
Bab 100
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Hari ini keberangkatan Bima ke Australia,, tampak Antasari sedang sibuk menelepon seseorang.
"Kami akan berangkat sekarang..."
"Tolong bantu handle perusahaan Bima.."
"Syukurlah kalau sudah ada titik terang keberadaan Nelam.."
"Om yakin kalau kamu bisa mengatasi semua nya.."
"Do'a kan kesembuhan Bima.."
"Terimakasih banyak.."
Antasari menutup ponsel nya,,menarik napas dalam dan membuangnya kasar.
Antasari yakin seseorang itu bisa membantu mereka mengatasi masalah.
Kemudian Antasari menatap Bima yang sedang duduk di kursi roda sambil menghadap jendela kaca yang menampakkan pemandangan di luar.
Pandangan nya kosong,,Bima merasa hati nya hampa,,dia tidak tahu di mana keberadaan istri dan calon bayi nya,, sedangkan keadaan dia tidak berdaya.
Dia mempunyai uang, kekuasaan dan banyak anak buah,,tapi dia ingin mencari dan menemukan Nelam dengan tangan nya sendiri.
Bima mengepal keras tangan nya,, merasakan sesak di dada nya,,ingin rasanya dia memukul dan mengamuk.
Bima mengusap kasar wajahnya sambil menarik napas mencoba menenangkan gemuruh di dada nya.
Di saat itu ada tangan yang menepuk pundak nya dan memanggil nama nya.
"Bim.."Ucap seseorang itu yang tak lain adalah Antasari.
"Jangan khawatir sudah ada seseorang yang akan mencari Nelam dan menghandle perusahaannya mu.."Ucap Antasari menepuk pelan pundak Bima,, Antasari tahu apa yang sedang di pikirkan dan di rasakan putera nya.
"Fokus lah dengan pengobatan mu,, karena masih banyak orang yang membutuhkan mu,,istri,,calon anak mu,, pasti nya mamah dan papah.."Ucap Antasari ikut menatap pemandangan di balik jendela kaca.
Bima hanya mengangguk.
"Pah,,kita bisa berangkat sekarang..??"Ucap Sinta yang masuk ke dalam kamar bersama Beni,, Dokter dan perawat.
Salah satu perawat dengan cekatan langsung menghampiri Bima.
"Kita berangkat sekarang pak Bima.."Ucap perawat itu dengan ramah dan tersenyum kemudian mendorong kursi roda Bima.
Bima tetap tidak menjawab,,Sinta menatap sedih putera nya.
Mereka pun melakukan penerbangan dengan menggunakan pesawat jet pribadi.
__ADS_1
*************
Di kediaman Sakti.
Sakti dan Laras memperlakukan Nelam dengan baik,,Sakti memberikan semua fasilitas yang tidak pernah Nelam minta,,semua kebutuhan Nelam pun di penuhi.
Setiap hari Sakti akan menyuruh Dokter memeriksa kesehatan Nelam dan janin nya,,Sakti begitu perhatian dan memperlakukan Nelam seperti kristal yang tidak boleh tergores sedikit pun.
Dia tidak peduli dengan keadaan Nelam yang sedang hamil,, bagi nya Nelam wanita yang sangat berarti dalam hidup nya,,bayi Nelam adalah bayi nya juga.
Sakti juga mengijinkan Nelam keluar rumah ,,tapi hanya di sekitar rumah nya,, karena rumah Sakti mempunyai halaman yang asri dan luas,,hampir sama dengan fasilitas di rumah orangtuanya,,tapi tentu saja rumah Mahadewa lebih besar dan mewah.
Saat ini Nelam sedang duduk di taman sambil memandang ikan-ikan koi yang saling berkejaran.
"Bagaimana keadaan papah mu nak..??"Nelam berkata sambil mengelus perut nya.
"Apa yang terjadi pada nya saat kecelakaan itu..??"Ucap Nelam lagi mengajak bicara bayi nya.
Hampir satu Minggu Nelam berada di rumah Sakti,,dia sudah tidak mempertanyakan lagi maksud Sakti menculik nya.
Karena bagi kesehatan dan keselamatan bayi nya lebih penting,, setelah keadaan dia dan calon bayi nya semakin baik,,dia akan mencari celah dan kelemahan Sakti, sehingga dia bisa kabur dari sini.
Nelam takut jika dia nekat,,Sakti akan menyakiti nya apa lagi dia sedang mengandung,,dia tidak mau terjadi apa-apa pada calon bayi nya,,karena bayi ini hasil cinta kasih nya bersama Bima.
