Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
bab 32


__ADS_3

Lila terus menangis sesegukan dia menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya. Dia menyesal telah menyetujui untuk pulang, karna walaupun dia hidup di panti dengan serba kekurangan tapi setidaknya dia tak pernah hidup dalam ketakutan.


Sekuat apapun Bram menahan tangisannya agar tidak tumpah, tetap saja dia tak bisa menahannya.


Ayah mana yang sanggup melihat putri yang dirawatnya dengan baik dan penuh cinta tapi dirusak oleh orang lain dan membuat putri yang amat dicintainya menderita.


Lila langsung mengangkat kepalanya saat mendengar Bram terisak.


"Pa-pih, maafkan aku, aku tak bermasud membuat papih menangis," ucap Lila yang merasa bersalah. Dia sudah terbiasa tak ingin mengecewakan orang tuanya, hingga dia terus meminta maaf walau dia tak salah.


Bram mengusap air matanya, Lalu dia memegang kedua bahu Lila, "Bangunlah!" titah Bram.


Lila pun menurut, Bram mendudukan Lila diranjang dan Bram ikut duduk disamping Lila. Bram membawa Lila kepelukannya.


"Ceritakan pada papih apa yang mamih Tya lakukan pada mu!" titah Bram. Bram yakin jika penyeban utama putrinya selalu ketakutan adalah karna trauma yang diberika Tya.

__ADS_1


"Bo-bolehkan aku jujur? pa-papih takan memarahiku, kan, jika aku jujur?" tawar Lila dengan terbata-bata.


"Katakanlah, semua. Jangan menyimpan semuanya sendiru."


Lila pun mengangguk dan mencoba tenang sebelum menjelaskan. "Saat umurku berusia 10 tahun, aku mendengar mamih Tya bertelpon dengan seseorang, tapi karna aku masih kecil aku tidak mengerti apa yang mamih Tya katakan. Tapi saat membuka ponsel mamih, aku tak sengaja melihat foto-foto vulgar mamih bersama lelaki lain, A-aku berkata pada mamih akan memperlihatkan foto-fotonya pada papih. Tapi mamih Tya langsung menyeretku kedalam gudang, dan mengurungku hingga malam. Mamih Tya mengancam akan mengurungku selamanya digudang dan membiarkanku


mati kelaparan." Lila menjeda sejenak ucapannya karna merasa sesak harus menceritakan luka lama yang ia pendam.


"Saat itu aku masih kecil, tapi aku mengerti apa yang sedang mamih Tya lakukan, Saat itu aku takut dengan ancaman mamih Tya, aku terpaksa memendamnya semua sendiri. Dan mamih Tya selalu bersikap kasar kepadaku setiap dia kesal. Lalu saat mamih Tya mamih Tya menjemputku kesekolah, mamih Tya menyuruhkuhku untuk menjelekan mamih Kei agar papih membenci mamih Kei. Tapi aku menolak. Lalu mamih Tya kesal dan mencubit tanganku dengan keras. Lalu dia mengatakan hal yang amat menyakitkan, Mamih Tya mengatakan bahwa aku bukan anak kandung papih, dan berkata papih dan mamih Kei akan membuangku. Saat aku tau yang sebenarnya aku selalu malu saat melihat papih, aku selalu merasa tak pantas mendapat kasih sayang dari papih dan mamih. Dan selaman 15 tahun pula aku selalu ketakutan jika mamih dan papih akan membuangku." Lila kembali menumpahkan tangis pilu yang selama ini dia pendam.


Tya kenapa kau begitu tega pada putriku. Kenapa kau harus membuatnya menderita.


Raffael.


Saat Keinya dan Bram menyusul kekamar Lila, Aska yang dari tadi hanya diam memilih pergi dari meja makan tanpa menghiraukan Raffael. Dan setelah Aska pergi Aysel pun ikut bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Melihat mommy nya bangkit, Raffael langsung bangkit dari berlututnya. Dengan secapat kilat dia mengejar Aysel.


Dan kemudian Raffael memeluk Aysel dari belakang.


"Sebentar saja mommy, biarkan aku memelukmu," ucap Raffael saat memeluk Aysel. Dia menangis karna bahagia bisa memeluk ibunya kembali. "Momy aku berjanji akan memperbaiki semuanya dan akan bertanggung jawab," ucapnya lagi saat melepaskan pelukannya.


Lalu Aysel melangkahkan lagi kakinya tanpa berbalik melihat kearah Raffael.


Dia seorang ibu, tentu dia merindukan putranya. Dia ingin memeluk putranya. Namun dia benar-benar tak bisa menerima kelakuan Raffael yang membuat Lila menderita terlebih lag Aysel pernah merasakan apa yang Lila rasakan.


Raffael pun keluar rumah dan berjalan dengan gontai. Saat dia akan keluar dari pintu, Tania dan Vania akan melangkah masuk, hingga kini mereka berhadap-hadapan.


Vania dan Tania melihat Raffael dengan tatapan benci. Dan saat melihat Vania satu ide terlintas dipikiran Raffael.


Maaf telat ya, ada acara nge dadak. tapi tetap mengusahakan untuk up

__ADS_1


__ADS_2