Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Babe 48


__ADS_3

Setelah Keinya keluar dari kamar Lila, Keinya kembali melihat Lyo dikamarnya. Saat Keinya maju kerajang Lyo, ternyata Lyo terbangun dari tidurnya.


"Kenapa, kau bangun sayang?" Keinya mengambil Lyo dari ranjang dan mengendongnya.


"Ma-mih, aku ingin bunta," celoteh Lyo.


Keinya berusaha lagi, untuk mendurkan Lyo. Namun, sayang Lyo malah semakin berontak di gendongan Keinya.


"Baiklah, ayo kita kekamar bunda," ucap Keinya dan dibalas ciuman di pipi oleh Lyo.


Saat masuk kekamar Lila, Keinya mengeryit heran saat putrinya tak ada dikamarnya.


Lalu, Keinya masuk keruang monitor cctv untuk menemukan putrinya.


Setelah menemukan lokasi putrinya, Keinya dengan segera menyusul Lila ke taman.


Dia memutar bola matanya jengah saat melihat adiknya sedang menggombali Lila.


"Ekhemm ..." Keinya berdehem.


Raffael yang baru saja akan memeluk Lila langsunh tersenyum kikuk, saat melihat kakanya menatapnya dengam tajam.


Keinya maju ke arah Lila dan Raffael. "Aku memang sudah merestuimu dengan putriku, tapi bukan berarti kau bebas menyentuhnya," ucap Keinya menatap tajam adiknya.

__ADS_1


Sedangkan Lila hanya menahan tawa saat Keinya memarahi Raffael. Lila pun mengambil Lyo dari gendongan Keinya.


"Mamih, ayo masuk," ajak Lila.


"Daddy!" panggil Lyo saat melihat Raffael.


Raffael pun mengambil Lyo dari gendongan Lila, "Lila, masuklah! aku akan menemani Lyo tidur kembali," ucap Raffael.


"Awas saja jika setelah menidurkan Lyo kau masuk kedalam kamar putriku," selah Keinya, lalu Keinya menarik tangan Lila agar masuk kedalam.


Raffael mendengus melihat kakanya yang masih saja bersikap ketus.


"Daddy, aku lapal," ucap Lyo sambil menautkan tangannya pada leher Raffael.


"Jagoan daddy ingin makan apa?"


Raffael pun masuk kerumah kakanya, dia mendudukan Lyo di meja makan dan mulai menyuapi putranya roti. Sesekali mangajak putranya berceloteh. Setelah selesai, Raffael megajak Lyo untuk kembali kekamar dia menimang-nimang Lyo dengan kasih sayang dan tak lama Lyo pun tertidur.


"Daddy, akan memberikan kalian yang terbaik, kau dan bunda adalah harta daddy." bisik Raffael saat putranya tertidur. Lalu dia keluar untuk kembali kerumahnya. Jika kakanya tau dia menginap sudah pasti kakanya akan berburuk sangka kepadanya.


Keesokan harinya.


"Lila!" panggil Bram saat masuk kekamar putrinya.

__ADS_1


Lila yang sedang bercermin menoleh ke belakang, "Ya, papih?"


"Raffael, menunggu mu dibawah, ayo cepat."


"Papih, kenapa Raffael menunggu ku, aku akan berangkat dengan supir," jawab Lila, dia masih merasa aneh jika terus berdekatan dengan Raffael.


Bram menggeleng melihat putrinya yang sedang salah tingkah saat dirinya menyebut Raffael. "Kau tanyakan saja sendiri, ayo turun kita sarapan bersama!" titah Bram. Dia dan Aska sudah sepakat untuk lebih mendekatkan Raffael dan Lila.


Lila pun dengan segera turun, dan dirinya terlihat salah tingkah saat melihat Raffael terlihat sangat tampan ketika memakai setelan kantornya dan hati Lila menghangat saat melihat Raffael dengan telaten menyupi Lila.


"Lila!" panggil Keinya membuyarkan lamunan Lila.


Lila tersenyum dan mendekat kearah meja makan, Lila duduk disebelah Raffael.


"Raffael, biar aku yang menyuapi Lyo, kau sarapanlah!" titah Lila, lalu saat Lila ingin mengambil Lyo, Raffael memegang tangan Lila.


"Aku akan sarapan nanti, kau sarapan saja duluan," jawab Raffael sambil tersenyum hangat.


Bram tersenyum saat melihat pada putrinya terlihat bahagia. Namun, berbeda dengan Keinya. Dia memutar bola matanya jengah saat adiknya bersikap manis.


Didalam lubuk hatinya dia masih belum bisa mempercayai adiknya sepenuhnya.


Setelah mengatar Lila, Raffael berangkat kekantornya. Saat masuk dia mengernyit heran saat ada lelaki yang menunggu diruangannya.

__ADS_1


"Gio!"


Kalau rank naik, aku up lagi nanti malem ya man teman. Ayo berbahagia sebelum negara api kembali menyerang 😚😂😂


__ADS_2