Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Penyelamatan Nelam..Tentang Sakti dan Pertemuan


__ADS_3

Bab 102


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


"Apa...!!!"Ucap Antasari terkejut,,saat mereka menginjakkan kaki nya di bandara.


"Oke,,kita putar haluan.."Ucap Antasari lagi dan menutup ponselnya.


"Bajing*n itu sudah tahu rencana kita.."Antasari berkata sambil menatap tajam Bima.


"Berarti sekarang Nelam dalam bahaya..!!!"Ucap Bima penuh amarah.


"Kita harus segera menyusul nya.!!."Ucap Bima,,,, geram sambil mengepalkan tangannya.


"Ada apa pah,,Bima..??"Sinta bertanya sambil menatap tajam ke arah Antasari dan Bima bergantian.


"Mah,,kamu tunggu di rumah saja ya,,biar di antar supir..."Antasari berkata sambil menatap Sinta.


"Tapi mamah ingin bertemu dengan Nelam pah,,mamah khawatir.."Sinta berkata dengan mata berkaca-kaca.


Antasari menghela napas.


"Ya sudah mamah di antar Beni,,papah sama Bima mau menyelamatkan Nelam dulu.."Ucap Antasari.


Sinta mengangguk.


"Mah,,kami berangkat..."Bima berkata sambil mencium punggung tangan Sinta.


"Hati-hati kalian,,bawa dan selamat kan menantu serta cucu mamah.."Sinta berkata sambil mengelus pundak Bima.


Bima mengangguk.


"Ayo pah.."Bima berkata sambil berlari memasuki mobil nya.


"Aku berangkat mah.."Antasari berkata sambil mencium kening Sinta,,dan segera berlari menyusul Bima.


"Hati-hati.."Ucap Sinta lirih,,entah terdengar atau tidak oleh Antasari.


****************


Sementara itu di jalan raya,,tampak terjadi kejar-kejaran yang tidak seimbang antara mobil yang di kendarai Nelam,, Laras dan pak Nyoto dan dua mobil anak buah Sakti.


Pak Nyoto semakin mempercepat laju mobil nya untuk menghindari dua mobil yang semakin mendekati mereka.


Tiba-tiba salah satu mobil menabrak kencang dari belakang mobil yang sedang di kendarai mereka,, Nelam dan Laras berteriak histeris.


Kemudian mobil mereka sudah di pepet samping kiri dan kanan,, tiba-tiba..


Dor....Dor..


Terdengar beberapa kali tembakan.


Nelam semakin berteriak histeris sambil memeluk Laras.


Terlihat mobil sebelah kiri dan kanan mereka oleng dan langsung terguling, kemudian menabrak trotoar jalan., bersamaan dengan itu ponsel pak Nyoto berbunyi.

__ADS_1


"Baik pak,,kami segera kesana.."Ucap pak Nyoto mematikan ponselnya.


"Non Nelam dan non Laras tenang,,kita akan segera sampai di tujuan.."Ucap pak Nyoto mencoba menenangkan mereka tanpa mengurangi kecepatan mobil nya.


Hampir setengah jam,, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang cukup besar,,Pak Nyoto segera memarkirkan mobil nya dan langsung mengajak Nelam dan Laras turun.


Sesampainya di dalam rumah.


"Nelam...""Teriak Sinta yang sudah sampai lebih dulu di rumah itu.


"Mamah..."Nelam berkata sambil menghambur ke pelukan Sinta.


"Sayang,, bagaimana keadaan mu nak..??"Sinta berkata sambil menangis memeluk Nelam.


"Alhamdulillah Nelam baik-baik saja mah.."Ucap Nelam melepaskan pelukan nya,, dan menghapus air mata nya.


"Bagaimana keadaan cucu mamah...??Sinta berkata sambil mengelus perut Nelam yang sudah terlihat buncit.


"Alhamdulillah,,cucu mamah baik-baik saja.."Nelam berkata sambil menghapus air mata Sinta.


"Oh ya mah perkenalkan ini Laras.."Nelam berkata sambil menoleh ke arah Laras.


"Kami sudah saling mengenal Nelam..."Laras berkata sambil mencium punggung tangan Sinta.


"Maksud nya..??"Ucap Nelam tak mengerti sambil mengerutkan keningnya.


"Selama ini aku terus memberi informasi tentang keadaan mu pada keluarga mu Nelam.."Ucap Laras sambil tersenyum menatap Nelam.


"Jadi.."Nelam berkata menatap Laras dengan mata berbinar.


"Aku yang berterimakasih,, karena berkat mu aku jadi dekat dengan seseorang.."Laras berkata sambil tersenyum bahagia.


"Seseorang...??"Tanya Nelam melepaskan pelukan nya dan menatap penuh selidik ke wajah Laras.


"Interogasi nya nanti aja Nelam,,nanti kamu akan mendapatkan penjelasan ko..."Ucap Laras sambil menepuk pelan pipi Nelam.


