Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Season 2


__ADS_3

Raffael terbahak saat mengolol-ngolok Aska.


Aska berdecih, ia menegakan duduknya.


"Kau tau, di masa lalu. Daddy adalah lelaki paling tampan dan berkarisma, bahkan ketika Daddy sholat jumat memakai baju koko dan sarung lalu keluar dari kantor, semua karyawan Daddy menatap kagum pada Daddy termasuk Mommy mu," jawab Aska. Ia menepuk dada ketika membicaran dirinya saat masih muda. .


"Lalu kenapa kau hanya memiliki satu mantan?"


"Sebenarnya banyak yang mengejar-ngejar Daddy, tapi karena hati di hati Daddy sudah ada nama Mommy mu jadi Daddy tak menerima mereka semua."


"Seandainya, Daddy tak mengurung Mommy di apartemen Om Andra, mana mungkin Mommy mau dengan mu, Dad."


"Ishhh, Kau tau ...." Aska menghentikan ucapannya saat melihat Lila datang dari dalam. tiba-tiba ia ingin membalas sang putra.


"Kau bangga sekali, kau pun hanya punya satu mantan, wanita malam pula," jawab Aska. Lila yang akan menyerahkan Magika pada Raffael menghentikan gerakannya karena ingin mendengar jawaban suaminya.


"Walau dia hanya hanya wanita malam, tapi setidaknya saat bersamaku dia sudah berubah, bahkan dia bisa membesarkan putranya seorang diri," jawab Raffael dengan bangga.

__ADS_1


Mata Aska membulat sempurna saat mendengar Raffael membahas tentang anak. Dia yang semula hanya ingin membalas sang putra tak menyangka bahwa putranya membahas tentang Riana dan anaknya.


Perjuangan Lila lebih besar saat mengandung Lyo dan membesarkan selama 3 tahun, tapi kini suaminya malah membanggakan wanita lain. Sungguh, Aska ingin menarik ucapannya.


Saat Raffael ingin melanjutakan ucapannya, Aska menendang kaki Raffael.


"Kau kenapa, Dad?" tanya Raffael.


"Oh, kau bangga dengan mantanmu, Daddy?" tanya Lila, ia mendudukan dirinya di sisi Raffael.


Seketika Raffael melihat kearah Aska, Aska yang di tatap hanya memalingkan tatapannya ke arah lain.


Melihat akan ada perang antara anak dan menantunya. Aska bangkit dari duduknya. "Magika, ayo kita main di dalam." Aska mengambil Magika dari gendongan Lila.


Raffael mengutuk dirinya dan sang Daddy, ah ia lupa bahwa ayahnya tak ingin kalah dengan siapa pun.


Setelah Aska masuk, Lila merubah posisinya mengahadap Raffael. Ia menatap tajam Raffael.

__ADS_1


"Jadi kau bangga padanya karena membesarkan anaknya? lalu apakau tidak bangga padaku, padahal aku pun membesarkan anakmu seorang diri dan penuh air mata."


Raffael menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, padahal hanya dari masalah sepele. Tapi di tangan wanita, masalah sepele itu akan menjadi lebih besar. Bahkan selama menikah ia belum bertemu lagi dengan Riana, mantannya. Tapi, itulah wanita ....


"Sayang, bukan itu maksudku," jawab Raffael. Ia menarik tangan Lila, tapi Lila menepisinya.


"Ayo pulang!" balas Lila. Ia tak ingin keluarganya melihat Lila yang sedang kesal pada Raffael. Tanpa mendengar jawaban Raffael, Lila pun bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke dalam untuk berpamitan.


Raffael menghembuskan napas kasar, seandainya ia tadi mengikuti keinginan istrinya untuk diam dirumah saja mereka takan bertemu dengan Riana, takan ada lagi pembahasan tentang mantan dan tentang masa lalu.


Sekarang, dia harus bekerja keras untuk mendapatkan maaf dari istrinya. Fiks dia takan lagi memaksa pergi jika istrinya tidak memaksa.


°°°


"Kamu bilang apa, Mas?" tanya Vania, memandang suaminya dengan tatapan tajam.


Seketik Malik memejamkan matanya, mengigit bibir bawahnya, ia harus menjawab apa pada istrinya

__ADS_1


Ada yang kaya Lila ga , sellalu ga suka kalau pasangannya ketemu mantan.?/🤣🤣


__ADS_2