Cinta Untuk Zahra (END)

Cinta Untuk Zahra (END)
67. Liburan, masih rencana


__ADS_3

Mobil melaju kembali menuju rumah Ega dengan kecepatan sedang. Keramaian dan mencetnya kendaraan makin menjadi. Maklum memang, sekarang sudah memasuki jam pulang kerja.


Sepanjang perjalanan diisi oleh cerita dari Keyla. Mendengarkan cerita gadis itu secara langsung membuat Zahra merasa ketakutan apalagi saat Keyla menatap tajam ke arahnya.


"Keyla, jangan gitu melihatnya, Kakak jadi takut," ucap Zahra pada Keyla.


Gadis kecil itu tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi yang di perlihatkan Zahra. Keisengan Keyla masih berlanjut hingga mereka semua tiba di rumah Ega


"Akhirnya kita sampai juga," ucap Keyla.


Mereka semua turun dari dalam mobil, Om Dimas dan istrinya menurunkan barang bawaannya. Zahra dan Ega ikut membantu mereka membawa beberapa tas dan buah tangan yang dibawa keluarga Keyla.


Sampai di depan pintu, gadis kecil itu mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Dari dalam rumah terdengar suara Uti Salma menjawab salamnya bersamaan dengan pintu yang terbuka.


"Nenek," ucap Keyla dan menghambur ke pelukan Uti Salma.


"Cucuku yang cantik, lama nggak berkunjung, Uti kangen," ucap Uti Salma.


"Aku manggilnya Nenek, bukan Uti kaya Kak Ega hehehe," ucap gadis kecil itu dengan menatap Ega.


Zahra dan lainnya tersenyum mendengar jawaban Keyla. Kepolosan gadis itu membuat orang-orang yang berada di dekatnya mudah jatuh hati padanya.


"Sama saja, Nduk," jawab Uti Salma menggelengkan kepalanya.


Mereka semua masuk ke dalam rumah. Keyla langsung menuju ruang keluarga dan menyalakan televisi. Orang tuanya terlebih dahulu membawa barang mereka ke kamar dan menyerahkan buah tangan yang dibawanya pada Zahra.


Mereka semua berkumpul di ruang tengah bersama dengan Keyla yang sudah terlebih dahulu berbaring di sofa.


Zahra tersenyum bahagia melihat keluarga Ega yang sangat harmonis itu. Ia sangat bersyukur dapat diterima dengan baik oleh mereka.


Ia benar-benar tak menyangka bisa sampai pada tahap ini. Di mana ia bisa ikut berkumpul bersama layaknya saudara sesungguhnya tanpa ada sekat yang menghalangi.


Sedari tadi, perdebatan sepele terjadi antara Ega dan adik sepupunya itu. Lelaki dewasa itu suka sekali mengganggu Keyla dengan ejekan-ejekan recehnya.


*****


Setelah makan malam, Zahra berpamitan hendak istirahat. Tak disangka, Keyla merengek padanya untuk tidur berdua dengan gadis itu. Dengan senang hati Zahra mengiyakan keinginan gadis kecil itu.


"Ayo, Kak. Aku capek mau istirahat juga," ajaknya pada Zahra.


Setelah mendapat ijin dari orang-orang yang sedang berkumpul di ruang keluarga, Zahra dan Keyla naik menuju lantai dua tempat kamar Zahra berada.

__ADS_1


"Oh, Kakak nempatin kamar yang ini ya," ucap Keyla begitu memasuki salah satu kamar yang sekarang ditempati Zahra selama ia menginap di sini.


"Kenapa?" tanya Zahra penasaran.


"Gak papa sih, hehehe. Kak Zahra. Aku kan liburan lama di sini, nanti ajak aku jalan-jalan ya," pinta Keyla.


"Mau jalan-jalan ke mana? Udah punya pilihan?" tanya Zahra.


"Lah iya itu, Kak. Aku gak tahu. Hehehe. Dulu kan waktu aku ke sini masih kecil. Jadi belum tahu tempat-tempat rekreasi di Malang, gitu, Kak," ucap Keyla terlihat imut dengan gayanya.


"Em, sini. Kita browsing tempat rekreasi. Ada beberapa tempat yang pernah kakak kunjungi, kamu mau ke sana?" tanya Zahra.


Keyla mendekati Zahra yang tengah bersandar di kepala ranjang. Gadis itu mencondongkan wajahnya melihat ke arah ponsel Zahra.


"Kakak pernah ke mana aja liburannya?"