Nelam tahu jika Sakti terobsesi dengan nya,,Sakti akan mampu berbuat apa saja untuk apa yang dia mau.
Nelam lebih memilih menurut,,dan bersyukur Sakti tidak pernah berbuat kurang ajar pada nya,,Laras dan para pekerja di sini juga sangat baik dan perhatian pada Nelam.
Dari jauh tampak Laras memperhatikan Nelam,,ada rasa iba pada diri Laras saat melihat Nelam mengelus perutnya,,apa lagi dia tahu bahwa Bima sekarang lumpuh dan sekarang sedang melakukan pengobatan ke Australia.
( Dia baik-baik saja,,tapi terlihat sedih,,mungkin dia teringat dan merindukan suami nya Bima ).
Pesan terkirim dan langsung di baca.
( Tolong jaga dia dan calon bayi nya,,jika waktu nya tiba,,bantu aku membawa nya pergi dari sana ).Isi pesan balasan.
( Oke,,siap,,aku akan membantu mu ).Pesan Laras.
( Terimakasih banyak ) balas pesan itu lagi.
( Sama-sama )Balas Laras.
Laras pun mematikan ponselnya,, kemudian melangkah mendekati Nelam.
"Nelam..."Panggil Laras.
Nelam pun menoleh.
"Kamu tidak kerja..??"Tanya Nelam menggeser duduknya memberi tempat duduk untuk Laras.
"Lagi malas.."Jawab Laras santai sambil menjatuhkan pantatnya di tempat duduk sebelah Nelam.
__ADS_1
"Hallo Debay (Dede bayi) apa kabar hari ini...??Tanya Laras sambil mengelus perut Nelam.
Nelam tersenyum.
"Alhamdulillah tante,,aku baik-baik saja,,tapi aku rindu ayah,,rindu nenek,,rindu kakek.."Ucap Nelam menatap nanar Laras yang sedang sibuk mengelus perutnya.
Seketika tangan Laras yang sedang mengelus perut Nelam terhenti,,Laras pun menatap wajah Nelam.
Laras menghela napas.
"Bersabarlah untuk beberapa waktu lagi.."Ucap Laras menatap sendu Nelam.
"Sampai kapan...??Aku khawatir dengan keadaan suami ku??Aku tidak tahu keadaan nya setelah kecelakaan itu..."Nelam berkata dengan mata berkaca-kaca.
"Aku sudah mencari informasi tentang Bima,,dia baik-baik saja.."Ucap Laras lirih.
"Kalau baik-baik saja kenapa dia tidak mencari ku,, ??mengkhawatirkan calon anak nya..??dan papah ku kenapa tidak mencari ku juga.??Nelam berkata sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya,,air mata sudah mengalir deras membasahi di pipi nya.
"Nelam bersabarlah,,kita akan melakukan ini dengan pelan-pelan dan hati-hati.."Laras berkata sambil memeluk tubuh Nelam.
"Mereka semua berusaha mencari mu,,tapi kamu tahu sendiri seperti apa kak Sakti,,dia tidak akan melepaskan sesuatu yang disukai begitu saja.."Ucap Laras sambil menghela napas.
"Kamu pasti akan bertemu dan berkumpul lagi dengan suami mu dan orang tua mu,,tapi kita akan melakukan nya hati-hati,, jangan sampai ada yang terluka.."Ucap Laras lagi.
"Percaya kan semua pada ku Nelam,,kak Sakti tidak akan pernah menyakiti mu,,karena dia sangat mencintai dan menyayangi mu.."Ucap Laras melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata Nelam.
"Jangan menangis dan bersedih,, kasihan bayi mu,,dia pasti akan ikut merasakan kesedihan mamah nya.."Ucap Laras tersenyum.
"Terimakasih Laras.."Nelam berkata sambil tersenyum dan menghapus air mata nya.
"Lebih baik sambil menunggu makan siang,,temani aku nonton drama Korea yuk,,aku sudah menyiapkan banyak cemilan.."Laras berkata dengan penuh semangat dan sambil tertawa.
"Ayo.."Jawab Nelam penuh semangat sambil ikut tertawa.
Mereka pun pergi meninggalkan taman dan masuk ke dalam rumah utama
**************
Siapa sebenarnya yang di hubungi Antasari dan Laras..??
Bagaimana pengobatan Bima di Australia..??
Ikuti terus bab-bab yang akan segera berakhir.
Tinggal kan jejak,, dukungan,, Vote,, like,, dan komen.
Jangan lupa novel terbaru author
Semangat.
__ADS_1
Selamat beraktifitas.
,