Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Julian dan Tania


__ADS_3

Aska mendudukkan dirinya di sofa hari ini ini ia berencana untuk mengajak istrinya pergi ke taman sesuai keinginan Aysel.


Sedari tadi, ia menunggu di sofa. Namun Aysel tak kunjung keluar, tak lama terdengar suara derap langkah membuat Aska menoleh. Ternyata Aysel yang datang. Sejenak, Aska tertegun saat melihat Aysel berjalan ke arahnya.


Ia merasa sedang melihat Aysel saat Aysel berusia 20 tahun, saat ia mulai menyadari bahwa ia mencintai keponakannya angkatnya.


“Mas kenapa ngeliatin aku kaya gitu?” tanya Aysel saat melihat Aska terus melihatnya dengan tatapan berbeda.


Jantung Aska serasa diremas-remas saat melihat wajah istrinya. Entah kenapa ia merasa sesak saat melihat wajah istrinya. Ada perasaan aneh yang tak biasa menyapa Aska.


Aska menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir pikiran buruknya.


“Udh Sayang? ayo pergi,” ajak Aska. Aysel pun mengangguk. Seperti biasa, saat keluar ia akan menggandeng tangan suaminya.

__ADS_1


Saat mereka berjalan Aska melamun, lagi-lagi ia merasakan hal yang tak nyaman saat Aysel menggandeng tangannya seolah ia merasa bahwa akan pergi jauh dari sisinya.


Kemudian, Aska menggeleng-gelengkan lagi mengusir pikiran buruknya “Mas kamu kenapa?” tanya Aysel aat melihat Aska terus menggelengkan kepalanya.


“Enggak apa-apa sayang,” kata Aska “Kamu enggak kenapa-napa kan? enggak ada yang sakit atau nggak ada yang kerasa di tubuh kamu?” tanya Aska bertubi-tubi.


Aysel tersenyum, kemudian menggeleng “Enggak mas, aku baik-baik aja tubuhku terasa sehat bahkan ringan banget," jawab Aysel. Mereka pun melanjutkan langkahnya untuk pergi keluar.


“Mas jangan pakai mobil. Gimana kalau kita naik motor aja udah lama kita nggak naik motor berdua," kata Aysel. “Kamu masih kuat kan bawa motor?" ledeknya membuat Aska mencubit pipi Aysel.


Tak lama, Aska datang dengan motor gedenya. Walaupun ia sudah berumur. Tapi karena olahraga yang rutin serta menjaga pola makannya, fisiknya masih terlihat kuat ia masih kuat untuk sekedar memakai motor atau melakukan kegiatan yang sedikit berat.


“Ayo yank!” ajak Aska pada Aysel. Ia membantu Aysel untuk naik. Setelah Aysel naik. Aska mulai menyalakan motornya kembali dan mulai menjalankannya.

__ADS_1


Saat motor sudah melaju, Aysel memeluk Aska begitu erat. Ia memejamkan matanya kemudian tersenyum.


Ia sedang mengingat hal yang menyenangkan bersama suaminya. tiba-tiba pikirannya mengembara pada masa muda mereka. di mana cinta mereka penuh perjuangan


Sepanjang jalan, senyum tak henti-hentinya menghiasi wajah Aysel. Ia benar-benar bahagia saat mengingat masa muda mereka.


Dan akhirnya, setelah mengendarai motor cukup lama. Motor yang dikendarai Aska sampai ditaman. Aska menghentikan motornya kemudian menoleh kebelakang.


“Yank kamu tidur?” tanya Aska namun Aysel menggeleng. “Enggak, mas, aku cuman lagi nutup mata aja.”


“Ya, udah, ayo turun!” ajak Ask seperti biasa Aska membantu Aysel untuk turun dengan mengulurkan tanganny kebelakang dan Setelah itu mereka pun berjalan bergandengan tangan ke arah pintu masuk.


Taman ini, adalah taman yang sering ia kunjungi bersama suaminya setiap akhir pekan. Namun, beberapa bulan kebelakang. Ia belum lagi mengunjungi taman ini.

__ADS_1


Maaafin ya baru update.


Yo scroll lagi.


__ADS_2