Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Tania dan Julian


__ADS_3

Tania terdiam, matanya terus menatap ke arah suaminya. Ia menatap suaminya tanpa berkedip, seolah tak percaya jika yang berada di depan adalah Julian, suaminya.


Bagaimana tidak, Julian yang tadi mati-matian menolak makan di lesehan sekarang malah memesan semua menu. Hingga, meja mereka penuh oleh menu yang dipesan oleh Julian. padahal tadi, Tania hanya memesan beberapa menu. Tapi sekarang, meja itu begitu penuh dengan makanan.


“Dad, kau lapar?” tanya Tania ketika Julian begitu lahap memakan semua makanan yang ada di depannya. Julian mengangkat kepalanya kemudian mengangguk.


“Ini enak sekali, sayang,” jawab Julian, membuat Tania ingin sekali tertawa.


“Sayang, tolong tanyakan jam berapa tempat ini buka!” titah Julian di sela mengunyahnya.


“Memangnya ada apa, Dad? kenapa harus bertanya begitu?”


“Karena besok aku ingin makan lagi di sini,” jawabnya membuata Tania, menggeleng rasa lapar yang dirasakan Tania seketika hilang saat melihat suaminya makan dengan lahap.


melihat Julian yang tampak menikmati makanan yang berada di depannya, rasanya Tania sudah begitu kenyang. Sehingga ia tidak meneruskan makannya.

__ADS_1


Julian mengusap perutnya, kemudian bersendawa lalu mengambil tisu dan mengelap mulutnya. Bule itu benar-benar terlena dengan kuliner khas Indonesia.


“Kau ingin menambah lagi, Dad?” goda Tania. Julian menggeleng, pipinya bersemu merah. Ia menatap sang istri dengan malu-malu. Karena tadi dia menolak mati-matian makanan ini. Tapi barusan, ialah yang paling bersemangat.


“Tidak, ayo pulang.” Julian pun bangkit dari duduknya, kemudian mengulurkan tangannya pada sang istri lalu mereka pun berjalan dan membayar makanan yang telah mereka pesan. Setelah itu, mereka berniat untuk berjalan-jalan di area Malioboro.


Saat mereka sedang asyik berjalan melihat-lihat, seseorang memanggil Tania. Hingga Julian dan Tania berbalik.


Mata Tania membulat saat melihat siapa yang memanggilnya, ternyata dia adalah Renaldy, mantan Tania ketika Tania masih kuliah.


Julian mengerutkan keningnya saat melihat reaksi sang istri, “Sayana kau mengenalnya?” tanya Julian saat Renaldy berjalan ke arah mereka.


“Tania aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini,” ucap Renaldi saat mendengar ke arah Tania.


Tania hanya mengangguk ragu, kemudian melingkarkan tangannya di tangan suaminya.

__ADS_1


“Hai, Rer,” jawab Tania.


“ Dia ... ” Renalei melihat kearah Julian yang juga menatapnya.


“Perkenalkan, ini suamiku,” ucap Tania, Reynadi mengulurkan tangannya pada Julian dan Julian pun menerima uluran tangan Renaldi, dan mereka pun berjabat tangan.


“Kalau begitu kami permisi dulu. Sampai jumpa.” Setelah mengatakan itu, Tania langsung menarik tangan suaminya, membuat Julian semakin bingung dengan sikap sang istri..Julian yakin, ada yang disembunyikan oleh tania.


“Sayang, apa dia mantanmu?” tanya Julian, ketika mereka sedang berada di lift untuk naik ke kamar mereka.


Tania langsung menoleh kearah Julian kemudian menggeleng. “Bukan, mana mungkin. Aku kan tidak mempunyai mantan,” dusta Tania, membuat Julian menahan tawanya saat melihat wajah istrinya yang terlihat panik.


“Ohya?” tanya Julian lagi wajahnya, wajahnya terlihat ragu dengan jawaban Tania.


“Kau sangat cantik,.pasti saat kuliah dulu, banyak sekali lelaki yang mengejar-ngejarmu,” ucap Julian, Tania tampak tersipu dengan ucapan suaminya.

__ADS_1


“Tentu, aku bahkan menjadi play ...” Tania menghentikan sejenak ucapannya, ia hampir saja keceplosan, mengatakan dia adalah seorang playgirls.


Tinggalin komen yoks


__ADS_2