
Raffael langsung bangkit dari tubuh Lila saat Lyo masuk, begitu pun Lila, dengan segera bangkit dan membenarkan bajunya yang telah di koyak oleh Raffael.
"Kau mengantuk?" tanya Raffael saat menghampiri Lyo. Raffael berjongkok untuk menyetarakan tubuhnya dengan Lyo.
Lyo menggeleng, "Daddy, bacakan aku dongeng!" pinta Lyo.
Raffael mengacak gemas rambut putranya, dia memangku Lyo dn bangkit dari berjongkoknya.
"Sayang, aku akan menemani Lyo di kamarnya. Tunggu aku dan gunakan yang ada yang ada di lemari mu." ucap Raffael berbisik di telinga LIla.
Muka Lila memerah mendengar ucapan suaminya. Bagaimana tidak, Raffael menyuruhnya untuk memakai lingerie. Bahkan Lila kebingungan kapan suaminya membeli lingerie dan kapan menaruhnya di lemarinya.
Tak ingin mengecewakan suaminya, Lila pun mau tak mau memakai lingerie tersebut.
"Daddy, apa kita akan pergi dari sini?" tanya Lyo saat Raffael baru saja akan membacakan dongeng.
Raffael tersenyum, "KIta akan pindah dari sini, hanya kau, bunda dan daddy. Apa kau tidak senang tinggal bersama Daddy?"
"Daddy, berarti aku takan bisa bermain dengan mamih dan papih lagi?" tanya Lyo. Terlihat jelas bahwa bocah menggemaskan itu sangat enggan berpisah dengan keinya dan Bram.
"Kita bisa setiap minggu kesini, kau harus ikut kemana pun bunda dan daddy pergi." Raffael mencoba memberi pengertian pada putranya. walau bagaimana pun, Raffael ingin hidup terpisah dari keluarganya. Dia benar-benar ingin hidup bersama LIla dan Lyo.
Setelah membacakan dongen untuk Lyo, akhirnya Lyo pun tertidur. Sebelum keluar meninggalkan kamar Lyo,
__ADS_1
Raffael memandang putranya lekat-lekat. raffael tersenyum meliaht wajah LLyo betapa miripnya dengan dirinya
Setelah puas memandangi wajah putranya, Raffael bangkit perlahan dari ranjang dan kemudian dia keluar dari kamar putranya.
Saat berjalan ke arah kamarnya, Raffael tersenyum penuh isyarat membayangkan Lila memakai lingerie.
Raffael pun masuk perlahan ke kamarnya, dia tersenyum saat Lila sedang memainkan ponselnya dengan tubuh yang di balut oleh selimut. Raffael bisa menebak bahwa istrinya sudah memakai lingerie.
Mendengar pintu terbuka, Lila menarub ponselnya dan memandang Raffael yang juga tengah memandangnya.
Raffael semakin mendekat, dengan cepat Raffael menyingkirkan selimut yang dipakai istrinya. Tanpa basa basi Raffael langsung menindih tubuh Lila.
"Kau begitu cantik dan sexy" ucap Raffael saat menindih Lila. Raffael mengecup kening, pipi dan bibir Lila dengan lembut.
Tapi, walaupun membiarkan istrinya beristirahat, Raffael tetap menuntun tangan istrinya ke bagian yang sudah menegang. Lila pun hanya pasrah mengikuti keinginan suaminya.
Entah berapa kali mereka menggeram, menikmati gairah cinta hingga akhirnya sekarang Lila tertidur di pelukan Raffael.
Lila seoalah candu bagi Raffael.
Raffael sedikit melepaskan pelukannya, dia menatap lekat-lekat wajah istrinya. Dalam benaknya, saat dia harus benar benar membahagiakan Lila dan putranya.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Saat ini mereke telah berada di apartemen Raffael. Jujur saja Lila baru tau apartemen milik Raffael dan Lila di buat takjub dengan interior apartemen suaminya.
"Maaf, kita harus tinggal di apartemen dulu, mungkin hanya tinggal satu bulan rumah kita beres di renovasi," ucap Raffael sambil memeluk Lila dari belakang.
Lila yang sedang melihat pemandangan dibuat kaget oleh suaminya yang tiba-tiba datang dan memeluknya. "Daddy, kau membuat ku kaget. Apa Lyo tidur?"
"Ya, dia tidur. Bisakah kita ..." perkataan Rafael terpotongcm karna Lila melepaskan pelukannya dan menghadap Raffael.
"Daddy, bisakah kita beristirahat sebentar," ucap Lila dengan malu-malu karna tau apa yang diinginkan suaminya.
Rafael tersenyum dan mengecup pipi Lila. "Kau pasti lelah. Maafkan aku telah membuatmu kelelahan. Ayo kita tidur siang."
Raffael pun menuntun Lila untuk berbaring di kasur.
Sebelum Rafael memejamkan matanya, dia mengingat sesuatu tentang pekerjaanya. Dia pun perlahan turun dan berniat ke unit apartemen Malik yang berada di sebelahnya. Namun, baru saja di keluar dia melihat Malik sedang menyudutkan Vania ke ding-ding.
Raffael pun dibuat heran dengan apa yang terjadi dengan dua orang di hadapannya.
dan karna suasana di lorong itu sepi Malik malah akan mencium Vania. Namun, dengan cepat Raffael berdehem.
Malik ...
Tentang Malik sama Vania di bahas next bab ya.
__ADS_1