
Bab 110
"Darah Daging Yang Di Benci"
Dor.....
Seketika tubuh Sakti ambruk dengan darah yang mengalir dari pelipis nya,, mata dan tubuhnya mengejang sesaat,, seketika napas nya pun berhenti.
Laras langsung berteriak histeris,,dan segera berlari menghampiri tubuh Sakti yang sudah tak bernyawa.
"Jangan pergi kak,, jangan tinggalkan aku.."Laras berkata dengan air mata yang berderai sambil memeluk tubuh kakak nya yang sudah tidak bergerak lagi.
"Kenapa kakak melakukan ini..??"Kenapa kak..??"Teriak Laras sambil mengguncang kan tubuh Sakti.
"Laras,, jangan seperti ini.."Ucap Bayu lembut sambil merangkul Laras.
"Kenapa kak Sakti melakukan perbuatan b**** ini mas..??"Kenapa..??"Laras kembali berteriak dan menangis meraung-raung.
"Ini pilihan dan takdir kakak mu Laras.."Ucap Bayu dengan suara parau,,dan membawa Laras ke dalam pelukannya.
"Maaf bu Laras,,jenazah pak Sakti harus segera kami urus,, silahkan bapak dan ibu mengurus laporan untuk kepulangan jenazah pak Sakti.."Ucap salah satu petugas kepolisian.
"Baik pak.."Jawab Bayu sambil bangkit dari duduknya,,membawa Laras menjauhi jenazah Sakti yang akan di urus oleh pihak kepolisian.
Laras semakin menangis tersedu-sedu,,saat jenazah Sakti di angkat oleh beberapa petugas kepolisian,,guna keperluan otopsi dan prosedur lain nya.
Bayu mengajak Laras yang berada dalam pelukan untuk melakukan serangkaian Laporan agar jenazah Sakti bisa segera di bawa pulang dan di kebumikan.
******
Di kamar perawatan Nelam.
Antasari dan Bima bersamaan menerima pesan dari Bayu tentang kematian Sakti.
"Pah.."Ucap Bima sambil memperlihatkan pesan dari Bayu.
"Ya papah juga sudah menerima pesan nya.."Jawab Antasari.
Bima menghela napas sambil mengusap wajah nya kasar.
"Kita harus segera menemani Bayu pah.."Bima berkata sambil menatap Antasari.
"Iya.."Jawab Antasari sambil mengangguk.
"Mah,,Nelam,,ada sesuatu yang terjadi di kantor polisi,,kami harus segera kesana..."Ucap Antasari menatap bergantian ke arah Sinta dan Nelam.
"Apa yang terjadi...??"Tanya Nelam menatap Antasari dan Bima bergantian.
Antasari hanya menarik napas.
"Sakti bunuh diri..."Ucap Bima kembali mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
"Apa...!!!!"Ucap Nelam dan Sinta bersamaan.
"Ga mungkin mas Bima,,mas Sakti tidak mungkin melakukan perbuatan b**** itu..."Ucap Nelam sambil menutup mulutnya tak percaya,, dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
"Nelam ,,apa kamu sangat mengenal seorang Sakti..???"Tanya Bima dengan suara parau,, menatap nanar ke arah Nelam.
Nelam membalas tatapan Bima.
"Aku pernah tinggal di rumah nya hampir satu bulan,,aku cukup mengenal nya dan aku sangat tahu alasan dia menculik ku..."Ucap Nelam lirih sambil menundukkan wajahnya tidak berani membalas tatapan dari Bima,,dan menghapus air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Apa Sakti sangat berharga dalam hidup mu Nelam..??"Tanya Bima dengan suara semakin parau menahan sesak dan gemuruh di dada nya.
Nelam tidak menjawab,, hanya isak tangis yang terdengar dari mulut nya.
"Bima,,sudah lah kita berangkat sekarang,, kasihan Bayu sudah menunggu.."Antasari berkata sambil menepuk pelan pundak Bima.
"Iya pah,,mah aku titip Nelam dan calon anak ku,, tolong jaga mereka.."Bima berkata sambil menatap sendu ke arah Nelam,, yang masih menangis tersedu di ranjang nya dengan wajah menunduk.
"Iya sayang,,kamu tidak perlu khawatir.."Ucap Sinta lembut sambil menggenggam tangan Bima.
"Terimakasih mah.."Bima berkata sambil tersenyum dan dengan langkah berat meninggalkan kamar perawatan Nelam.
"Mah,, Nelam,,papah berangkat.."Antasari berkata sambil mencium bergantian kening Nelam dan Sinta
"Iya pah hati-hati.."Ucap Sinta sambil mencium punggung tangan Antasari.
Antasari tersenyum dan mengangguk,, kemudian menyusul langkah Bima yang sudah keluar lebih dulu.
