Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Bima dan Bayu


__ADS_3

Bab 69


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Semua melihat ke arah Bima yang baru turun dengan penampilan nya yang terlihat sangat cool dan keren ,,dengan mengulas senyum Bima melangkah menghampiri mereka yang sudah menunggu.


Nelam menatap Bima hampir tak berkedip,,tapi saat netra mereka bertemu.. seketika Nelam langsung membuang pandangannya dengan wajah memerah,, terlihat Bima tersenyum tipis melihat tingkah laku Nelam.


"Gantengnya anak mamah..."Ucap Sinta sambil menggandeng tangan Bima.


"Mamah baru sadar ya,,kalau punya anak seganteng Bima..."Ucap Bima sombong dengan mata yang terus menatap Nelam.


Wajah Nelam semakin memerah,,dada nya pun berdegup kencang.


"Aduh hati kenapa kamu jadi berdebar seperti ini,,ingat dia bukan calon suami mu.."Batin Nelam untuk menguatkan hati nya.


"Ayo kita berangkat sekarang.."Ucap Sinta menggandeng tangan Bima.


Mata Bima terus menatap dalam ke wajah Nelam,,apa lagi saat dia dan Sinta melewati Nelam,,Bima seperti nya sengaja membuat hati Nelam bimbang.


"Ayo sayang,,Ucap Antasari menepuk lembut pundak Bima.


Nelam mengganguk.


"Ayo bi.."Ucap Nelam sambil menarik pelan tangan bi Nur.


Seperti biasa Bima yang akan mengemudikan mobil dengan Antasari yang berada di samping nya.


Sedangkan Sinta,, Nelam dan bi Nur duduk di kursi belakang.


Nelam memilih duduk di tengah di antara Sinta dan bi Nur,, karena untuk menghindari tatapan tajam dari Bima yang membuatnya salah tingkah.


Tak lama mereka sampai di sebuah restoran bintang 5,,di sana sudah tampak Bayu, Mayang dan Adam.


"Om,,tante,,bi Nur..."Ucap Bayu sambil mencium punggung tangan mereka.


"Hai Bay.."Ucap Sinta.


Antasari dan bi Nur hanya tersenyum.


Mereka bertiga pun menemui Adam dan Mayang., seperti biasa Mayang yang mempunyai sifat heboh, langsung membuat suasana menjadi ramai.


"Nelam.."Ucap Bayu tersenyum dengan memberikan punggung tangan nya.


Nelam sedikit gugup apa lagi di sampingnya ada Bima yang sedang menatap mereka dengan tatapan tajam.


Dengan sedikit ragu,,Nelam pun meraih tangan Bayu dan mencium punggung tangan nya.


Kamu duduk dulu Nelam,,aku mau bicara sama Bayu.."Ucap berbisik di telinga Nelam,, sangat dekat sekali sampai Nelam merasakan hangatnya hembusan napas Bima.


Nelam mengangguk dan segera menuju arah meja makan mereka.


"Hai bro,,, ternyata Lo ikut..-?"Ucap Bayu sambil memeluk Bima.


"Lo harus ngasi penjelasan ke gw,,soal Intan dan anak yang sedang di rawat.."Ucap Bima di telinga Bayu,,saat Bayu memeluk nya.

__ADS_1


"Sorry bro,,Lo ga bisa menghalangi gw buat dapetin Nelam.."Ucap Bayu sambil menepuk pelan pundak Bima.


"Oo ya kita lihat saja.."Ucap Bima penuh penekanan.


"Ingat bro,,gw pegang kartu mati lo.."Ucap Bayu melepaskan pelukan nya.


"Pastinya Lo ga ingin khan kalau Nelam membenci Lo.."Ucap Bayu sambil merapikan kemeja Bima yang sudah rapi,, dengan tersenyum sinis.


Bima menepis tangan Bayu dari kemejanya.


"Dasar licik..."Ucap Bima geram.


Bayu hanya tertawa kecil.


"Bima,,,Bayu..."Panggil Mayang.


"Ayo bro,,kita nikmati makan siang kita,,sudah lama kita ga makan bareng..."Ucap Bayu menepuk pundak Bima.


Bima tidak menjawab dia langsung melangkah kan kaki nya meninggalkan Bayu dengan senyum sinis nya.


Bima duduk di sebelah Sinta tepat berhadapan dengan Nelam,, tatapan nya terus mengarah kepada Nelam.


Seketika jantung Nelam berdetak kencang saat netra mereka bertemu,,Bima tersenyum manis ke Nelam,, Sedangkan Nelam bingung dengan sikap Bima yang kadang sangat manis,, kadang dingin.


Bayu pun duduk di samping Nelam,, sambil menatap Bima dengan senyum kemenangan.


"Ayo,,kita makan sekarang takut makanan nya keburu dingin..."Ucap Adam mempersilahkan,, mereka semua makan dengan lahap sambil sesekali Mayang dan Sinta melempar senda gurau,,sampai akhir nya sesi makan siang pun selesai.


"Terimakasih pak Antasari dan keluarga sudah memenuhi undangan kami.."Ucap Adam berbasa-basi.


"Tujuan kami mengundang makan siang ini, untuk menentukan tanggal pernikahan Nelam dan Bayu.."Adam melanjutkan ucapannya.


