Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Julian dan Tania.


__ADS_3

Bram dan Keinya saling pandang saat Khalisia memanggil mereka. Keinya menggeleng, lalu turun dari pangkuan Bram.


"Kenapa kau bangun, Sayang?" tanya Bram saat menghampiri Khalisia.


"Papih dan Mamih kenapa pergi meninggalkan kami?" tanya Khalisia, ia bergantian melihat Keinya dan Bram.


Bram mengangkat Khalisia dan kembali menidurkannya, lalu Bram ikut berbaring di sebelah Khalisia dan Stevia berbaring di sebelah Khalisia.


"Ayo tidur lagi. Papih dan mamih tak akan kemana-mana," jawab Bram. Ia menoleh kebelakang, melihat pada istrinya. Dan melambaikan tangannya mengisyaratkan Keinya agar berbaring di belakangnya


Keinya menggeleng, kemarin-kemarin hanya Stevia yang menyabotase waktu suaminya, dan kini, ada Khalisia.


Keinya pun berjalan ke arah ranjang, lalu membaringkan dirinya di sebelah Bram, tak lupa ia memeluk pinggang suaminya.


Bram tersenyum saat melihat kedua cucunya. Khalisia dan Stevia mengingatkannya pada Tania dan Vania saat mereka masih kecil.


Karena Khalisia tak bisa memejamkan matanya lagi, Khalisia pun merubah posisi berbaringnya menjadi menyamping menghadap Bram. Sedangkan Bram saat Khalisia berbalik, langsung memejamkan matanya, berpura-pura untuk tidur agar Khalisia ikut tertidur.


Khalisia mengernyit heran saat melihat tangan Keinya berada di pinggang Bram. Ia pun bangkit dari berbaringnya dan dengan gerakan sangat pelan ia mengangkat tangan Keinya dan berniat menurunkannya agar tak memeluk Bram.

__ADS_1


Keinya yang belum memejamkan matanya, langsung mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang memegang tangannya. Dan tepat saat Keinya mengangkat kepalanya, Khalisia dengan cepat kembali berbaring dan berpura-pura memejamkan matanya.


Bram hampir saja tergelak saat melihat tingkah cucunya. Sepertinya, untuk kedapannya ia harus mencuri-curi waktu untuk berduaan dengan istrinya.


Khalisia pun kembali membuka matanya. Ia menusuk-nusuk pipi Bram membuat Bram membuka kembali matanya.


"Papih, antarkan aku pada Daddy. Aku ingin tidur bersama Daddy!" pinta Khalisia. Walaupun sudah menempel pada Bram, tetap saja nama sang ayah yang menjadi juara di hatinya.


Bram pun mengangguk, ia menoleh ke arah Keinya. "Aku akan mengantar Khasia pada Tania," ucap Bram, Keinya pun mengangguk, lalu menurunkan tangannya dari pinggang Bram.


••


"Kau belum mengantuk?" tanya Bram. Keinya menggeleng, Bram memanjangkan tangannya agar Keinya tidur dengan berbantalkan tangan Bram.


Keinya menggeleng, ia mengelus pipi suaminya dan mengecup bibir suaminya. "Papih, mulai besok jangan ber'olahraga terlalu keras. Kau akan sakit nanti," keluh Keinya. Belakangan ini, Bram meningkatkan olahraganya 2x lipat. Umurnya sudah tak lagi muda, dia terus berolahraga agar terus sehat dan menemani istrinya.


Bram tersenyum kemudian mencium kening istrinya, lalu membawa Keinya kedalam dekapannya. "Aku hanya ingin terus sehat agar selalu bisa menemanimu," jawab Bram, membuat Keinya tersenyum.


•••

__ADS_1


Seminggu kemudian.


Saat sampai di hotel, Tania langsung merebahkan dirinya di ranjang, perjalanan Jakarta Jogja sangat terasa melelahkan. Apalagi kondisinya sedang berbadan dua.


Julian melepas jaketnya, ia menyusul Tania yang sudah berbaring. "Kau ingin sesuatu, hmm?" tanya Julian. Ia membaringkan dirinya di sisi istrinya. Tangannya langsung merapikan rambut yang menutupi pipi Tania.


"Dad, kerok punggungku!" titah Tania, membuat Julian mengernyit heran.


"Kerok?" ulang Julian yang tak mengerti apa yang di ucapkan istrinya.


Tania pun bangkit dari berbaringnya, ia turun dari ranjang dan mengambil tasnya, lalu mengambil koin dan minyak angin yang selalu ia simpan.


Tania pun kembali naik ke ranjang, Ia membuka pakaiannya, lalu mulai mengerok bahunya, memberi contoh pada Julian. "Seperti ini, Dad!"


"Sayang, bahumu memar!" pekik Julian dengan kaget saat melihat bahu yang di keruk Tania berubah jadi memerah.


Dengan panik, Julian langsung merebut koin di tangan Tania, membuat Tania tertawa terbahak bahak.


__ADS_1


Bayangkan, bahagianya jadi Tania wkwkwk


__ADS_2