
"Vania, kau yakin akan pulang sendiri?" tanya Aldo senior Vania di kampus. Saat ini Vania dan Aldo sedang berada di lobi apartemen kakanya.
Vania harus ke apartemen kakanya karna Lila memesan makanan yang berada tak jauh dari apartemen kakanya.
Karna jadwal kuliah Vania di batalkan, Supir pun belum menjemput Vania dan awalnya Vania ingin naik taxi. Namun, Aldo yang kebetulan melewati Vania yang sedang menunggu taxi langsung menawarkan Vania untuk mengantarkannya ke tempat tujuan.
Kak, Al. Aku akan meminta supir untuk menjemptku nanti. Terimakasih sudah mengantarkan ku," ucap Vania pada Aldo.
"Kalau begitu aku akan pulang duluan," balas Aldo sambil tersenyum ramah.
Vania pun membalas senyum Aldo sambil membalas lambayan tangan Aldo.
Tanpa Vania sadari, Malik yang baru saja keluar dari lift melihat adegan manis antara Vania dan Aldo. Rasa tak suka menderap hati Malik. Ya, semenjak Vania menjauh, Malik memang sudah menyukai Vania. Namun, karna sikap Vania yang sinis membuat Malik kesusahan untuk mendekati Vania kembali.
Malik pun membatalkan niatnya untuk keluar, dan saat Malik sibuk dengan lamunannya, Vania berbalik dan mereka saling tatap.
Seketika Vania ber'ekspresi datar dan langsung melewati Malik. Malik pun langsung mengikuti Vania masuk kedalam lift.
"Kau tidak kuliah?" tanya Malik sambil bersedekap memandang Vania.
Seperti biasa, Vania hanya melirik Malik dengan sinis. Saat Malik akan menghampiri Vania, Pintu lift terbuka. Vania pun secepat kilat meninggalkan Malik.
Merasa geram karna di acuhkan, Malik dengan cepat mengikuti langkah Vania.
Saat Vania mendekat ke unit apartemen Raffael. Dengan cepat Malik mencekal tangan Vania dan menyudutkannya ke ding-ding.
__ADS_1
"A-apa yang kau lakukan?" tanya Vania terbatas-bata.
Dengan gaya so cool, Malik menaruh satu tangannya ke ding-ding dan menyilangkan kakinya. "Siapa yang bersama mu tadi?" tanya Malik tanpa basa-basi.
"Apa peduli mu?" Jantung Vania berdetak dua kali lebih cepat saat wajah Malik sangat dekat dengan wajahnya.
"Siapa yang tadi bersama mu?" tanya Malik lagi.
Kali ini Vania memberanikan menatap Malik dengan tajam. "Apa urusannya dengan mu?" tanya Vania dengan sinis.
"Bukan kah dulu kau mencintai ku?" tanya Malik dengan percaya diri.
"Itu satu tahun yang lalu, dan saat itu aku masih bocah. Minggir!" Vania sedikit mendorong dada Malik. Namun, dengan cepat Malik kembali ke posisi semula.
Kata Vania membulat sempurna mendengar ucapan Malik. Irama jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
"Ka-kau hanya Fucek boy. Bukan kah kau sedang berpacaran dengan model?" tanya Vania setelah bisa mengendalikan diri.
"Kau tau dari mana aku berpacaran dengan model?" Malik menyunggingkan senyumnya. Dia yakin bahwa Vania melihat semua akun media sosial Malik. Dan di instagram Malik ada foto Malik bersama Elsha yang tak lain adalah pacar Malik dua tahun silam. Elsha lebih memilih berkarir di Amerika dan semenjak Elsha pergi, komunikasi Malik dan Elsha merenggang. Elsha tak pernah mau mengangkat panggilan dari Malik hingga Malik bosan dan Malik pun tak pernah lagi menghubungi Elsha begitu pun Elsha dan sampai sekarang tak ada kata putus di antara mereka.
"A-aku ..." ucapan Vania terputus saat satu tangan Malik menangkup pipinya. Vania memejamkan matanya saat Malik mendekatkan wajahnya.
Tanpa sadar Malik sadari Malik seperti terhipnotis dia berniat mencium Vania. Namun saat bibirnya mendekat ke bibir Vania seseorang berdehem menghentikan aksi Malik dan Raffael lah yang menganggu adegan romantis tersebut.
Seketika Malik dan Vania terhenyak kaget. Malik dengan cepat menegakan kembali tubuhnya sedangkan Vania dengan cepat berjalan untuk masuk ke unit apartemen kakanya.
__ADS_1
Malik melirik Raffael dengan sinis, lalu dia masuk ke unitnya. Rafael pun mengikuti Malik untuk masuk. Namun sayang, pintu di kunci dari dalam oleh Malik.
"Gak guna!" desis Raffael saat terus memencet bell dan Malik sama sekali tak membukakan pintu.
•••
"Vania, kau tidak kuliah?" tanya Raffael saat masuk dan melihat Vania sedang duduk di sofa.
"Kelas ku di batalkan, apa kaka tidur sudah lama?"
"Kaka mu baru tertidur, mana Tania?"
"Dia ada kelas, om aku ingin istirahat, aku akan tidur disini," ucap Vania sambil membaringkan diri di sofa.
"Pindah ke kamar, Lyo juga sedang tidur!" titah Raffael. Vania pun mengangguk lalu dia bangkit dari tidurnya.
"Om, tolong taruh ini di kulkas ini pesanan kaka," kata Vania sebelum pergi meninggalkan Raffael.
•••
Raffael pun kembali ke kamarnya. Dia membaringkan tubuhnya di sebelah Lila. Tangannya mulai jahil bergerak kesana kemari. Hingga akhirnya Lila pun membuka mata.
"Daddy!" lirih Lila dengan masih menahan kantuk. Raffael tersenyum jahil. Lalu dia menyelimuti tubuh Lila dan dia masuk kedalam selimut. Namun bukan untuk berbaring melainkan untuk ...
Aku pun tidak tau untuk apa Raffael masuk kedalam selimut haahahahhahahahahahahahahhahahahahahahahahhahaahhahahahahhahahahahahhahahahahhahshs.
__ADS_1