***********
Tidak sampai satu jam, mereka pun sampai di kantor polisi,, tampak Bayu sudah selesai melakukan laporan dan prosedur-prosedur yang berlaku,,hanya tinggal menunggu jenazah Sakti yang sedang di mandikan.
Antasari dan Bima segera menghampiri Bayu dan Laras,, mengucapkan bela sungkawa.
"Apa jenazah nya akan di ke bumi kan sekarang Bay..??Tanya Bima.
"Iya bro.."Ucap Bayu.
" Terimakasih om atas bantuannya untuk persiapan pemakaman Sakti.."Ucap Bayu menatap bergantian Antasari dan Bima.
Antasari hanya tersenyum,,sambil menepuk punggung Bayu.
"Jagalah dia,,halal kan lah segera.."Bisik Antasari di telinga Bayu sambil melirik ke arah Laras.
"Iya om pasti,, setelah semua urusan ini beres.."Bayu berkata sambil tersenyum menatap Laras penuh arti.
Laras yang di tatap seperti itu hanya menunduk malu,,apa lagi dengan keadaan dirinya yang berantakan,,mata sembab karena menangisi kematian kakaknya.
"Semoga Lo segera mendapatkan kebahagiaan Bay.."Ucap Bima lirih sambil menepuk pelan pundak Bayu.
"Hai bro,, setelah semua urusan beres,,kita akan berbagi cerita.."Bayu berkata sambil membalas tepukan di pundak Bima.
__ADS_1
Bima mengangguk dan tersenyum.
Akhirnya jenazah Sakti bisa langsung di bawa pulang,, dan ambulans pun langsung menuju area pemakaman.
Proses pemakaman pun berjalan dengan khidmat,,di sertai tangisan Laras yang tiada henti apa lagi saat jenazah Sakti di kebumikan.
Saat jenazah kakak nya mulai di timbun dengan tanah merah,,,Laras merasakan semua seperti berputar-putar ,dia pun kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan,,untung ada Bayu yang sedang memeluk nya.
Bayu segera membawa Laras pulang,,dia menyewa seorang perawat untuk melakukan perawatan Laras di apartemen nya.
Bayu dan Bima duduk di ruang keluarga,, sedangkan Antasari sudah pamit pulang terlebih dahulu,,saat Sinta memberikan kabar jika Nelam ingin di rawat di rumah saja.
Antasari dan Bima bernapas lega,, karena akhirnya Nelam mau pulang ke rumah utama keluarga Mahadewa,, tidak jadi untuk tinggal di panti asuhan.
"Bay,,gw sudah talak Nelam,, sesuai keinginan nya.."Ucap Bima dengan wajah sedih.
Bayu menghela napas.
"Terus apa rencana Lo sekarang bro..??"Tanya Bayu menatap sahabatnya.
Bima menarik napas dalam-dalam dan membuangnya kasar.
"Gw akan menyerah kan diri,,dan gw akan mempertanggung jawabkan perbuatan gw..."Ucap Bima memijit keningnya.
Bayu terperanjat kaget.
"Lo yakin bro..??"Tanya Bayu dengan tatapan tak percaya.
"Gw udah yakin dan sudah gw pikirin matang-matang,,ga mungkin gw lari terus dari kesalahan,, bahkan seumur hidup gw akan di kejar oleh kesalahan dan dosa.."Ucap Bima sambil menundukkan wajah nya.
Lagi-lagi Bayu menarik napas.
"Kalau memang Lo sudah yakin dengan keputusan lo,,gw hanya bisa mendoakan yang terbaik bro.."Ucap Bayu merangkul pundak Bima.
"Maafin gw bro yang ga bisa bantu lo,,tapi gw pasti akan memberikan kesaksian di depan polisi,,kalau apa yang sudah Lo lakuin adalah sebuah kecelakaan.."Ucap Bayu lagi.
"Thanks bro.."Ucap Bima lirih meninju pelan lengan Bima yang berada di samping nya.
"Untuk Nelam tak usah khawatir,,gw yakin seberat apapun ujian di antara kalian,,dan selama apa pun kalian berpisah,,jika kalian berjodoh,,Sang Maha Kuasa pasti mempertemukan kalian.."Ucap Bayu,, yang mencoba menyemangati sahabat baik nya.
"Aamiin.."Ucap Bima.
**************
Benarkah Bima dan Nelam akan di pertemukan lagi di mahligai pernikahan...????
Akan kah Bayu segera menikahi Laras...???
( Jawaban nya hanya Author yang tahu... wkwkk).
Reader hanya menikmati dan membaca hasil karya Author,,biar Author saja yang berpikir..he..he.
__ADS_1
Jangan lupa novel author yang kedua.