Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Bab 39


__ADS_3

Lila melihat kearah jam ding-ding. Dia menghela napas kasar saat melihat ternyata sudah jam 8 malam.


Awalnya dia memang tak akan mengijinkan Raffael bertemu dengan Lyo. Tapi Aska meyakinkan bahwa Raffael tak akan melukai Lyo. Mungkin karna Aska pernah merasakan jadi Raffael saat dulu dia tau bahwa Keinya adalah putrinya.


Saat sore Aska datang, Lila pun mau tak mau membiarkan popanya membawa putranya, dan kini waktu menunjukan 8 malam. Dia tak bisa membiarkan putranya dekat-dekat dengan Raffael karna belum sepenuhnya percaya.


Saat dia keluar kamar, dia mencari mamih dan papihnya. Namun, ternyata Keinya dan Bram belum pulang. Tadinya Lila ingin meminta tolong mamih atau papihnya untuk menjemput Lyo dirumah Aysel. Dia pun naik lagi untuk kekamar adiknya namun dia melihat Vania dan Tania sedang sibuk mengerjakan tugas.


Mau tak mau, Lila pun harus menjemput Lyo sendiri, berharap dia tak bertemu Raffael.


Saat sampai dirumah Aysel. Dia tak melihat moma dan popanya. dan saat bertanya pada Art, Art tersebut mengatakan bahwa Raffael membawa Lyo kekamarnya.


Tubuh Lila menegang saat tau Lyo hanya berdua dengan Raffael. Dengan cepat dia berlari kearah kamar Raffael, dan dengan keras dia membuka pintu Raffael.


Dia bisa bernapas lega saat dia melihat ternyata Lyo tidur dipelukan Raffael.


Sejenak hati Lila menghangat melihat pemandangan didepannya. Namun, dengan cepat dia menyadarkan kembali dirinya. Dia tak ingin putranya mendapat kasih sayang palsu dari Raffael.


Lila pun berjalan kearah kasur dengan pelan karna tak ingin membangunkan putranya.


Dia naik ke kasur, dengan perlahan memindahkan tangan Raffael dari punggung Lyo. Namun, dengan cepat Raffael menarik tangan Lila hingga Lila ikut berbaring bersama Lyo dan dirinya.


Setelah Lila berbaring Raffael denga cepat menaruh tangannya di pinggang Lila dengan Lyo ditengah-tengah mereka.


Lila melotot galak saat Raffael menariknya dan memeluknya. Baru saja dia akan berteriak, Raffael dengan cepat mencium pipi Lila dan mencium pipi Lyo secara bergantian. Setelah itu Raffael langsung bangkit dari tidurnya menuju kekamar mandi.

__ADS_1


Setelah Raffael pergi kekamar mandi, Lila langsung menggendong Lyo dengan perlahan agar tak membangunkan putranya.


Saat dikamar mandi, dia tersenyum saat bercermin. Hatinya benar-benar bahagia saat bisa mencium pipi Lila dan putranya secara bergantian. Dia benar-benar bertekad untuk menjadikan Lila sebagai istrinya.


Raffael berencana ingin mendekati Lila dengan cara perlahan.


detik demi detik berlalu, jam demi jam berlalu, hari demi hari berlalu minggu demi minggu berlalu, bulan demi bulan berlalu. Hingga kini menginjak 7 bulan Raffael mengejar cinta Lila.


Selam 7 bulan Raffael, berusaha mendekati Lila denga berbagai cara. Dengan berusaha mengantar jemput Lila bekerja, mengajak Lila dan Lyo bermain bersama, dan masih banyak lagi hal yang Raffael lakukan untuk meluluhkan hati Lila tapi sayang, sikap Lila masih tetap sama pada Raffael.


Keinya, Bram, Vania serta Tania pun sudah memaafkan Raffael, keluarga itu pun sudah kembali seperti sedia kala. Lila akan bersikap biasa pada Raffael bila dihadapan keluarganya. Namun, sikap Lila berubah kembali dingin pada Raffael saat tidak ada keluarganya.


Dan pagi ini seperti biasa, dia kembali gagal mengajak Lila untuk berangkat bersama, Lila lebih memilih untuk pergi bersama pengawalnya. Satu ide lagi terlintas dipikiran Raffael dan kali ini dia membutuhkan bantuan Malik dan Vania.


Malik melemparkan kertas ditangannya saat mendengar rencana Raffael. "Lu, bener-bener gila, Raff. Gak, gue gak mau bantuin lu," ucap Malik saat mendengar ucapan Raffael.


"Beneran?" tanya Malik antusias.


"Urus semua, gue gak mau rencana gue gagal kali ini!"


•••


Setelah 7 Bulan berlalu, Lila berusaha untuk tak tersentuh dengan semua sikap Raffael. Tapi walau pun begitu, Lila mulai membebaskan Raffael bertemu Lyo sepuasnya. Dia hanya ingin menjaga jarak dari Raffael. Jika ditanya apa Lila masih mencintai Raffael, jawabannya adalah Ia. Lila masih mencintai Raffael.


Bahkan saat dulu Lila hidup di panti, bayang-bayang Raffael selalu melintas diotaknya walau Raffael sudah sangat menyakitinya. Namun, Lila benar-benar tak bisa melupakan Rafaael.

__ADS_1


Dan kini saat Rafael, selalu berbicara bahwa dia mencintai Lila, sebisa mungkin Lila tak terpengaruh dengan semua yang dilakukan Raffael dan diucapkan Raffael. Dia benar-benar takut terluka untuk yang kedua kalinya.


Lamunan Lila buyar saat Vania membuka pintu kamarnya. "Ka!" panggil Vania.


"Ya, ada apa, Vania?"


"Ka, mamih dan papih belum pulang, bagaimana kalau kita membeli makanan berat diluar komplek?"


Lila pun mengaguk menyetujui keinginan Vania, karna dia pun juga lapar.


"Ka, bagaimana kalau kita berjalan kaki?"


"Kenapa kita tak memakai mobil, ini sudah malam Vania."


"Tapi, mamih akan marah jika kaka menyetir."


"Jika dekat, mamih tak akan marah. Ayo!" ajak Lila mendahului langkah Vania setelah memakai jaket. Untung saja Lyo sedang pergi bersama Keinya dan Bram.


"Vania, biar kaka yang turun, kau tunggu saja dimobil," ucap Lila saat sampai di sebrang tempat yang akan mereka pesan makanannya.


"Lila awas!" teriak Raffael saat mobil akan menabrak Lila.


Saat Lila menoleh, dia melihat Raffael sudah terkapar karna tertabrak.


Tubuh Lila bergetar saat melihat Rafael bersimbah darah dia dengan perlahan berjalan kearah Raffael. Tanpa Lila ketahui, darah yang berada ditubuh Raffael adalah darah buatan. Saat Lila belum berbalik, Raffael dengan cepat menumpahkan darah buatan ke bajunya dan pura-pura kembali terkapar.

__ADS_1


Sedangkan Vania hanya tertawa ketika melihat tingkah Raffael saat omnya dengan cepat menumpahkan darah buatan yang dilemparkan Malik dari balik pohon.


Aku udah cape bikin cerita sedih, jadi dicepetin aja ya 😂😂


__ADS_2