Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Bab 52


__ADS_3

Saat Tya akan maju kedepan Lila, dengan cepat Lila keluar dari restoran. Raffael pun dengan segera menyusul Lila.


Baru saja Lila akan menyetop taxi, Raffael langsung mencekal tangan Lila.


"Raffael, lepas, aku ingin pulang," ucap Lila saat Raffael memegang tangannya.


Tanpa menjawab Raffael, langsung menarik tangan Lila untuk masuk ke mobilnya. Dia langsung menjalankan mobilnya.


Hening


Hening


Hening


Hanya ada keheningan didalam mobil.


Lila meremas kedua tangannya dan memalingkan tatapannya kearah luar. Dia berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah.


Saat dijalan yang sepi, Raffael menepikan mobilnya. Dia melepas sabuk pengamanya. dan melepas sabuk pengaman Lila.


Setelah selesai. Raffael menarik tangan Lila dan membawa Lila kepelukannya.


"Menangislah, jika kau ingin menangis," kata Raffael sambil mengelus rambut Lila.

__ADS_1


Tak lama, Lila terisak dipelukan Raffael. Isakan itu semakin kencang tak kala Lila mengingat semua penderitaannya.


Raffael terus mengusap rambut Lila hingga Lila tenang. Saat merasa isakan Lila mulai mereda, Raffael melepaskan pelukannya. Dia menangkup kedua pipi Lila dan menghapus air mata Lila dengan ibu jarinya.


"Ra-Raffael, apa kau masih mengaggapku murahan setelah kau bertemu langsung dengan mamih Tya?" tanya Lila dengan masih sesegukan.


Raffael mencium kening Lila dengan penuh kasih sayang. "Maafkan aku atas ucapan ku dulu. Kau sangat berharga untuk ku."


"Aku ingin memaafkan mamih Tya, tapi aku tak bisa. Dia terlalu sering menyiksa fisik ku dan batin ku ketika aku kecil."


Raffael kembali lagi memeluk Lila. "Pelan-pelan saja. Dengan perlahan kau pasti bisa memaafkannya."


Raffael kembali melepaskan pelukannya. "Kita belum makan siang, bagaimana jika makan siang, bukankah kau harus kembali kerumah sakit."


"Aku akan membawa mu kekantor, kita bisa memesan makanan nanti di kantor."


"Ta ... Tapi."


Mengerti akan kekhawatiran Lila, Raffael menggenggam tangan Lila. "Semua harus tau bahwa kau calon istriku, dan aku akan mengumumkan di website Abrham grup bahwa aku akan menikahi mu, jangan mengkhawatirkan apa pun."


Bagai terhipnotis Lila pun mengangguk pasrah. Raffael melewati tubuh Lila untuk mengambil gagang sabuk pengaman.


Namun, saat melewati tubuh Lila. Raffael melihat wajah Lila begitu pun Lila menatap Raffael yang hanya berjarak beberapa centi.

__ADS_1


Raffael mendekatkan wajahnya pada wajah Lila, dan Lila pun sudah memejamkan matanya.


Saat bibir mereka bersentuhan, dan Raffael berniat mencium Lila lebih dalam, ponsel Raffael berdering, suara dering ponsel membuyarkan keinginan Raffael.


Raffael dan Lila kembali ke posisinya masing-masing. Seketika rasa canggung menghampiri mereka ber dua.


Raffael dengan cepat mengambil ponselnya didalan saku. Dia memejamkan matanya menahan kesal karna ternyata Malik lah yang menelponnya. Dalam hati dia benar-benar mengutuk asistennya karna menganggu momen dirinya dan Lila.


Setelah menerima telepon dari Malik, Raffael kembali melihat Lila. "Malik bilang, daddy ada di kantor. kita bisa makan siang bersama daddy," ucap Raffael.


Lila pun mengangguk.


Setelah sekian lama, mereka pun tiba di kantor. Saat Lila akan turun, Raffael mencegahnya. Dengan cepat Raffael turun dan membukakan pintu untuk Lila.


Raffael dengan gagahnya menyodorkan lengannya agar Lila menggandengnya.


Semua heran melihat Ceo mereka menggandeng tangan Lila. Karna yang mereka tau Lila adalah keponakan Ceo mereka.


Tapi Raffael sama sekali tidak terganggu dengan tatapan para karyawannya. Dan tibalah mereka diruangan Raffael.


Saat masuk, Lila terbelalak kaget atas apa yang dia lihat didepannya.


Kalau rank naik, aku akan up satu part lagi nanti malam.

__ADS_1


__ADS_2