
Seminggu setelah berlalu, hubungan Lila dan Raffael sudah membaik. Tentu saja tak semudah itu Raffael mendapat maaf dari istrinya. Semua cara sudah Raffael coba untuk mendapatkan hati istrinya kembali. Bahkan ketika Raffael menyentuh Lila, Lila tak bersemangat seperti biasanya, tentu saja Lila masih sangat sakit hati atas ucapan Raffael.
Namun, setelah 3 hari berlalu, ia menemukan Cara agar Lila memaafkannya, Raffael harus sakit agar bisa mendapatkan perhatian istrinya. Satu ide gila muncul di kepalanya. Ia berdiri si bawah kucurah shower selama beberapa jam berharap agar dirinya demam. Dan benar saja, keesokan harinya ia terserang demam, dan rencanya berhasil. Ia bisa kembali lagi mendapatkan perhatian istrinya.
Dan beberapa hari kemudian, Malik meminta saran padanya, bagaimana agar meluluhkan Vania, dan Raffael pun menyarankan yang dia lakukan pada Malik.
Dan kini, Malik baru saja keluar dari kamar mandi, ia keluar dengah tubuh menggigil karena dingin. Ia pun berjalan ke walk in closet dan mengganti pakaiannya dengan piama.
Ia memeluk sang istri dari belakang, lalu memejamkan matanya.
Adzan subuh berkumandang, Vania pun terbangun, betapa kagetnya dia saat merasakan tubuh Malik menggigil "Mas ... Mas ...!" panggil Vania. Ia menepuk-nepuk pipi Malik saat merasakan Malik tubuh Malik menggigil.
Malik membuka matanya . " Ya, Yank," jawabnya dengan suara yang di lemas-lemaskan seolah dia memang tengah sakit. Padahal dia hanya pura-pura menggigil pasalnya, walau sudah beradi di kamar mandi selama berjam-jam, ia tetap sehat wal'afiat..
__ADS_1
"Mas sakit?" tanya Vania. Ia meraba kening. Namun, ia mengenyit saat kening Malik tak panas sama sekali.
"Mas kayanya demam, Yank," jawab Malik dengan suara yang masih tetap di lemas-lemaskan.
"Bentar, aku ambilin obat dulu." Vania bangkit dari duduknya berniat mengambilkan obat untuk suaminya.
Mendengar Vania akan memberikannya obat, seketika Malik dilanda kepanikan. Bagaimana tidak. Selama ini Malik anti sekali minum obat, dia hanya akan minum ketika ia merasakan sakit yang amat luar biasa.
"Ga usah, Yank. Mas cuman butuh istrahat aja ko," ucap Malik. Ia menarik tangan Vania agar Vania tak turun dari ranjang.
"Udah subuh, Mas," ucapnya saat berada di pelukan Malik.
"Bentar lagi, ya."
__ADS_1
Vania semakin heran kala Malik berhenti menggigil saat memeluknya, bukankah suaminya sedang demam.
Vania menghela napas, ia lupa suaminya adalah orang yang konyol, bahkan ia sendiri pernah terlibar kekonyolan saat Raffael pura-pura tertabrak. Tapi, tak lama Vania tersenyum samar saat mengingat kekonyolan suaminya.
Setelah cukup lama, memeluk Vania, mereka pun bangkit untuk mensucikan diri. Saat Malik bangkit dan berjalan ke kamar mandi, Vania menyipitkan matanya, suaminya terlihat sangat sehat, bahkan wajah Malik pun sangat segar, sekarang Vania yakin bahwa suaminya hanya berpura-pura.
Setelah mensucikan diri, mereka pun berjalan kearaj mushola dan melakukan sholat subuh berjamaah.
Setelah sholat subuh berjamaah, Malik tak langsung bangkit, ia duduk bersila memerhatikan Vania yang sedang membuka mukenanya. "Sini, Yank!" pinta Malik. Ia menepuk-nepuk pahanya agar Vania tidur dan menjadikan pahanya sebagai bantal.
"Mas bukannya lagi demam?" tanya Vania sambil menahan tawa, sepertinya suaminya lupa dengan rencananya, Vania sedikit lupa dengan kekesalannya pada suaminya karena sikap konyol Malik.
Seketika Malik tersadar dan ....
__ADS_1
Extra part Tania mulai hari senin ya