Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
bab 36


__ADS_3

Setelah Raffael bertemu dengan Vania dan Tania dirumah Aysel saat kedatangan Lila. Raffael yang kala itu ingin berbicara dengan Vania namun dia mendapatkan balasan yang menyakitkan. Dia tak menyerah begitu saja.


Setelah hari itu, dia benar-benar membuntuti aktivitas Vania dan Tania. Selama 3 bulan dia menanti momen saat Vania sendiri. Namun, sayang dimana ada Vania disitu ada Tania, hingga dia selalu tak punya kesempatan untuk berbicara pada Vania. Raffael hanya ingin meminta bantuan pada Vania agar bisa mempertemukannya dengan Lila.


Namun, sepertinya hari ini nasib baik sedang berpihak padanya. Saat Raffael mengikuti Vania dari rumah menuju ke kampus ternyata Vania hanya berangkat sendiri dan Raffael bisa bernapas lega karna akhirnya dia bisa berbicara dengan keponakannya.


"Vania!" panggil teman Vania dari arah belakang.


Vania yang baru saja selesai meminum jus langsung menoleh kebelakang. "Ada apa? jam kuliah ke dua, kan , dua jam lagi? tanya Vania.


"Ada seseorang yang mencarimu," balas teman Vania sambil duduk di depan Vania.


"Entahlah, dia menunggumu di tempat parkir."


"Kau tidak akan kemana-mana, kan,?" tanya Vania sebelum pergi dari meja kantin."


"Memangnya kenapa?"


"Makanan ku belum datang, untuk mu saja jika makanannya sudah datang. Aku sudah membayarnya," kata Vania sambil berdiri bersiap melangkah pergi.


Saat berjalan ke dekat parkiran, Vania melihat lelaki tampan sedang menyilangkan kedua kakinya dengan kedua tangan yang bersedekap dan menyandarkan tubuhnya pada mobil mewah dibelakangnya.


Ya. Siapa lagi kalau bukan Raffael.


Saat melihat Vania, Raffael melepaskan kaca matanya. Dia berjalan ke arah Vania saat Vania akan berbalik.


Dan saat melihat Raffael, Vania berniat kembali kedalam kampus. Dia sungguh enggan berbicara dengan Raffael. Namun sayang, Raffael mencekal tangannya.


"Apa yang kau lakukan?" ucap Vania dengan sinisnya.


"Vania, bisakah om bicara dengan mu?" pinta Raffael penuh harap.


"Tidak bisa, aku sibuk!" kata Vania dengan sinisnya.

__ADS_1


Raffael melihat ke arah kanan dan kiri, dia lega karna area parkiran sedang sepi, dia pun menarik tangan Vania sedikit kencang agar Vania mau mengikuti langkahnya dan seteleh itu Raffael membawa Vania ke mobilnya.


Setelah berbicara dengan Vania panjang lebar dan meyakinkan Vania bahwa dia hanya ingin meminta maaf. Vania pun luluh dia memutuskan untuk membantu Raffael karna dia yakin omnya benar-benar menyesal.


Dan kini Raffael sudah berada di apartemen milik kaka iparnya. Dia sudah mendapatkan kabar dari Vania bahwa dia sudah menyuruh Lila untuk datang ke apartemenya.


Dan tak lama dia mendengar suara pintu terbuka. Dia dengan sigap bersembunyi di balik pintu kamar. Dan tepat saat Lila masuk dia langsung menutup pintu kamar.


Lila yang membelakangi pintu langsung menoleh, dia terkejut saat melihat Rafael tengah berdiri didepannya.


"Ra-raffael," ucap Lila dengan terbata-bata. Tubuhnya langsung gemetar saat melihat Raffael.


"Lila, tenanglah, aku tak akan menyakitimu, aku hanya ingin bicara denganmu," jawab Raffael sambil melangkah mendekati Lila.


"Mundur, jangan mendekat!" teriak Lila dengan emosi. matanya mencari sesuatu untuk melindungi diri dari Raffael.


Raffael terus mendekat kearah Lila, dan Lila juga beringsut mundur.


"Lila, tenganglah, aku berjanji takan melukaimu," ucap Raffael saat melihat Lila ketakutan melihat dirinya.


