Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Bab 50


__ADS_3

Senyum tak henti-hentinya menghiasi wajah Lila saat dia bekerja. Dia benar-benar bahagia. Luka, amarah, kekesalannya kepada Raffael hilang, walaupun terkadang dia merasa ketakukan saat dia bersentuhan dengan Raffael. Bayangan malam keji itu kembali terlintas. Namun, dengan cepat Lila selalu berusaha melupakannya.


"Ekheem." Seseorang berdehem membuyarkan lamunan Lila.


Lila yang sedang duduk di kursinya langsung menoleh kearah sumber suara.


"Gio!" panggil Lila. Lila langsung me n ghampiri Gio dan mereka pun berpelukan.


"Bagaimana, kabarmu?" tanya Gio.


Lila pun mengajak Gio untuk duduk di sofa. "Aku baik. Bagaimana dengan mu?" tanya Lila kembali. Mereka kini sama-sama duduk di sofa dengan posisi yang saling berhadap-hadapan.


"Emm ... Aku baik, Lila ..." Gio menggenggam tangan Lila. "Maafkan aku, seandainya dulu aku tak mengikuti keinginan mu dan tidak pergi dari sisi mu, kau pasti tak akan mengalami hal sulit hingga kau pergi dari keluarga mu."


Lila tersenyum, dia melepaskan tangannya pada genggaman lengan Gio. "Gio, ini sudah takdir ku. Dan aku tak mau mengingatnya lagi, dan jangan merasa bersalah tentang apa pun, kau pun berhak bahagia dengan pilihan yang lebih baik dari ku."


Gio tersenyum lalu mengusap rambut Lila. "Kau memang wanita hebat," ucap Gio.


"Aku dengar kau akan menikah, siapa yang beruntung mendapatkan dirimu?"

__ADS_1


Sebelum Gio menjawab, seseorang mengetuk pintu dan ternyata itu adalah suster yang memberi tau bahwa ada pasien.


"Kau lanjutkalah pekerjaan mu, nanti malam aku akan membawa calon istri ku kerumah aunty Aysel," ucap Gio.


"Baiklah, sampaikan salam ku pada aunty Hana."


Raffael.


Saat berada diruang meeting, pikiram lelaki tampan itu tampak tidak fokus. Dia sungguh takut jika Gio benar-benar menemui Lila.


Tak lama dia mengangkat tangannya. "Meeting akan di lanjutkan besok," ucap Raffael. Dengan gagah dan penuh karisma Raffael bangkit dari duduknya dan mengancingkan jasnya lalu dia keluar dari ruangan meeting. Dipikirannya adalah segara menghampiri Lila.


Sedangkan Malik hanya mendengus melihat kelakuan bosnya yang semena-mena.


Raffael pun keluar dari mobilnya, dan memanggil Lila. "Lila!" panggil Raffael.


Lila menoleh kearah Raffael. Dia menyuruh temannya untuk pergi duluan dan dia menghampiri Raffael.


"Raffael, kenapa kau kesini? jam pulang ku masih lama."

__ADS_1


Raffael tersenyum, dia memandang Lila dengan penuh tatapan cinta. "Kau mau kemana?"


"Aku ingin makas siang bersama temanku, kau belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kau datang kesini?"


Tanpa menjawab, Raffael menarik tangan Lila. Dia membuka pintu mobil dan memasukan Lila ke mobilnya. Lalu dengan cepat dia memutari mobilnya dan duduk dikursi kemudi.


"Aku ingin makas siang dengan mu," ucap Raffael setelah masuk mobil, dia berbicara sambil memakai sabuk pengaman.


"Raffael, waktu istirahat ku hanya satu jam."


Raffael mengusap rambut Lila. "Kita makan direstoran dekat sini." Raffael pun memajukan mobilnya. Dia melupakan niatnya untuk bertanya soal Gio.


Sampai lah, mereka di restoran. Raffael menautkan jari-jarinya pada jari-jari Lila. Mereka pun masuk kedalam restoran.


Lila mendadak melepaskan tangannya saat melihat seseorang ada di restoran yang sama.


Maaf ya cuman dikit. Ini part bonus dari pada ga up sama sekali.


Next bab.

__ADS_1


Lila mengepalkan tangannya. Hatinya memanas saat melihat pemandangan didepannya.


"Maaf Raffael, kurasa kita harus membatalkan pernikahan kita. Seharusnya kau tak perlu memberi harapan palsu kepada ku dan pada putraku."


__ADS_2