"Banyak sih. Pantai, wahana bermain, kayak Jatimpark gitu. Di sini banyak macemnya, kebun teh juga ada, air terjunnya juga ada. Atau ke time zone juga banyak mall di sini. Malah kemarin baru buka Transmart Malang," Zahra menyebutkan beberapa pilihan destinasi untuk Keyla.


"Kalau ke pantai boleh gak ya sama Ayah, Ibu?" guman Keyla.


"Kamu mau ke pantai? Di sini ada pantai lintas selatan. Perjalanan lumayan jauh sih kalau dari kota. Sekitar tiga sampai empat jam."


"Kalau jatimpark itu gimana, Kak?"


"Hem. Aku bingung jadinya Kak. gimana kalau kita ke wisata yang pemandangan keren gitu," usul Keyla.


"Boleh. Bentar aku searching dulu. Nanti kamu pilih mana tempat yang pengen dikunjungi," ucap Zahra.


Gadis membuka aplikasi browsing untuk mencari destinasi wisata alam yang seperti diinginkan Keyla. Ada banyak tempat wisata alam yang muncul.


"Wah ini keren nih, Kak. Ini jauh gak dari tempat kita?" tanya Keyla menunjuk salah satu gambar.


"Ini taman labirin, lumayan deket sih. Sekitar satu jam dari sini, mau ke sini?" tanya Zahra memastikan.


"Mau, Kak. Kita ke sana ya," ucap gadis itu semangat.


"Oke. Nanti kita bilang kakak kamu ya. Ada lagi yang mau dikunjungi? Sepertinya kita bisa ke beberapa tempat setelah dari taman labirin," tawar Zahra.


"Em, nanti aja deh Kak. Aku browsing sendiri," jawab Keyla.


"Ya sudah, ayo istirahat," ajak Zahra.

__ADS_1


"Nanti dulu deh, Kak tidurnya. Aku masih belum ngantuk," kata Keyla.


"Oh iya, jangan lupa bilang dulu ke tunangan kakak kita mau liburan. Kata Kak Ega kakak juga punya adik seumuran aku. Nanti ajak juga ya, Kak," pinta Keyla.


"Hem, iya adiknya kakak baru kelas satu SMA, tapi sekarang dia ada di Tumpang. Jauh dari sini. Sepertinya dia tidak bisa ikut deh nanti."


"Ya ajak ke sini, Kak. Biar liburannya ramai. Kan seru kak kalau banyak temennya." Keyla masih berusaha membujuk Zahra.


"Iya gampang deh. Bisa di atur nanti," jawab Zahra.


Sementara dua gadis beda usia itu tengah merencanakan liburan, di ruang keluarga , Ega dan para orang tua tengah berkumpul dan bercengkrama sambil menikmati minuman hangat dan kue kering yang disediakan asisten rumah.


"Ga, rencananya kapan?" tanya Om Dimas pada lelaki itu.


"Masih belum tahu, Om. pengennya aku sih ya secepatnya," jawab Ega.


"Uti setuju kalau kamu menikah dengan Zahra. Uti bisa melihat dia memang gadis yang baik," ucap Uti Salma.


"Uti sudah membuktikan sendiri, dia anak yang lembut, sabar, telaten, dan masih banyak lagi kelebihan yang ia miliki," lanjut Uti Salma.


"Iya, Uti. Makanya aku juga maunya buru-buru cepet sah gitu," jawab Ega.


"Ya omongkan sama dia, buat dia yakin padamu, Nak. Uti gak mau kehilangan


cucu mantu kesayangan seperti Zahra."


"Iya, Uti," Ega.


"Bu, Mas. Sebelumnya aku udah mau minta tolong. Aku nitip Keyla di sini," ucap Dimas.


"Iya, boleh. Biar Ibu juga ada yang menemani saat aku atau Ega bekerja," jawab sang tuan rumah.


"Sebenarnya sebelum ke sini, Keyla mengalami penculikan. Kami takut dia memiliki trauma. Jadi kami berfikiran lebih baik dia di sini dulu satu atau dua minggu."


"Astaghfirullah, kenapa bisa cucuku diculik?"


"Ceritanya panjang, Bu," ucap ibu Keyla.


Akhirnya Ibu Keyla menceritakan kejadian yang menimpa anak gadisnya.


*******

__ADS_1


biar bacanya nyambung.. kalian wajib baca cerita Keyla.


Apa Aku Berbeda? by Lina Agustin


__ADS_2