Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
70


__ADS_3

Raffael terhenyak kaget saat melihat tempat makan yang diinginkan istrinya sudah tutup, dia melihat ke arah k samping untuk melihat wajah istrinya.


Saat mengetahui tempat makan itu tutup, LIla mendesah kecewa. Dia menunduk, rasanya dia benar-benar ingin makan ditempat tersebut.


Lila mengangkat kepalanya saat Raffael menyentuh tangannya, "Kau tunggu disini, aku akan bertanya dimana tempat tinggal pemilik tempat makan itu," ucap Raffael. Dia berencana untuk menyusul kemana pun pemilik tempat makan itu. Bahkan Raffael bersedia membayar berapa pun agar tempat makan itu buka kembali agar bisa memenuhi ngidam istrinya.


Lila pun tersenyum dan mengangguk, dia amat senang bila suaminya mau mengabukan keinginannya.


Raffael pun keluar dari mobil, dia bertanya pada pemuda yang sedang berkumpul yang berada tak jauh dari tempat makan tersebut.


Raffael tersenyum senang saat mengetahui alamat pemilik tempat makan tersebut, dengan cepat, Raffael kembali kedalam mobil dengan wajah sumringah.


"Daddy, bagaimana? apa kau menemukan pemilik tempat makan itu?" tanya lila dengan antusias, Bayangan bisa memakan bebek yang dia mau sudah terbayang-bayang di pikirannya.


Raffael tersenyum, dia juga amat bahagia melihat istrinya terlihat sangat antusias.


"Aku sudah menemukannya, kita bisa menyusul kerumahnya sekarang," kata Raffael sambil menghidupkan mesin mobilnya.


Setelah mencari-cari alamat rumah makan tersebut, akhrinya Raffael menemukan kontrakan pemilik tempat makan itu.


Raffael turun sendri untuk mengetuk pintu rumah itu, sedangkan Lila menunggu di dalam mobil.

__ADS_1


Cukup lama Raffael mengetuk, akirnya pintu itu terbuka. Ibu-ibu yang membuka pintu tersebut, melongo takjub saat melihat Raffael. Bagaimana tidak terkejut saat melihat lelaki tampan mengetuk pintu rumahnya.


"Bu!" panggil Raffael menyadarkan si ibu dari lamunanya.


Si ibu tersebut tersadar dari lamunannya, "Ah, ia. ada yang bisa saya bantu?" tanya si ibu tersebut.


"Bu, maaf sebelumnya jika saya mengganggu, istri saya sedang mengidam ingin makan bebek goreng buatan ibu. Bisakah ibu membuatkannya?" tanya Raffael, sebenanya Raffael ingin meminta agar si ibu kembali buka. Namun, terlihat jelas bahwa si ibu tersebut terlihat sangat kelelahan.


Si ibu pun berbaik hati menyanggupi permintaan Raffael, untungnya LIla tak mempermasalahkan jika harus makan ditempat ibu tersebut.


Lila makan bebek goreng tersebut dengan lahap, bahkan dia tak sadar jika suaminya sedang menatapnya. Jika saja bukan di rumah orang lain sudah pasti Raffael akan menangis mengingat semua penderitaan istr dan anaknya dulu.


°°


Raffael mengusap lembut rambut Lila. "Mulai besok, jika kau ingin sesuatu aku akan berusaha mengabulkannya," jawab Raffael dengan masih menahan tangisnya.


Lila pun tersenyum dan mengangguk. Raffael pun menghidupkan mesin mobilnya untuk pulang ke apartemen mereka.


Setelah mereka sampai di apartemen, mereka pun dengan segera melaksanakan sholat isya berjamaah. Setelah itu mereka langsung berbaring di kasur.


"Sayang, bolehkah aku bertanya?" tanya Raffael dengan ragu-ragu. Pasalnya dia ingin menanyakan bagaimana saat-saat Lila mengandung dulu.

__ADS_1


"Kau ingin bertanya apa, Daddy?"


"Bolehkah, aku bertanya bagaimana dulu kau mengandung Lyo saat di panti dulu?" tanya Raffael.


Lila tersenyum getir, dia sebisa mungkin menetralkan emosinya sebelum bercerita. Walau bagaimana pun, Lila ingin melupakan masa-masa sulit tersebut.


"Em ... Dulu, saat aku pertama datang ke panti, aku hanya membawa uang gajihku yang tak banyak karna sebelum aku pergi dari rumah aku memberi hadiah untuk Vania dan Tania. Uang gajihku aku serahkan semua pada ibu panti. Saat itu, aku mulai bekerja mengikuti ibu panti. Pagi aku mengupas bawang dan mengumpulkannya pada pengepul sedangkan siang aku akan menyetrika. Uang yang ku kumpulkan tidaklah banyak. Saat itu aku sering sekali mengidam. Tapi, tak pernah ada satu pun ngidam ku yang terpenuhi. Tapi dari semua yang aku inginkan. Aku sangat ingin merasakan kembali pelukan mamih. Tapi, saat itu aku selalu berkata pada diriku sendiri bahwa aku tak pantas lagi untuk mengharapkan apa pun dan yang lebih menyedihkan, saat Lyo akan lahir aku tak mampu membeli pakaian untuk Lyo, Semua yang Lyo pakai adalah hasil sumbangan dari warga sekitar." Lila tak sanggup lagi menahan air matanya. Dia memeluk Raffael menelusupkan wajahnya pada dada bidang Raffael dan menangis dengan isakan yang lebih kencang.


Raffael mengelus punggung Lila agar Lila tenang dalam pelukannya. Tanpa Lila sadari Raffael pun ikut menitihkan air mata.


Saat Lila sudah tertidur, Raffael melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah cantik istrinya.


Maafkan aku sayang.


Raffael mencium kening Lila, lalu dia turun dari ranjang dan keluar dari kamar untuk masuk ke kamar Lyo.


Mata Raffael berkaca-kaca saat masuk kedala kamar putranya. Kemudian dia duduk di ranjang Lyo. Dia mengambil foto Lyo yang berada di atas meja. Foto itu di ambil saat Lyo dan Lila baru saja kembali ke Jakarta.


"Maafkan, Daddy sayang." Raffael memeluk foto putranya. Tangis yang dia tahan dari tadi akhirnya pecah. Seandainya waktu belum larut, mungkin Raffael akan menjemput Lyo.


Ya Allah, Sweet bangett sii Daddy Raffael.

__ADS_1


Yang mau kisah Vania Malik sabar ya.


Hanya beberapan eps lagi ini Lila dan Raffael tamat. Dan akan di lanjutkan kisah Malik dan Vania.


__ADS_2