Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Season 2


__ADS_3

saat akan keluar dari toilet, ia mendengar suara suaminya dan perempuan.


Lila ingat bahwa itu suara Riana, benar saja hatinya langsung terasa panas.


"Hai, Riana!" sapa Lila, ia langsung berjalan ke sisi Raffael dan kembali menggandeng tangan suaminya.


Jantung Raffael berdetak lebih kencang saat melihat tingkah Lila yang tiba-tiba manis. Ia yakin, feelingnya benar. Istrinya sedang merasakan cemburu.


"Hai, Lila mana anak- anak kalian?" tanya Riana.


"Kalau begitu kami permisi." Sebelum Lila menjawab pertanyaan Riana. Raffael mengajak istrinya untuk segera pergi. Sebab akan bahaya jika istrinya dan mantannya mengobrol lama-lama.


Setelah mereka berjalan meninggalkan Riana. Lila melepaskan tangannya dari gandengan suaminya. Dengan cepat, Raffael kembali mengenggam tangan istrinya. Namun, Lila tak membalas genggaman tangan Raffael.


"Sayang, kau marah?" tanya Raffael.


Lila menghentikan langkahnya dan menatap Raffael. "Kenapa aku harus marah?" tanya Lila. Padahal sangat bertentangan dengan hatinya, Ia sedang merasa cemburu. Tanpa mendengar jawaban suaminya, Lila kembali melangkahkan kakinya.


Raffael menelan ludah saat mendengar pertanyaan istrinya. "Sayang, kami hanya sekedar menyapa dia kemari bersama suaminya da ...."

__ADS_1


"Apa aku bertanya padamu, Dad?" tanya Lila yang memotong ucapan Raffael.


"Ti-tidak," jawab Raffael, ia semakin gugup saat menyadari sikap istrinya berbeda.


Mereka pun kembali berjalan, Lila tetap diam seribu bahasa, ia sama sekali tak melirik kearah Raffael.


Ketika berjalan, Raffael terus melirik kearah Lila sedangkan Lila sama sekali tak mau melirik ke arahnya.


"Sayang, bagaimana jika kita makan bakso?" tawar Raffael setelah lama mereka berjalan-jalan tak dengan tak tentu arah.


"Aku kenyang," jawab Lila. Entahlah, rasanya dia masih kesal saja pada suaminya. Ia sungguh merasakan cemburu ketika Raffael mengobrol dengan Riana, apalagi Lila teringat hubungan Raffael dan Riana terjalin cukup lama. Lalu, dengan dirinya?


"Ayo kita jemput anak-anak!" titah Lila. Ia melepaskan genggaman tangannya dari tangan suaminya. Lalu, ia mendahului langkah Raffael.


Raffael menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Perempuan emang ahli sejarah," lirih Raffael saat Lila sudah berjalan mendahuluinya. Tiba-tiba dia menyesal, seandainya ia menuruti kemauan istrinya untuk berdiam diri di rumah, tentu hal ini takan terjadi.


Di dalam mobil, Lila masih diam seribu bahasa. Raffael mencuri-curi pandang ke arah Lila, Namun, sayangnya istrinya tidak bergeming.


Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya mereka pun sampai kerumah Aska dan Aysel.

__ADS_1


Saat sampai, Lila langsung keluar dari mobil tanpa memerdulikan suaminya. Raffael pun menyusul turun.


"Assalamualaikum, Popa," ucap Lila pada Aska sambil mencium tangan Aska, kakek sekaligus mertuanya yang sedang duduk di kursi depan


"Waalikum salam, anak-anak di dalem," jawab Aska.


Lila pun mengangguk, dan masuk kedalam rumah.


"Hai, Dad!" sapa Raffael, dia mendudukan dirinya di kursi sebrang Aska.


"Kau kenapa, Raff?" tanya Aska saat melihat Raffael yang lesu.


"Dad, apa mommy pernah cemburu jika Daddy bertemu mantan Daddy?" tanya Raffael.


Aska tampak berpikir sejenak. "Tidak, Mommy mu tau, daddy adalah lelaki setia. Bahkan Daddy hanya mempunyai satu mantan pacar," ucap Aska dengan bangganya.


Raffael berdecih "Dad, ada dua kemungkinan. Satu, Mommy tidak cemburu karena mommy tak mencintai Daddy, kedua, saat Daddy muda Daddy tidak laku," Raffael terbahak saat mengolok-ngolok Aska. Dia sedikit bisa melupakan kegalauannya.


Aska ℅€^¢ |°¢℅|°

__ADS_1


__ADS_2