
"Sayang, jam berapa kau pulang?" tanya Raffael.
Lila menghentikan tangannya yang akan menbuka seatbelnya ketika mendengar ucapan Raffael. "Raffael, bisakah kau memanggil ku biasa saja, aku sungguh risih mendengarnya," jawab Lila.
Raffael mengusap lembut rambut Lila, "Tolong, jangan tolak apa pun lagi yang aku lakukan. Aku sungguh tak ingin kehilangan momen apapun lagi." Sorot mata Rafael berubah jadi sendu. Ah, dia berpikir betapa bodohnya dia telah membiarkan Wanita yang dicintainya dan putranya menderita.
Lila tersenyum, hatinya menghangat saat melihat sorot mata Raffael.
"Aku akan pulang jam dua."
"Tunggu aku, aku akan menjemputmu," ucap Raffael.
"Baiklah, aku akan menunggu mu," jawab Lila.
"Kau tidak akan memberi ku hadiah setelah aku mengantarkan mu?" tanya Raffael saat Lila akan membuka pintu. Dia berharap Lila akan memberikannya ciuman.
"Raffael, kita belum menikah, jadi aku tak punya kewajiban untuk mencium tangan mu," balas Lila yang tank mengerti akan keinginan Raffael.
Raffael ingin sekali tertawa karna kepolosan Lila. "Kabari aku jika kau sudah selesai, ayo kita memesan gaun pengantin untuk mu."
__ADS_1
Lila pun tersenyum dan mengangguk. Karna Selama perjalan tadi, Raffael sudah memberi tau rencananya pada Lila. Raffael ingin secepatnya menikahi Lila dan Lila setuju dengan rencana Raffael.
Lila pun mengangguk, lalu dia turun dari mobil.
Setelah Lila turun, Raffael segera memajukan mobilnya dan menuju perusahaannya. Senyumnya masih setia tertanam diwajah tampannya.
Namun, senyum itu menghilang saat dia melihat seseorang yang telah menunggunya. Raffael berusaha mengatur napasnya menahan emosi saat dia melihat Gio menunggunya. Dia takut bahwa Gio akan merebut Lila darinya.
"Gio!" panggil Raffael.
Gio menoleh kearah samping saat Raffael memangilnya.
"Kenapa lu ga kerumah, malah kekantor gue?" tanya Raffael setelah mereka duduk berhadap-hadapan.
"Gue cuman mampir, sekaligus ngasiin ini buat lu," jawab Gio sambil memberikan undangan kehadapan Raffael.
Raffael membolak balikan undangan ditangannya. "Elu mau nikah," ucap Raffael saat melihat nama Gio yang tertera sebagai mempelai calon pengantin lelaki. Seketika dia mengehembuskan napas lega.
Gio menyipitkan matanya melihat Raffael,
__ADS_1
"Lu, khawatir gue rebut Lila dari lu?" tebak Gio yang memang sudah tau apa yang terjadi antara Lila dan Raffael
Raffael berdehem menghilangkan gugup karna ketakutannya terbaca oleh Gio.
"Gue cabut, ya."
"Buru-buru amat, emang lu mau kemana?" tanya Raffael saat Gio sudah bangkit.
"Gue mau nyamperin Lila, dia dirumah sakit,kan?"
Raffael bangkit dan memandang Gio dengan tatapan membunuh. "Lu, kenapa Lu, nemuin calon istri gue, bukannya lu mau kawin akan ?" tanya Raffael memandang Gio dengan tatapan sengit.
"Baru calon kan, berarti gue masih bisa nikung?" Gio tergelak saat melibat ekpresi kecut Raffael.
"Dah, ah, gue mau ketemu Lila," jawab Gio yang berlalu pergi meninggalkan Raffael tanpa mendengar lagi jawaban Raffael.
Raffael mengepalkan tangannya saat mendengar Gio akan menemui Lila, baru saja dia akan menyusul Gio memperitangatkannya agar menjauhi Lila Saat dia melangkahkan kakinya untuk kelaur dari ruangannya, langkahnya terhenti saat Malik menghadangnya.
"Maaf pak, semua telah menunggu diruang meeting," ucap Malik.
__ADS_1
Raffael mendengus mendengar ucapan Malik, "Ga guna," desis Raffael pada Malik yang tak pernah ingin mengantikan Raffael meeting karna menurut Malik hal itu sangtlah merepotkan.