"Maafkan aku ... Maafkan aku Lila. Aku sungguh menyesal, ijinkan aku menebus semua kesalahanku," ucap Raffael dengan terus memegang kaki Lila. Dia bersimpuh meminta ampun pada wanita yang telah ia lukai.


Lila terhenyak kaget saat melihat Raffael berlutut, bahkan dia bisa merasakan kakinya basah karna air mata Raffael.


Namun tak lama kesadarannya hilang, dia jatuh pingsan. Saat tubuh Lila akan terjatuh ke lantai, Raffael dengan sigap menahan tubuh Lila.


"Lila ... Lila!" Raffael menepuk-nepuk pipi Lila saat dia sudah membaringkan Lila diranjang.


Raffael menggenggam tangan Lila, dia mengecupnya dengan penuh kasih sayang sambil meneteskan air mata. "Maafkan aku Lila, aku sungguh menyesal atas apa yang aku lakukan dulu, ijinkan aku bertanggung jawab, aku mencintaimu sungguh-sunggug mencintaimu," ucap Raffael sambil memandang Lila yang tak sadarkan diri. Lalu melepas genggamannya dan mengambil amplop dari saku jasnya dan meletakannya pada tangan Lila. Lalu dia bangkit dan mencium kening Lila. "Aku akan selalu berjuang untuk mendapatkan maafmu. Aku mencintaimu." Raffael pun pergi meninggalkan Lila. Dia sadar waktunya tidak banyak karna Raffael tau bahwa pengawal pasti akan mencari Lila karna sudah lama Lila berasa di apartemen.


Dan tepat saat Raffael pergi, mata Lila terbuka. Lila langsung menangis, karna sejujurnya saat Raffael menggenggam tangan Lila, Lila sudah sadarkan diri hingga dia bisa mendengar apa yang diucapkan Raffael.


Lalu dia bangkit dari tidurnya dan membuka amplop yang Raffael tinggalkan dan ternyata isinya adalah sebuah surat.

__ADS_1


Lila, aku tau kesalahan ku pada mu sangat besar pada mu, aku tau aku bagai manusia yang tak tau malu yang meminta maaf padahal kesalahanku tak layak untuk dimaafkan.Tapi kali ini aku mohon ijinkan aku menebus kesalahan ku pada mu dan pada putra kita. Aku akan selalu menunggu mu membuka pintu maaf untuku. Aku mencintaimu Lila.


Setelah membaca surat yang ditulis Raffael, Lila langsung meremasnya dan membuang pada sembarang tempat. Dia langsung bangkit dari duduknya. Dan saat dia keluar kamar, dia melihat pengawal sedang berdiri didepannya.


"Maaf nona, saya lancang masuk mengikuti anda. Tapi tuan Bram menyuruh anda untuk segera pulang."


Lila tersenyum, "Maafkan aku telah membuat kalian menunggu," balas Lila. Lila pun berjalan mendahului pengawalnya.


Saat dia sampai dihalaman rumahnya, dia tak langsung turun dari rumahnya. Dia tersenyum saat memandang papihnya sedang bersedakap menunggunya.


Ya allah terimakasih kau kirimkan orang tua sebaik papih dan mamih untuk.


Lila pun turun dari mobil, dia langsung menghampiri Bram.


"Papih, apa papih menunggu ku?" tanya Lila.


Namun bukannya menjawab Bram malah memeluk Lila.


"Pa-papih ada apa?" tanya Lila saat Bram memeluknya.


Bram melepas pelukannya. "Apa mamih Tya melukaimu lagi?" tanya Bram.


Lila tersenyum, "Papih, aku sudah besar. Ada pengawal yang melindungiku."


Bram mengusap lembut rambut putrinya. "Ayo masuk, kita makan malam!


mereka pun berjalan masuk.


Semalaman dia berpikir tentang dirinya dan Raffael. Dia memutuskan untuk berbicara dengan Raffael untuk menyelesaikan kesalah pahaman antara dirinya dan Rafael.


Dia akan berusaha memaafkan Raffael dan ingin hidup tenang tanpa dendam. Dia hanya ingin keluarganya kembali seperti semula apalagi dia tau bahwa momanya sangat merindukan Raffael. Walaupun dia memutuskan memaafkan Raffael tapI Lila akan menolak tegas jika Raffael mengajaknya menikah.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Kantor Abraham grup


__ADS_2