
Mata Julian membulat saat melihat Apa maksud dari kata lesehan yang di ucapkan Tania. Di dekat gerobak yang besar, disimpan meja-meja kecil di bawah, membuat Julian heran dengan konsep tempat makan yang berada di depannya.
“Dad!” panggil Tania menyadarkan Julian dari lamunannya.
“Sayang kau yakin akan makan di sini?” tanya Julian dengan nada tak percaya. Ini memang sangat asing untuknya. Bahkan ia merasa mimpi melihat tempat makan yang demikian.
“Dad Ayo!” Kata Tania. Namun Julian menggeleng.
“Sayang jangan makan di sini!” kata Julian seketika Tania cemberut saat suaminya melarangnya. “Kenapa? aku ingin makan di sini sudah lama sekali aku tak makan di sini. Biasanya, setiap kami ke Jogja, kami akan makan di sini bersama-sama,” kata Tania lagi.
“Tapi ... Julian masih tampak enggan menuruti permintaan istrinya.
“Kau ingatkan aku mengandung Khalisia seorang diri. Kau berkata, kau akan menuruti apapun kemauanku!” kata Tania. Skak Julian terdiam. Ia tak bisa membatah ketika istrinya mulai mengungkit apa yang ia katakan.
“Aku akan marah kepadamu jika kau tak mau mengikuti keinginanku!” Mata Julian membulat saat mendengat ucapan sang istri. Ia menatap sang istri dengan tatapan tak percaya. bisa-bisanya, Tania mengancamnya dengan hal yang paling ditakuti olehnya.
__ADS_1
“Baiklah!” kata Julian dengan pasrah. Membuat Tania bersorak kegirangan. Ia pun menarik tangan suaminya dan berjalan ke arah tempat tersebut.
Tania memesan makanan dengan semangat. Ia memesan bebek dan yang lain-lain. Tak ketinggalan makanan khas Jogja yaitu gudeg.
“Ayo Dad!” ajak Tania yang mengajak Julian untuk duduk. Seketika Tania melihat ke sekelilingnya. beberapa orang wanita muda telah menatap lapar pada suaminya membuat Tania mendekus kesal.
“Ayo, Dad!” ajak Tania lagi saat Julian Masih berdiri.
“Aku duduk di mana?” Tanya Julian.
“Kau duduk di bawah dan bersila!” jawab Tania yang mendahului suaminya untuk duduk dan memberi contoh.
Tania yang sudah menyendokan makanan ke mulutnya menghentikan gerakannya. kemudian menatap suaminya. “Kau mau, Dad?” tanya Tania. “Aku pikir kau tidak mau.”
Julian tampak berpikir, “Tidak! kau saja yang makan,” ucapnya lagi Tania pun mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.
__ADS_1
saat melihat istrinya asik makan, Mata Julian tak berhenti melihat ke arah istrinya.
Jakunnya naik turun saat melihat istrinya yang terlihat sangat menikmati hidangan di depannya.
Ia sedikit tergoda dengan makanan yang sedang di makan oleh istrinya. Apalagi aroma makanan tersebut sangat menggoda di penciumannya.
Tania yang sedang makan tersadar, “Kau mau, Dad?” tanya Tania lagi. Namun Julian menggeleng. “Tidak, aku tidak mau!” jawabnya. Ia bisa saja berkata tidak mau. Tapi matanya tak bisa berbohong. Ia terus mentap kearah makanan yang sedang dipegang oleh istrinya.
“Kau yakin tidak mau?” tanya Tania lagi, ia menggoda suaminya. ia mendekatkan makanan yang ia pegang ke arah Julian, “Ayo makan!” kata Tania. Namun Julian kekeh menggeleng.
“Ya, sudah kalau kau tidak mau,” ucap Tania lagii. Tania kembali asik memakan makanannya tanpa memperdulikan lagi suaminya.
Akhirnya Julian menyerah, Ia mengambil garpu yang tak digunakan oleh istrinya. Lalu menusukkan makanan yang berada di depannya lalu memasukan ke dalam mulutnya.
Saat ia memakan gudeg, Julian memejamkan matanya karena rasanya gudeg itu sangat nikmat dan sangat enak. Tania yang sedang mengunyah menghentikan gerakannya dan menatap pada suaminya.
__ADS_1
“Dad kenapa kau memakan punyaku!”
“Sayang, ini enak sekali! ayo pesan lagi!” ucap Julian membuata Tania menepuk keningnya.