
Malik menghembuskan napas kasar kala ia melihat lagi sikap Vania yang berbeda kepadanya. Saat mereka masuk kedalam lift, kecanggungan melanda Malik.
Ia mencuri-curi pandang kearah istrinya, biasanya jika di dalam lift, Vania akan bergelayut manja di lengannya. Tapi sekarang, istrinya sama sekali tak menatapnya. Vania memandang lurus kedepan dengan tangan yang memegang kresek berisi susu
Saat masuk kedalam unit apartemen, Vania pun melangkahkan kakinya untuk ke dapur untuk menaruh Menaruh susu yang baru saja di belinya.
Saat dia akan berbalik, Malik memeluknya dari belakang. "Mas tau, Mas salah. Mas minta maaf, jangan diemin Mas lagi, ya" ucap Malik. Ia menaruh kepalanya di pundak istrinya dan mengecup pipi Vania.
Mendengar ucapan Malik, Vania menahan tangisnya agar tidak pecah. Walaupun Malik meminta maaf, tapi dia tak bisa melupakan ucapannya suaminya begitu saja.
Vania melepaskan tangan Malik yang melingkar di pinggangnya. Ia berbalik dan menatap suaminya. "Mas minta maaf buat apa sih, aku ga kenapa napa, Kok," dustanya. Tanpa mendengar jawaban Malik, Vania pun berlalu meninggalkan Malik.
Malik menghembuskan napas kasar saat lagi-lagi istrinya berbohong, rasanya meminta maaf pun percuma jika tak melakukan aksi, kehilangan senyum sang istri membuat dunia Malik menggelap.
Ia pun menyusul Vania, ternyata Vania sedang duduk di sofa sambil memeriksa ponselnya.' ia pun mendudukan dirinya di sebelah Vania.
"Kamu mau makan malem apa, Yank?" tanya Malik. "Ga ada apa-apa di kulkas. Kalau kamu mau sesuatu Mas beliin sekarang," ucap Malik lagi berharap Vania akan menyetujuinya.
__ADS_1
"Ga usah repot-repot, Mas. Aku udah pesen dari Go food. Aku ga tau kamu makan apa, jadi kamu pesen sendiri aja, ya," jawab Vania.
Sepertinya Malik harus extra sabar untuk membujuk istrinya.
"Nanti ga sesuai sama keinginan kamu, lho, Yank," ucap Malik lagi ia masih berusaha terus untuk membujuk sang istri.
"Ga apa-apa, aku tetep makan kok. Yang penting kenyang," jawab Vania.
Malik mengubah posisinya menjadi bersila dan mengahadap ke arah Vania. Ia menggenggam tangan Vania dan mengecupnya.
Vania pun menuruti ucapan suaminya. Ia menghela napas dalam-dalam, karena jujur aja ada rasa sesak yang menghimpit dadanya.
"Sekarang bilang, apa yang harus mas lakuin biar kamu maafin, Mas? Mas harus apa?" tanya Malik dengan wajah memelas. Namun, nyatanya Vania sama sekali tak tersentuh, ada rasa yang tak bisa di jelaskan.
Vania kembali menarik tangannya dari genggaman Malik, "Udah aku bilang aku ga apa-apa, Mas ga salah ko," jawabnya sambil tersenyum. Sungguh, untuk kali ini Malik membenci senyuman Vania, kali ini Malik berharap Vania akan memaki atau menamparnya, setidaknya itu lebih baik.
"Aku ke kamar dulu, ya, Mas," pamit Vania. Senyuman itu kembali luntur kala Vania melihat kearah lain.
__ADS_1
Malik mengacak rambut frustasi, harus bagaimana lagi dia sekarang. Ia belum tau bagaimana sikap Vania jika kecewa pada suatu Hal, dan kini ia tau, ternyata sikap diam istrinya lebih menakutkan.
••
Vania membaringkan diri di ranjang, Ia meringkuk. Ia ingin menangis sekencang-kencangnya. Ia tidak lebay, ia tidak berlebihan. Semua akan merasakan hal yang sama seperti Vania jika mereka di bentak saat sedang dalam kondisi mengandung.
Satu minggu kemudian.
Selama satu minggu, sikap Vania masih sama, bahkan terkesan lebih dingin. Begitu pun Malik, ia juga tak pernah berhenti berjuang untuk mendapatkan maaf dari istrinya.
Waktu menunjukan pukul 4 subuh, Tapi Malik masih berada di kamar mandi. Ia masuk ke kamar mandi dari jam 2 subuh. Selama itu, ia berdiri di kucuran shower. Ia sudah kehabisan akal membujuk istrinya. Karena bingung, Ia pun curhat pada Raffael.
Raffael pun menyarankan agar Malik berpura-pura sakit agar Vania luluh. Tapi Malik bingung bagaimana caranya dia agar bisa sakit, dan ia pun berpikir untuk berdiam diri di kamar mandi dan mandi dengan waktu yang lama agar dia bisa mengalami demam, berharap kali ini istrinya luluh..
Menurutku Vania tuh ga lebay, wajarlah dia diemin Malik. Bener apa bener, Mak?🤣🤣
konflik.Vania emang paling sederhana, tapi kok nyesek ampe ubun-ubun ya 🤣🤣
__ADS_1