pintu, "Mamih, aku ingin kelu ..." perkataan Tania terpotong karna melihat adegan didepannya.


Baru saja Bram mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir istrinya, tapi tindakannya terhenti saat Tania masuk kekamarnya.


"Tania, bukankah mamih sudah bilang pada mu untuk mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar mamih!"

__ADS_1


Tania hanya nyengir mendapatkan gerutuan dari mamih nya, "Maafkan aku Mamih, silahkan kalian lanjutkan," ucap Tania tanpa merasa bersalah.


Keinya hanya bisa menggeleng melihat tingkah putrinya.


"Sayang, aku akan berangkat sekarang," ucap Bram saat melihat jam di pergelangan tangannya.


"Jangan terlalu lama berbicara dengannya. Dan cepat kembalilah."


•••


"Maaf membuat mu menunggu terlalu lama," ucap Bram setelah duduk.


Tya tersenyum, setelah bertahun-tahun tak bertemu mantan suaminya, Tya melihat Bram dengan tatapan takjub. Tya takjub melihat wajah Bram yang masih tampan dan awet muda walau usianya tak lagi muda.


"Bagaimana kabar mu?" tanya Bram mencoba berbasa-basi.

__ADS_1


"Kabar ku baik, bagaimana dengan mu? kau terlihat bahagia sekali."


Tak ingin berbasa-basi dengan mantan istrinya. Bram langsung berbicara intinya. Dia menceritakan semua tentang kondisi Lila tentang trauma karna perlakuan Tya pada Lila di masa lalu. Tya merasa tertohok dengan apa yang dia dengar. Saat Bram berbicara, Tya menahan tangisnya agar tidak pecah. Dan saat Bram pergi, Barulah Tya menangis sesegukan. Dia amat-amat menyesali perbuatannya dulu pada putrinya. Dia tak menyangka putrinya mempunyai trauma parah karna dirinya.


Saat Tya sudah bangkit dari duduknya, bersamaan itu pula, Lila dan Raffael masuk ke restoran. Lila dan Tya saling tatap.


Disisi Lila ada Raffael yang pernah mengatakan bahwa Lila adalah wanita murahan sama dengan ibunya.


Lalu didepannya, ada Tya, wanita yang menorehkan luka dan membekas selama hidupnya.


Seketika Lila melepaskan tangannya dari gengangaman Raffael saat Tya ingin mengahampirinya.


Raffael yang bingung akan sikap calon istrinya langsung mengikuti aran pandangan Lila ...


scroll lagi yak

__ADS_1


__ADS_2