Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Extra part 3


__ADS_3

"Kaka ...." Vania memanggil Malik dengan lirih.


Malik yang baru saja bangkit dari duduknya dan lansung memakai pakaiannya menoleh ke arah Vania. "Ada apa?"


"I-ini sangat perih, a-aku tak bisa berjalan kekamar mandi," ucap Vania dengan malu-malu.


"Lalu aku harus bagaimana? Cintaku, aku tak bisa mengembalikan lagi keperawanan mu lagi," Jawab Malik dengan tergelak.


Vania mencebik mendengar ucapan suaminya yang tidak peka, dia ingin sekali meminta Malik untuk menggendongnya kekamar mandi. Namun, suaminya malah tidak mengerti keinginan dirinya.


Tanpa menjawab ucapan Malik, Vania membalut tubuhnya dengan selimut dan berniat berjalan kekamar mandi.


Malik terkekeh melihat istrinya yang merajuk, lalu dengan cepat Malik naik keranjang dan memegang kaki Vania yang akan turun.


"Kau marah?" tanya Malik.


"Kau tidak peka sekali!" gerutu Vania.


Tanpa aba-aba, Malik melepaskan selimut yang melilit tubuh Vania, lalu dengan perlahan Malik menggendong Vania ala bridal style.


Saat sampai dikamar mandi, Malik mendudukkan Vania dia kursi yang ada di dekat pintu kamar mandi. Dan dengan cepat, Malik mengisi air hangat kedalam bathub.


Muka Vania memerah saat Malik meliha dirinya lewat kaca, bagaimana tidak, Malik memandang Vania saat Vania tak memakai sehelai benang pun.


Saat sudah selesai, dan air di dalam bathub sudah terisi, Malik kembali menjemput Vania dan kembali menggendong Vania ala bridal style.


"Kaka, aku bisa mandi sendiri!" protes Vania saat Malik akan membalurkan sabun pada tangan Vania.


"Sayang, bisakah kau jangan memanggil ku kaka!" protes Malik yang sedang berjongkok, dengan tangan yang mulai mengoles sabun pada tangan Vania.


"Lalu aku harus memanggil mu apa?"

__ADS_1


"Panggil saja aku Mas," ucap Malik dengan santainya.


Seketika Vania tertawa terbahak-bahak. "Kaka ingin meniru popa dan momma?" tanya Vania.


"Tidak, aku serasa bukan suamimu jika kau memanggil ku kaka," ucap Malik.


"Baiklah, ma..s" jawab Vania ragu-ragu.


°°°


"Vania, Malik, belum turun?" tanya Bram saat mendudukkan dirinya di meja makan.


Malam ini semua berkumpul untuk makan malam bersama, mereka hanya tinggal menunggu pengantin keluar dari kamarnya.


"Itu, mereka," jawab Keinya yang melihat anak dan menantunya keluar dari lift.


"Selamat malam semua," ucap Malik sambil tersenyum dan menggeserkan kursi untuk Vania.


Untung aja ni anak ga bar-bar kaya bapaknya.


Aska tersenyum bangga saat melihat cucu menantunya.


"Mas, mau nambah apa?" Tanya Vania pada suaminya.


Seketika Raffael dan Aska tersedak saat mendengar Vania memanggil Malik dengan sebutan Mas.


"Maaf, maaf," ucap Raffael saat semua memandangnya. Sedangkan Aska hanya terkekeh geli. Dia teringat saat dia memaksa Aysel untuk memanggil dirinya dengan sebutan mas.


Saat Vania akan mengambilkan ikan untuk Malik, rambut Vania terkibas kedepan, Lyodra yang duduk disebelah Vania menyipitkan matanya saat melihat leher Vania ada noda merah.


"Aunty, kenapa le ...." Perkataan Lyo terputus saat Raffael membungkam mulut putranya. Raffael tau, putranya akan bertanya apa.

__ADS_1


"Daddy!" tegur Lila.


"Maaf semua, kalian lanjutkan. Aku akan melihat Gika sebentar," pamit Raffael sambil menggendong Lyo.


Semua pun mengangguk, karna tau apa yang akan ditanyakan bocah kecil itu, kecuali Lila.


°°°°


"Papih!" panggil Vania saat masuk keruang kerja Bram.


"Masuklah!" titah Bram dari dalam.


Vania dan Malik pun masuk keruangan kerja Bram.


"Papih ada apa memanggil kami?" tanya Vania saat duduk berhadapan dengan Bram.


"Papih hanya ingin bertanya pada kalian. Malik maaf, papih tidak berniat menyinggung mu. Papih ingin bertanya. Kalian ingin tinggal dimana?" tanya Bram.


"Papih, saya minta maaf sebelumnya pada papih, jika saya belum bisa mengajak Vania tinggal di rumah mewah seperti rumah papih. Sementara, saya akan mengajak Vania untuk tinggal di apartemen karna rumah yang sudah saya beli sedang di renovasi. Tapi saya berjanji akan memberi yang terbaik untuk putri papih," ucap Malik dengan tegas.


"Baiklah. Papih bangga padamu, Malik. Apa kalian ingin berbulan madu setelah resepsi?" tanya Bram.


"Papih, kami belum memikirkan tentang bulan madu," jawab Vania.


"Katakan pada papih kalian ingin pergi kemana, biar papih yang akan mengurusnya. Anggap saja ini hadiah dari papih."


Malik dan Vania pun mengangguk.


Yang masih mau lanjut extra part dan mau segera baca kisah Tania sama uncle jul Vote cerita istri diatas kertas ya.


Kalau rank Istri diatas kertas naik kan aku tambah semangat, jadi cepet tamat dan bisa langsung nulis kisah Tania sama Uncle jul. Terimakasih 😍

__ADS_1


__ADS_2