Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Bab34


__ADS_3

Keinya mengelus rambat putrinya. Sebagai ibu hatinya terasa tercabik-cabik mendengar penuturan putrinya.


"Kau wanita hebat, nak," puji Keinya pada Lila yang selama 3 tahun ini merasakan kejamnya hidup dan menanggung beban seorang diri.


"Mamih, aku ingin istirahat. Tapi aku ingin istirahat dirumah!" pinta Lila.".


"Kalau begitu ayo kita kerumah." Keinya pun bangkit dari duduknya.


Lila memegang tangan Keinya. "Mamih, Tapi ... " Lila masih merasa takut jika Raffael masih ada diluar.


"Tenanglah, dia sudah pergi," balas Keinya yang mengerti jika putrinya masih takut akan Raffael. "Papih juga sudah membawa Lyo kerumah." Keinya mengulurkan tangannya dan Lila langsung menyambut uluran tangam mamihmya.


Saat berjalan dia terus menggenggam tangan Keinya sambil menunduk. Sedangkan Aska dan Aysel masih berada dikamar mereka.


Lila membuka kamarnya. Kamar yang selalu dia rindukan. Kamar yang memberi dia kenyamanan.


"Istirahatalah, biar mamih yang mengurus Lyo."


Lila pun mengangguk.


"Sholat isya terlebih dahulu jika kau ingin tidur."


"Aku sedang berhalangan mamih."


"Baiklah, subuh mamih takan membangunkanmu, kau bisa tidur sampai siang."


"Tapi mamih, Lyo pasti akan merepotkan kalian."


"Lila, bukankah mamih sudah bilang padamu tadi?"


Lila tersenyum, "Baiklah, mamih. Aku akan ber'istirahat sepuasku." Lila mencium pipi Keinya. Dan setelah Keinya keluar Lila langsung menutup pintunya.

__ADS_1


Mata Lila memandang ke segala penjuru kamarnya tak ada yang berubah. Dia lalu naik ke kekasurnya dan meloncat-loncat diatas kasur yang selama ini dirindukannya.


Setelah puas bermain dengan kasurnya. Dia membuka lemari dan tersenyum. Semua pakaiannya dan koleksinya masih tersimpan rapih tanpa debu.


Sesudah lelah mengamati isi kamarnya, dia memutuskan untuk langsung berbaring dan tidur.


Waktu berjalan begitu cepat, detik demi detik, menit demi menit jam demi jam, hari demi hari dan minggu demi minggu. Tak terasa sudah 3 bulan Lila pulang kerumahnya.


Selama 2 bulan Lila tak pernah absen untuk bertemu psikiater. Awalnya dia tak berani untuk keluar rumah. Namun seiring berjalannya waktu ketakutan dan traumanya sedikit hilang.


Sedangkan Lya. Bocah kecil itu semakin menggemaskan. Tubuhnya dan pipinya semakin membulat karna Keinya memberinya makanan yang bergizi dan pastinya yang terbaik.


Sedangkan Raffael. 3 bulan berlalu. Dia tak pernah menyerah untuk datang kerumah orang tuanya dan lagi-lagi dia selalu ditolak.


Setelah ditolak dirumah orang tuanya. Raffael akan datang kerumah kakanya. Namun lagi-lagi dia ditolak.


Dan selama seminggu ini nasib baik berpihak pada Raffael. Walau pun dia selalu ditolak untuk masuk kerumah kakanya dan kerumah orang tuanya. Tapi sudah seminggu ini dia bisa melihat Lila setiap malam.


Dan saat ini Raffael sedang duduk dimeja kebesarannya. Matanya tak henti-henti menatap bingkai foto didepannya.


Dia menatap foto Lila dan putranya sedang tersenyum. Foto itu dikirim oleh art dirumah Aysel dan menjadi mata-mata Rafael untuk melaporkan tentang kondisi Lila dan putranya.


Tangan Raffael mengambil bingkai foto didepannya. Lama dia memandang lalu dia mencium foto tersebut berharap suatu saat dia benar-benar bisa bersama dengan Lila dan juga putranya.


"Lu, gila Raff?" tanya Malik yang baru saja masuk keruangan Raffael. Dia tertawa saat melihat tinggkah bosnya yang sedang mencium bingkai foto.


Raffael mendengus saat melihat Malik menertawakannya. "Lu, ga ada sopan-sopannya masuk ke ruangan gue," gerutu Raffael.


Tanpa menjawab gerutuan bosnya, Malik melempar kunci mobil dari jauh. "Noh, balik sendiri gue ada acar," kata Malik sambil berlalu pergi tanpa mendengar lagi jawaban bosnya.


"Ga si Malik, ga Om Andra sama aja. Sama-sama bar-bar," gerutu Raffael pada Malik yang tak lain adalah putra Andra.

__ADS_1


Andra salah satu pemegang saham di Abraham grup dan Aska meminta Andra membujuk Malik untuk jadi sekretaris Raffael. Tujan Aska adalah untuk mengawasi Raffael dari dekat tentu saja tanpa sepengetahuan Raffael. Awalnya Malik menolak karna saat SMA, Malik berselisih paham denga Raffael, Malik menuduh kekasihnya berselingkuh dengan Raffael. Namun Raffael tak menggubris tuduhan Malik karna faktanya Pacar Malik lah yang mengejar-ngejar Raffael.


Tak lama dia pun bangkit dari duduknya untuk kembali lagi kerumah orang tuanya berharap kali ini dia diijinkan masuk.


•••


"Mamih!" panggil Lila pada Keinya yang sedang membaca majalah.


"Kemarilah!"


Lila pun mendekat. "Mamih, bolehkah aku bekerja lagi sebagai Dokter?"


Keinya langsung menatap lekat putrinya.


"Apa kau ingin lari lagi?" tanya Keinya dengan nada tak senang karna berpikit putrinya akan pergi.


Lila langsung mencubit pipi mamihnya dia merasa gemas karna melihat muka Keinya yang serius. "Mamih, aku bosan. Lyo selalu kalian sabotase dari ku. Jadi ijinkan aku bekerja lagi sebagai Dokter. Mamih bisa meminta seseorang untuk mengawasiku."


"Kenapa kau bosan?" tanya Keinya.


"Kalian selalu mengajak Lyo bermain dan aku tak punya kegiatan. Jadi aku ingin bekerja lagi."


Keinya tampak berpikir sejenak. "Mamih mengijinkamu bekerja kembali, tapi dengan satu syarat ... Kau tidak boleh menerima gajihmu, dan gunakan semua yang mamih dan papih berikan," balas Keinya. Dia takut Lila pergi lagi jika dia menerima gajihnya.


Lila pun mengagguk senang dan setuju dengan syarat yang diajukan Keinya.


Next part ya.


Tubuh Lila bergetar saat melihat Raffael mendekat. Ini kali kedua dia berjumpa lagi dengan Raffael.


Saat Lila akan berlari. Kakinya ditahan oleh Raffael. Raffael berlutut dikaki Lila dan mencium kaki Lila serta memohom maaf. Namun tak lama Lila malah tak sadarkan diri

__ADS_1


__ADS_2