"Sebelumnya saya minta maaf kalau ini terkesan buru-buru,,kami sudah memutuskan kalau pernikahan Nelam dan Bayu di gelar Minggu depan dan pesta pernikahan nya akan kita gelar 3 hari atau seminggu setelah nya,, tergantung dari keluarga mempelai wanita menyetujui nya..."Adam kembali menjelaskan.


Antasari menghela napas.


"Kenapa kesannya terburu-buru sekali??"Ucap Antasari.


"Maaf om,,karena menurut Bayu lebih cepat lebih baik,, karena Bayu sangat mencintai Nelam,,dan menurut agama tidak baik juga menunda-nunda pernikahan.."Ucap Bayu tegas menatap Antasari kemudian menatap Bima.


"Ya benar.."Ucap Antasari.


"Sekali lagi saya menyerahkan semua pada Nelam,, karena dia yang akan menjalani nya.."Ucap Antasari menatap Nelam yang berada di sebelah Bayu.


Nelam menatap Antasari,Sinta,bi Nur kemudian menatap Bima yang terus menatap dalam Nelam.


Bima merasakan gelisah dan gemuruh amarah,, cemburu di hatinya,,tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa,,karena kesalahannya pada Nelam tidak bisa di maafkan apa lagi untuk mereka bersama.


Bima sudah pasrah dan ikhlas kalau Nelam akan menjadi istri Bayu,,tapi bagaimana dengan Intan,,Bima menghela napas dan memejamkan matanya beberapa detik,, untuk mengontrol emosi pada dirinya.


"Nelam ga masalah kalau Minggu depan akad nya,,benar kata mas Bayu tidak baik lama-lama menunda pernikahan.."Ucap Nelam pasti.


Ucapan Nelam terdengar seperti pisau tajam yang mengiris hati Bima,, walaupun dia sudah tahu jawaban Nelam,,perlahan Bima membuka matanya dan menatap Nelam sendu.


"Masalah pesta,,bagi Nelam terserah saja,karena pesta itu hanya pelengkap ,, sedangkan yang paling saklar dari pernikahan itu akad nya..."Ucap Nelam lagi sambil menatap nanar Bima

__ADS_1


Bayu menyadari itu,, dan menyunggingkan sebuah senyuman.


"Baiklah kalau memang Nelam bersedia, bagaimana mah,,bi Nur??"Tanya Antasari kepada Sinta dan bi Nur.


"Kalau memang ini yang terbaik buat Nelam dan Bayu,,mamah setuju saja.."Ucap Sinta tersenyum menatap Bayu dan Nelam.


"Saya juga setuju saja,,kalau memang sudah keputusan nak Bayu dan Nelam.."Ucap bi Nur.


Antasari pun mengangguk.


"Menurut mu bagaimana Bima??"Ucap Antasari.


Sesaat Bima tersentak,,tapi Bima berusaha setenang mungkin walaupun hati nya begitu hancur.


Bima menarik napas.


"Terserah sama mereka saja,,kalau mereka merasa itu yang terbaik,,ya Bima setuju-setuju saja pah.."Ucap Bima santai.


"Yakin semua baik-baik saja Bima Mahadewa.."Ucap Bayu dalam hati sambil menyunggingkan senyumannya.


"Baiklah berarti kami keluarga Mahadewa setuju jika Puteri kami Nelam Purnamasari menikah dengan Bayu Sudrajat Minggu depan.."Ucap Antasari tegas.


Semua tersenyum.( kecuali Bima ).


"Bagaimana kalau pestanya tiga hari setelah pernikahan??"Ucap Mayang penuh antusias dan senyum bahagia.


Adam menghela napas dan menggelengkan kepalanya,,kalau soal urusan sibuk mengurus pesta memang sudah menjadi hobi istrinya.


"Ya kalau memang semua ke handle aku setuju saja.."Ucap Sinta menatap Mayang.


"Pastilah Sinta masalah pesta,, undangan,, makanan kita bisa menyerahkan semua pada EO.."Ucap Mayang dengan pasti sambil tersenyum.


"Oke,, kalau masalah baju pengantin dan gaun yang akan di pakai Nelam dan Bayu yang akan di pakai di hari pernikahan dan Pesta,,aku punya kenalan desainer ternama dan bisa cepat karena aku punya member VIP.."Ucap Sinta tersenyum.


"Baiklah untuk masalah pesta undangan dan lain-lain itu urusan perempuan,,kami sebagai laki-laki hanya menyediakan dana..."Ucap Adam tertawa.


"Berarti semua sudah sepakat kalau pernikahan di gelar Minggu depan dan pesta pernikahan tiga hari setelah nya..."Ucap Antasari.


Semua mengangguk dan tersenyum bahagia.( kecuali Bima ya..he..he..).


Akhirnya keputusan sudah di ambil oleh kedua keluarga besar dan acara makan siang pun selesai.


*****************


Bab selanjutnya pernikahan Bayu dan Nelam.


Yang kepo ikuti terus ya ceritanya.


Maaf baru Up...


Minta dukungan nya


Vote..Like..Komen jangan lupa


Terimakasih.

__ADS_1


.


__ADS_2