"Baiklah..."Ucap Nelam pasrah,, karena dia tidak mau memaksa seseorang jika orang itu tidak mau bercerita.


"Tante apa kabar...???"Laras berkata sambil menghampiri Sinta dan mencium punggung tangan nya.


"Alhamdulillah baik,,, terimakasih ya kamu sudah menjaga Nelam dan calon cucu saya dengan baik dan membawa nya ke sini dalam keadaan sehat.."Sinta berkata sambil menggenggam tangan Laras.


"Sama-sama tante,,itu sudah kewajiban saya,, walaupun Sakti kakak saya tapi dia sudah berbuat salah..."Ucap Laras sambil menunduk dengan wajah sedih.


"Kemiskinan dan penderitaan kami dari kecil,,membuat kak Sakti menjadi seorang yang penuh ambisi.."Laras berkata dengan air mata yang mulai jatuh ke pipi nya.


"Termasuk soal wanita.."Laras berkata sambil menatap sendu Nelam.


Nelam langsung memeluk Laras,, mengusap lembut punggung nya dan membawa Laras untuk duduk di sofa di ikuti oleh Sinta.


"Kak Sakti sudah jatuh cinta dengan mu dari dulu Nelam..."Laras berkata lirih sambil menatap nanar Nelam yang berada di samping nya.


"Kamu ingat ada seorang remaja laki-laki yang menolong mu saat SMP kamu di bully oleh teman-teman sekolah mu..???Tanya Laras terus menatap Nelam.


Nelam mencoba mengingat masa lalu nya.

__ADS_1


"Iya aku ingat kakak itu selalu menolong ku dan dia selalu menjadi dewa penolong ku saat itu,,tapi maaf aku melupakan nama nya.."Nelam berkata sambil menunduk.


"Waktu itu kak Sakti masih kuliah,, kehadiran mu semangat untuk nya Nelam.."Laras berkata sambil menggenggam tangan Nelam.


Nelam mengangkat kepalanya dan menatap dalam mata Nelam,, seolah-olah minta penjelasan yang lebih pada Laras.


"Dengan semangat nya,,kak Sakti berhasil menjadi seorang pengusaha,,dengan percaya diri nya,,kak Sakti datang ke rumah mu Nelam,, untuk melamar mu,, karena kak Sakti yakin hari itu hari kelulusan sekolah mu di SMA..."Laras berkata sambil menghela napas.


"Tapi saat kak Sakti menemui mu,,kamu dan ibu mu sudah pergi meninggalkan tempat tinggal mu.."Ucap Laras sambil kembali menghela napas.


"Menurut para tetangga mu,,kalau kamu di usir dari kampung mu karena kamu hamil di luar nikah.."Ucap Laras lagi.


"Kak Sakti pun berusaha mencari mu,, tapi.."Ucap Laras terhenti.


"Karena aku yang selalu menghalangi nya bertemu Nelam..!!""Tiba-tiba ada suara bariton seorang laki-laki yang tidak asing suara di telinga Nelam.


"B..Bayu..."Ucap Nelam tak percaya saat melihat kehadiran Bayu.


"Tante apa kabar..??"Bayu berkata sambil menghampiri Sinta dan mencium punggung tangan Sinta.


"Alhamdulillah tante baik,,kamu apa kabar...??"Ucap Sinta sambil mencium pipi kiri dan kanan Bayu.


"Seperti yang mamah lihat,, Bayu baik-baik saja.."Ucap Bayu tersenyum.


"Syukurlah.."Sinta berkata sambil menepuk pelan pundak Bayu pelan.


Bayu mengalihkan tatapan nya ke arah Nelam,, kemudahan menatap perut Nelam.


"Hai Nelam apa kabar mu..?? Seperti nya aku akan mendapat keponakan nie.."Bayu berkata


sambil mengulurkan tangannya.


"Alhamdulillah aku baik,,ya Bay sudah masuk bulan ke tiga.."Nelam berkata dengan membalas uluran tangan Bayu.


"Sejak kapan kamu sampai Jakarta Bay..??Tanya Nelam.


"Sejak diri mu di culik.."Bayu berkata sambil tertawa kecil.


"Tunggu aku masih tidak mengerti dengan semua ini.."Nelam berkata sambil memijit keningnya.


"Tidak perlu mengerti sayang,,jika itu membuat mu pusing.."Suara bariton yang begitu di rindukan Nelam terdengar di ruangan itu.


Nelam pun mengalihkan pandangannya,,di belakang lemari besar yang berada di ruang tamu itu,, muncullah seseorang laki-laki yang membuat Nelam menatap tidak percaya,, dengan binar mata penuh kerinduan


Dengan mata berkaca-kaca,,Nelam pun langsung berdiri dan langsung menghambur ke pelukan laki-laki itu.


*********


Pasti tahu Khan siapa laki-laki itu..??


Jangan lupa novel terbaru dan cerpen-cerpen Author.



__ADS_1


__ADS_2