
Setelah selesai, Malik menjatuhkan diri kesamping tubuh istrinya. Dia langsung meraih selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
"Vania!" panggil Malik pada istrinya yang menunduk menahan malu.
"Hmm."
"Terimakasih, Sayang," ucap Malik sambil mengelus mesra rambut Vania, lalu mencium kening Vania dengan penuh kasih sayang.
Vania mendongak melihat ke arah suaminya.
"Untuk apa kaka berterimakasih?"
"Terimakasih sudah mencintai ku, terimakasih sudah menerima ku kembali walau aku sudah menyakitimu dan terimakasih pula kau sudah menjaga dirimu," ucap Malik memandang Vania dengan tatapan penuh cinta.
Vania tersenyum, dia melingkarkan tangannya pada pinggang Malik dan meneluspkan wajahnya pada dada bidang Malik. "Aku mencintaimu, Kak."
"Aku lebih mencintaimu. Tidurlah, aku tau kau mengantuk."
Vania pun menangguk karna dia merasa benar-benar lelah.
•••
Setelah acara selesai, Bram langsung naik kekamarnya. Rasa sedih menghinggapinya mengingat dia sudah melepas kedua putrinya.
__ADS_1
Bram mengambil bingkai foto diatas nakas, Bram tersenyum saat melihat foto dirinya dan Keinya bersama ketiga putrinya.
Tak lama pintu terbuka, Keinya menggeleng saat melihat suaminya tak menyadari kehadirannya. Keinya dengan perlahan mendekati suaminya.
Setelah Keinya duduk, dia menggenggam tangan suaminya. "Kau masih bersedih, papih?" tanya Keinya dengan lembut.
Bram menoleh sambil tersenyum, "Aku hanya tak menyangka bahwa aku melepas kedua putriku secepat ini. Rasanya baru kemarin aku mengajari mereka berjalan," ucap Bram.
"Sudah kubilang, seharusnya dari dulu kau mengijinkan ku untuk hamil lagi," goda Keknya sambil mengerlingkan matanya.
Bram mencium punggung tangan istrinya. "Terimakasih, Sayang. Terimakasih, selama 20 tahun ini kau menemaniku dalam suka dan duka. Memberi kebahagiaan untuku dan untuk ke 3 putri kita."
"Papih, berhentilah bersedih, Vania dan Lila masih tetap berada di jakarta, kita masih bisa menemui mereka dan juga masih ada Tania dirumah ini."
"Aku yakin, Sebentar lagi Tania juga akan minta dinikahkan, dia, kan, sama seperti mu," ucap Bram sambil terkekeh.
"Kau tidak ingat dulu?"
Keinya menggeleng.
"Hubby, bangunlah, bukan kah kau ingin menikah dengan ku, mommy sudah merestui kita," ucap Bram menirukan suara Keinya. Itu adalah ucapan Keknya 20 tahun lalu saat Bram terbaring dirumah sakit.
Pipi Keinya bersemu, dia mencubit mesra pinggang suaminya. "Kau masih mengingat itu?"
__ADS_1
"Jelas aku masih mengingatnya, mana mungkin aku lupa saat seorang gadis muda merengek meminta untuk aku nikahi," jawab Bram dengan tergelak.
"Menyebalkan!" gerutu Keinya. Lalu Keinya bangkit dari duduknya.
"Kau mau kemana, Sayang?" tanya Bram dengan masih tergelak karna menyaksikan istrinya yang merajuk.
"Aku mau mandi, jangan ikuti aku!" teriak Keinya yang sudah menghilang masuk ke walk in closet.
Tentu saja Bram tak menyia-nyiakan kesempatan, dengan semangat 45, Bram menyusul istrinya.
Vania terbangun dari tidurnya, dia tersentak kaget saat dia sadar bahwa dia tertidur di pelukan Malik, baru saja dia akan berteriak. Akal sehatnya kembali bangkit.
Bodoh kau Vania, kau kan baru saja menikah.
Vania sedikit bergeser keatas, dia mensejajarkan wajahnya dengan wajah suaminya. Baru saja dia mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Malik, tapi dengan cepat Malik mendahului Vania. Malik langsung mencium bibir Vania, ********** dengan lembut, Vania yang kaget hanya bisa melotot, ternyata Malik tidak tidur, dia pura-pura memejamkan matanya saat Vania bangun.
"Cintaku, boleh kah aku melakukanny sekali lagi?" tanya Malik.
"Ta-tapi ini masih perih."
"Aku akan melakukannya dengan perlahan."
Vania pun mengangguk.
__ADS_1
Aku mau jabarin tapi ga tau Malik sama Vania mau ngapain wwkwk.
Masih mau lanjut? cus Vote istri di atas kertas. Istri di atas kertas up sore ya.