Cinta Suci Zalila

Cinta Suci Zalila
Bab 46


__ADS_3

Sementara Lila ...


walaupun Lila sudah mengatasi traumanya dengan datang ke psikiater. Namun, tetap saja rasa ketakutan akan dibuang itu masih ada dan dia juga terbiasa untuk tak ingin membuat orangtuanya kecewa dan lagi-lagi alasannya adalah selalu takut dibuang.


Dan setelah mendapat tatapan tajam dari Keinya, dia berpikir Keinya kecewa padanya dan saat masuk kamar dia melamun dan matanya berkaca-kaca. Lila yang sedang duduk di di sofa menunduk dan meremas kedua tangannya saat pintu kamar terbuka dan ternyata mamihmya yang masuk dengan membawa nampan berisi susu kesukaan Lila.


keinya menaruh nampan yang dia bawa diatas nakas dekat ranjang lalu dia menghampiri  Lila yang sedang duduk


di sofa sambil menunduk dan Keinya tau bahwa putrinya sedang takut pada dirinya.


Keinya mendudukan dirinya disamping Lila, dia menggenggam tangan putrinya dan membawa kepala Lila untuk bersandar di pundaknya.


lama setlah Lila terdiam, dia mulai terisak. "Ma-mamih, maafkan aku  mengecewakan mamih lagi, ji-jika mamih tak menyukai aku dekat kembali  dengan Raffael, aku berjanji akan menjauhinya. Tapi tolong jangan membuangku dan Lyo. A-aku tak punya siapa-siapa lagi, aku takut jika mamih Tya membawaku dia akan menyiksa Lyo seperti dulu aku disiksa olehnya,' tutur Lila panjang  lebar.

__ADS_1


Mendengar itu, Keinya merasakan sesak di dadanya, dia berpikir putrinya telah sembuh dari traumanya. Keinya menahan tangisnya agar tidak pecah, sebab dia tau bahwa putriny adalah orang yang perasa.


Keinya membelai rambut Lila, "Kau taukan betapa mamih menyayangimu dan kedua adikmu lebih dari apa pun? dan jika Raffael bisa membuatmu bahagia, maka mamih akan merestui kalian."


Seketika LIla mengangat kepalanya dan menatap Keinya. "Ta-tapi, mamih tidak akan memuangku, kan?" tanya Lila dengan berlinang air mata.


"Keinya menghapus air mata LIla dengan ibu jarinya. "Kenapa, kau selalu berpikir bahwa kami akan membuang mu? apa kau mengnggap bahwa kasih sayng kami selama ini hanya pura-pura?'


Lila kembali meremas kdua tangannya, dia berpikir dia telah menyinggung Keinya. tak lama


dan setelah mendengar itu, LIla pun mengangguk dalam pelukan Keinya.


Keinya melepaskan pelukannya dan menatap dalam mata putrinya. "Kemarin kau bertanya pada mamih ingin hadiah apa untuk ulang tahun mamih lusa, jadi bolehkah mamih memintanya sekarang?'

__ADS_1


Lila pun mengangguk


"Mamih hanya ingin kau bertemu mamih Tya, maafkan kesalahannya dan lupakan semua yang terjadi, dan mamih yakin, setelah kau bisa memaafkan mamih Tya, kau tak akan ketakutan lagi."


"ta-tapi ..."


"mamih tau sangat sulit untukmu melupakan masa lalu. Tapi itu semua sudah  berlalu. Jika kau ingin berbahagia bersama raffael dan Lyo maka turutilah perkataan mamih, kau mengerti?"


Lila pun tersenyum dan mengangguk, "Terimakasih, mamih. aku juga sangat menyayangi mamih."


"Istirahtalah, Lyo juga sudah tidur, mamih akan kembali kekamar.''


dan sebelum Lila bangkit dari duduknya untuk mengambil susu, ponsel yang ditaruhnya dalam saku bergetar.

__ADS_1


Sore atau malam up lagi man teman.


__ADS_2