
"Khalisia, ayo makan. Mommy mu akan marah jika kau tidak memakan makan siangmu," ucap Alisia. Ia dari tadi membujuk keponakannya. Namun, Khalisia tak bergeming. Ia masih dalam mode cemberut. Ia sangat kesal ketika tau Tania pergi ka kantor daddynya.
"Khalisia!" panggil Alisia.
Namun bocah kecil itu masih tak mau membuka mulutnya. Ia malah membalikan badannya.
"Oke, jika kau tak mau, aunty akan menghabiskan pastamu! Aunty tak mau membuatknnya lagi untukmu!" Ancam Alisia
Mendengar perkataan Alisia, Khalisia mencebikan bibirnya, ia kembali memutar badannya menghadap Alisia. "Aunty menyebalkan!" seru bocah kecil itu. Tapi tak lama, ia pun membuka mulut karena nyatanya bocah kecil itu merasa lapar.
Sedangkan Alisia hanya menggeleng melihat tingkah sepupu kecilnya. Ia berharap, kaka sepupunya segera pulang. Karena dia sudah lelah menghadapi tingkah Absurd khalisia.
Waktu menunjukan pukul 7 malam. Khalisia mundar-mandir di depan pintu, ia masih menunggu orang tuanya kembali.
Tapi tak lama, sepertinya bocah kecil itu kelelahan. Ia pun kembali menghampiri Alisia yang sedang duduk di sofa. "Aunty, ayo kita ke ruang kerja Daddy!" titah Khalisia sambil menarik tangan Alisia.
Alisia mengernyit heran atas pemintaan Khalisia. Ia langsung waswas karena takut Khalisia melakukan hal yang aneh di ruang kerja kaka sepupunya.
"Kau kan sedang menunggu Mommy dan daddy mu. Kenapa kau tak meneruskan saja menunggu mereka di depan pintu."
"Aku ingin melihat cctv, aku tak mau Mommy menyentuh Daddy," ucapnya dengan membulatkan mata.
Alisia menggeleng, ia pun bangkit dari duduknya, dan mengikuti Khalisia yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Awas saja jika Mommy menyentuh Daddy, aku akan memakan coklat dan permen yang banyak," gerutu anak kecil itu sambil melihat layar monitor di depannya.
__ADS_1
Alisia lagi-lagi menggeleng mendengar gerutuan anak kecil itu. Dia heran kenapa bocah kecil itu sangat fosesif pada Julian.
"Itu mobil Daddy!" soraknya. Ia loncat kegirangan karena melihat mobil daddynya datang. "Mommy!" teriak Khalisia lagi saat melihat daddynya menggendong sang Mommy.
Khalisia pun keluar dari ruang kerja Julian dan berlari ke arah pintu. Ia bersidekap menunggu mommy dan daddynya masuk.
Tak lama pintu terbuka, Julian dan Tania langsung terdiam saat putri mereka memandang mereka dengan bersidekap.
"Huaaaaaaa!" tangis Khalisia pecah saat melihat mommy dan daddynya.
Julian dengan perlahan berjongkok menurunkan Tania. Lalu ia langsung menghampiri putrinya.
"Mommy jahat ... Mommy jahat!" ucap Khalisia saat Julian memangkunya. Ia langsung menangis dan memeluk erat leher Julian.
Tania hanya memutar bola matanya, walaupun begitu, ia bersyukur saingannya adalah anaknya sendiri.
"Khalisia, kau mencekik Daddy," ucap Julian saat Khalisia memeluk erat lehernya.
Khalisia pun melepaskan pelukannya, "Ayo Daddy, kita harus memasak untuk para barbie," ajaknya.
"Unnie, kau lama sekali. Aku pusing menghadapi tingkah putrimu!" keluh Alisia saat Tania menghampirinya.
Tania mendudukan diri di sebelah Alisia, ia terkekeh mendengar gerutuan Alisia. Lalu ia merogoh tasnya dan mengeluarkan kartu dari dompetnya. "Belanjalah sepuasmu," ucap Tania sambil menyerahkan blackcard ke hadapan Alisia.
Mata Alisia membulat sempurna saat melihat Tania menyodorkan kartu, Alisia adalah tipe orang yang hemat. Dia takan mau membeli barang dengan uangnya. Ia akan merengek pada Diana atau Julian ketika ingin sesuatu. Dan sekarang, Tania memberikan kartu dan menyuruh belanja sepuasnya. Tentu saja dia takan menyianyiakan kesempatan.
__ADS_1
Saat Alisia akan mengambil kartu, Tania menarik lagi kartunya. "Kau tau bukan ini tak gratis," ucap Tania dengan tergelak.
"Unnieee!" protesnya
"Baiklah ... Baiklah, gunakan sesukamu!" Tania pun memberikan kartu itu pada Alisia.
•••
"Apa dia sudah tidur, Dad?" tanya Tania saat Julian masuk kedalam kamar, setelah pulang tadi. Julian menemani putrinya bermain boneka, pesta teh, dan lain-lain, Julian baru bisa keluar dari kamar putrinya setelah ia meninabobokan putrinya.
Julian mengangguk, "Aku akan membersihkan diriku dulu." Ia pun berlalu menuju kamar mandi.
Setelah sekian lama, Julian pun keluar dari kamar mandi, ia langsung ke walk in closet untuk mengganti baju.
"Kau sudah meminum vitamin mu, Sayang?" tanya Julian saat menghampiri Tania. Ia naik ke atas ranjang dan menindih sebagian tubuh istrinya..Hingga kini wajahnya berada di depan perut istrinya. Ia menyingkap baju Tania dan mencium perut istrinya bertubi-tubi.
"Daddy, kau membuatku geli!" ucap Tania saat Julian terus menciumi perutnya.
Julian pun bangkit, Ia duduk dengan menyenderkan punggunya ke belakang. Lalu seperti biasa, Tania pun duduk di pangkuan suaminya hingga kini posisi mereka berhadap-hadapan.
Tania mengelus pipi suaminya, dan mengecup bibir Julian. Ia memandang lekat-lekat wajah tampan suaminya, dan kemudian mencium seluruh wajah suaminya.
"Aku akan mempunyai saingan lagi nanti," ucap Tania. Setelah selesai menciumi wajah seluruh wajah suaminya.
Julian menarik tangan istrinya dan mengecupnya. "Kau tau, rasanya menyenangkan ketika kalian memperebutkanku. Aku merasa bahagia, dan merasa bahwa aku sangat di cintai oleh kalian," ucap Julian. Ya, mencurahi keluarga kecilnya dengan cinta dan kasih sayang adalah cara Julian untuk menebus kesalahannya.
__ADS_1
si kecil Khalisia 🤗