Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Season 2


__ADS_3

Malik memajukan mobilnya dengan cepat, hatinya tak tenang. Dia benar-benar merutuki dirinya karena membentak istrinya dan mengatakan istrinya manja, ia yakin istrinya sangat tersakiti dengan ucapannya.


Saat dia akan berbelok ke basement, Malik melihat istrinya menaki mobil, tanpa pikir panjang, Malik pun mengikuti mobil yang di tumpangi Vania, ia menelpon Vania berkali-kali. Namun, Vania sama sekali tak menjawab.


••••


"Apa kita hanya akan belanja ini, Sayang?" tanya Bram ketika mendorong troli.


"Semua sudah lengkap di rumah, tapi rasanya aku rindu berbelanja denganmu," jawab Keinya. Mungkin pepatah benar, ada kalanya semakin tua semakin hot. Itulah yang terjadi pada Bram. Sedari muda, ia menjaga pola makan, hidup sehat dan lain-lain. Itu sebabnya, Bram masih terlihat awet muda di usia nya sekarang, ia masih bisa mengimbangi Keinya.


"Bagaimana jika kita bulan madu lagi?" tanya Bram.


Keinya tampak berpikir, "Sepertinya aku ingin ke London lagi, karena disanalah cinta kita tumbuh," jawabnya sambil terkekeh.


Saat Bram akan membalas ucapan Keinya, matanya menangkap Vania yang sedang mendorong troli.


"Vania!" panggil Bram, Keinya pun ikut menoleh kearah Vania.

__ADS_1


Vania memejamkan matanya sebelum berbalik, sekarang ia harus bagaimana.


"Mamih ... Papih!" panggilnya, ia pun mendorong trolinya ke arah mamih dan papihnya. Dia melangakah mendekati Bram dan memeluknya. Mungkin benar, cinta pertama seorang putri adalah ayahnya.


Seberapa pun ia berusaha kuat, tapi tetap saja, pelukan seorang Bram atau Keinya sangat dia butuhkan.


"Kau tidak akan memeluk, Mamih?" tanya Keinya yang sedari tadi menatap ayah dan anak itu berpelukan.


Mendengar ucapan Keinya, Vania pun cengengesan. Ia melepaskan pelukannya pada Bram, lalu memeluk Keinya.


Belum Vania membalas ucapan Bram, Malik datang dari arah belakang, "Sayang!" panggil Malik pada istrinya. dia berbicara dengan napas ngos-ngosan.


Bagaimana tidak, Ia berlari dari arah parkiran menuju pintu masuk. Malik berlari karena melihat mobil sport milik mertuanya sudah terpakir, berarti mertuanya pun sedang berbelanja dan istrinya pun baru saja masuk kedalam supermarket, itu sebabnya Malik berlari


Mata Vania membulat sempurna saat mendengar suara suaminya, bagaimana bisa suaminya tau kemana dia pergi, tapi Vania merasa lega karena suaminya datang tepat waktu.


Mereka pun berbincang-bincang sebentar, lalu setelah selesai, Malik dan Vania pun pamit untuk melanjutkan berbelanja, walau pada nyatanya mereka pamit untuk menghindari pertanyaan tentang mata Vania yang sembab.

__ADS_1


•••


Saat ini, mereka sedang berada di mobil, Vania yang tadinya ingin berbenja sayuran dan bahan-bahan lain mengurungkan niatnya saat Malik datang. Bahkan ia hanya membeli susu hamil dua box. Ia sengaja hanya membeli susu, karena tak ingin merepotkan Malik dengan membawa belanjaan, melihat Malik saja hati Vania masih terasa sakit.


Vania, tidak lebay. Ia tak pernah di bentak oleh siapa pun, selama menikah dengan Malik, ia bahagia karena Malik memerlakukannya bak seorang ratu. Namun, bentakan Malik dan kata-kata Malik menyadarkan Vania, bahwa ia harus mandiri dan tak boleh bergantung lagi pada suaminya.


Malik yang sedang menyetir mencuri-curi pandang pada istrinya. Sedangkan Vania hanya memalingkan tatapannya kearah luar.


Setelah sampai di basement, Vania pun mendahui Malik untuk turun dari mobil dan berjalan terlebih dahulu.


"Siniin, Yank! biar Mas bawain," ucap Malik saat mensejajari langkah istrinya.


Vania menoleh kearah Malik, Ia tersenyum. "Ga apa-apa, ko, Mas. biar aku aja yang bawa," jawab Vania. Senyumnya kembali luntur kala dia kembali menatap kedepan, itu menandakan bahwa ia terpaksa tersenyum pada Malik.


Malik menghela napas gusar. Ia yakin istrinya sangat terasa tersakiti karena ucapannya hingga Vania bersikap demikian. Sekarang ia harus bagaimana ....


Ada yang punya saran Mak, gimana caranya biar Malik di maafin Vania?🤣

__ADS_1


__ADS_2