
"Ra-Rafael ..." Lila terisak di pelukan Raffael.
Rafael berusaha melepaskan pelukannya untuk melihat wajah Lila. Namun, Lila tak bergeming, dia malah mengeratkan pelukannya dan yang Rafael bisa lakukan adalah trus mengelus rambut Lila.
Tapi, Raffael benar-benar lega, akhirnya Lila mau bicara lagi padanya.
Setelah Lila tenang, Lila pun melepaskan pelukannya dan menatap Raffael.
Raffael menghapus air mata Lila dengan ibu jarinya. "Lila, aku bisa menjelaskan semu ..."
Perkataan Raffael terpotong saat Lila mencium sekilas bibir Raffael.
Baru saja Lila akan menjauhkan bibirnya. Namun, dengan cepat Raffael menahan tengkuk Lila.
Raffael memperdalam ciumannya dengan lembut. Lama- lama Lila pun terhanyut. Setelah merasa Lila kehilangan napas, Raffael melepaskan tautan bibirnya. Mereka saling tatap satu sama lain. Terlihat jelas pancaran cinta dari mata keduanya.
"Ra-Raffael, maafkan aku. Aku telah salah paham terhadapmu, seandainya aku tak melihat rekaman di blackbox mobilmu, aku pasti akan salah paham terhadapmu."
Raffael tersenyum, Lalu mengelus rambut Lila. "Jangan pernah meragukan ku, aku sungguh-sungguh mencintaimu dan Lyo. Hidup ku sudah milik kalian, maafkan aku sempat membuat mu menangis."
Lila mengangguk dan Raffael membawa kembali Lila kedalam pelukannya.
"Raffael, apa seharian ini kau belum makan?" tanya Lila saat di pelukan Raffael. Dia mendengar suara perut Raffael yang berbunyi.
"Salahkan dirimu."
__ADS_1
"Kenapa aku yang salah jika kau tidak makan?"
"Aku terlalu takut kehilangan mu hingga aku sibuk mengejarmu dan aku bahkan lupa untuk makan seharian ini," ucap Raffael.
"Kau, gombal sekali. Tunggu disini, aku akan mengambilkanmu makan, setelah itu kita pulang."
Setelah Lila keluar, Raffael memutar otaknya saat Lila mengajaknya pulang. Saat ini dia benar-benar ingin menghabiskan waktunya bersama calon istrinya. Jika dia dan Lila pulang, sudah di pastikan bagaimana ketusnya sikap kakanya.
Lila pun masuk membawa nampan berisi makanan, "Raffael, kau mau aku suapi?" tanya Lila saat mendudukan dirinya di sebelah Raffael.
Raffael menggeleng, "Aku akan makan sendiri."
"Raffael ..." Lila meremas tangannya sedikit gugup saat mengutarakan keinginannya.
Raffael yang sedang mengunyah makananan lansung menatap calon istrinya. "Ada yang mah kau bicarakan?" tanya Raffael sambil memandang lekat calon istrinya.
Raffael tersenyum, "Kenapa kau harus bertanya, kau calon istriku. Kau bebas melakukam apa pun yang berkaitan dengan ku. Tapi, ponsel ku di mobil, jika kau tidak keberatan kau bisa mengambilnya."
"Aku sudah mengambilnya," ucap Lila sambil menunjukan ponsel Raffael yang disimpan di saku sweeternya.
Lila pun memeriksa ponsel Raffael. Sedangkan Raffael sibuk mengunyah makanannya. Tak ada yang aneh dengan ponsel Raffael. Hanya pekerjaan, dan pekerjaan. Sedangkan di galeri semua terisi dengan foto Lyo.
Karna saking asiknya melihat ponsel Raffael, Lila tak sadar bahwa Rafael sudah menyelesaikan acara makannya dan kini Raffael sedang berdiri dihadapan Lila.
Rafael sedikit membungkuk, tangannya menyusup ke belakan kaki Lila dan satu tangannya memegang punggung Lila. Dengan sekali gerakan Rafael menggendong Lila ala brydal style.
__ADS_1
"Ra-Raffael, apa yang kau lakukan!" teriak Lila karna kaget Rafael menggendongnya secara tiba-tiba.
Saat sudah membaringkan tubuh Lila, Rafael dengan cepat ikut berbaring dan memeluk Lila, dengan sengaja menaruh satu kakinya di paha Lila karna Lila terus memberontak.
"Rafael ..."
"Lila, sebentar saja. Aku mengantuk, ijinkan aku tidur memelukmu," ucap Rafael berbohong. Padahal, dia tak mengantuk. Hanya saja dia benar-benar ingin memeluk calon istrinya.
Lila pun terdiam tak lagi memberontak, karna mendengar napas Rafael sudah mulai teratur. Lila pun dengan perlahan membalikan tubuhnya hingga kini dia menghadap Rafael.
Lama dia memandang wajah calon suaminya, dan Rafael pun membuka matanya.
"Ra-Raffael, kau tidak tidur?" tanya Lila terbata-bata.
Tanpa menjawab Rafael mencium kening Lila. "Lila, bolehkah aku berbicara sesuatu pada mu?"
Lila pun mengangguk.
"Lila, aku tau, di masa lalu aku telah membuatmu begitu menderita, aku dengan tega melukai fisikmu dan juga batinmu. Membiarkan mu melewati kehamilan dan melahirkan seorang diri. Kau harus bekerja keras untuk menghidupi kebutuhan mu dan putra kita ..." Rafael menjeda kalimatnya karna tiba-tiba air matanya keluar saat dia mengingat kejahatannya pada Lila di masa lalu. "Aku tau, kesalahanku tak bisa dengan mudah untuk dimaafkan. Tapi, sekarang aku berjanji akan memberikan semua hidupku untukmu, untuk Lyo dan untuk anak-anak kita nanti." Rafael memegang tangan Lila dan mengecupnya.
Lila pun meneteskan air mata. Lalu Lila menarik tangannya dan langsung memeluk Rafael menelusupkan wajahnya pada dada bidang Raffaek.
"Aku, mencintaimu Rafael, sangat-sangat mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu, lebih dari kau mencintaiku."
__ADS_1
Tak lama setelah mereka berpelukan, Lila merasa ada yang aneh dengan Rafael. Lalu Lila melihat ke arah Raffael dan Rafael langsung tersenyum karna mengerti aps yang Lila rasakan.
"Tenanglah, aku masih bisa menahannya," ucap Rafael dengan tergelak karna melihat wajah Lila yang gugup ....