
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Bab 44
Nelam yang tak sabar untuk segera sampai ke kamar Sinta di rawat , langsung berlari dengan perasaan bahagia.
"Nelam jangan lari nanti kamu jatuh.."Ucap Bima cemas sambil mengejar Nelam.
Sedangkan Antasari memilih berjalan cepat.
15 menit mereka tiba di kamar VIP tempat Sinta di rawat ,,tampak Bayu menunggu di depan kamar.
"Mas Bayu,, bagaimana keadaan mamah ??""Tanya Nelam saat berada di hadapan Bayu tanpa sadar tangan Nelam memegang tangan Bayu.
Tentu saja perlakuan Nelam membuat hati Bayu berbunga-bunga.
"Sedang di periksa Dokter..aku di suruh tunggu di depan.."Jawab Bayu sambil menatap lekat wajah Nelam ,,karena jarak wajah mereka sangat dekat.
"Ayo kita duduk Nelam.."Ajak Bima sambil melepaskan tangan Nelam dari tangan Bayu.
Bima menatap tajam Bayu sambil membawa Nelam untuk duduk.
Bayu juga membalas tajam tatapan Bima.
Tak lama Antasari pun muncul.
"Mamah masih di periksa pah..sini duduk dulu.."Ucap Nelam sambil menarik tubuh Antasari untuk duduk di bangku kosong sebelahnya.
Sementara Bima dan Bayu masih saling menatap tajam.
Antasari yang mengetahui itu hanya menarik napas.
"Jangan sampai karena wanita, persahabatan mereka rusak,, seperti aku dan Malik.."Batin Antasari.
Tak lama pintu ruangan pun terbuka,tampak muncul seorang perawat.
"Untuk keluarga ibu Sinta di persilahkan masuk.."Ucap perawat itu dengan sopan .
Antasari,Bima,Nelam dan Bayu langsung masuk ke dalam ruangan.
Tampak Sinta sudah sadar,,tapi wajahnya terlihat pucat sekali,, tatapannya nanar dan matanya berkaca-kaca,,apa lagi saat netra nya melihat ke arah Antasari dan Bima.
"Keadaan bu Sinta sudah membaik,,, seperti nya bu Sinta ingin berbicara banyak dengan keluarga.."Ucap Dokter dengan sopan.
"Iya Dokter.."Ucap Antasari.
"Kalau begitu kami permisi dulu..,kalau ada apa-apa segera hubungi kami.."Ucap Dokter itu kemudian berlalu keluar di ikuti para perawat.
Air mata pun langsung keluar dari kedua sudut mata Sinta saat Antasari dan Bima mendekatinya.
Nelam berdiri di dekat Bayu di belakang Antasari dan Bima.
Nelam sengaja tidak ikut mendekati Sinta karena dia ingin memberikan ruang untuk mereka bertiga.
"Pah..Bima.."Ucap Sinta lemah dengan air mata yang terus mengalir.
"Jangan banyak bicara dulu sayang,,mamah baru sadar.."Ucap Antasari lembut sambil menggenggam tangan Sinta dan mencium kening nya.
"Pah..maafkan mamah.."suara Sinta yang lemah semakin parau karena tangisan nya semakin terisak.
"Sudah jangan menangis lagi.., sebelum mamah minta maaf,papah sudah memaafkan mamah.."Ucap Antasari sambil menghapus air mata Sinta.
"Papah mencintai dan menyayangi mamah setulus hati papah,,dan papah tahu kalau mamah juga merasakan hal yang sama.."Ucap Antasari dengan membelai lembut wajah Sinta.
__ADS_1
"Papah tidak kecewa dan marah sama mamah..??"Tanya Sinta mulai ingin menangis lagi.
"Marah dan kecewa itu sudah pasti,,papah hanya manusia biasa,,tapi papah tahu kalau itu semua bukan kesalahan mamah.."Ucap Antasari sambil memegang wajah istrinya dengan kedua tangan nya.
"Tapi Bima.."Ucapan Sinta terhenti saat Antasari menutup bibir Sinta dengan jari nya.
"Bima itu anak papah...anak dari Antasari Mahadewa,,tidak ada satu orang pun yang bisa merubah status nya sebagai putera keluarga Mahadewa..!!"Ucap Antasari dengan penuh keyakinan dan penegasan.
Tangisan Sinta pun langsung pecah mendengar ucapan Antasari.
"Terimakasih pah.."Ucap Sinta langsung memeluk Antasari sambil menangis bahagia.
"Sudah jangan menangis lagi,,kalau mau bermanja-manja nanti saja kalau sudah di rumah,, jangan di depan anak-anak,,nanti mereka iri.."Goda Antasari dengan tersenyum,,sambil membalas pelukan istrinya dan mengelus lembut pundak istrinya.
"Apaan sie pah.."Jawab Sinta langsung melepaskan pelukan nya pada Antasari dan mencubit pelan perut Antasari dengan wajah bersemu merah.
"Tapi suka kan.."Ucap Antasari dengan senyum genit nya sambil memegang dagu Sinta.
"Papah.."Teriak Sinta sambil menunduk malu.
Bima,Nelam dan Bayu yang tadi nya ikut terharu sampai meneteskan air mata,jadi ikut tertawa karena melihat sikap orang tua mereka.
"Kalau mau bermesraan jangan di Rumah Sakit,,bikin mata kami tercemar saja.."Ucap Bima dengan wajah pura-pura masam.
Tentu saja membuat wajah Sinta semakin merah.
"Bima.."Ucap Sinta lirih sambil menatap wajah puteranya.
"Masih ingat Bima.??". Bukannya sudah ada pangeran yang sudah mengalihkan dunia mamah..!!"Ucap Bima masih dengan mode ngambek.
"Pah.."Ucap Sinta merajuk sambil memegang tangan Antasari.
Bima dan Antasari sudah hapal dengan sikap Sinta,,jika Antasari yang marah pada nya,dia akan meminta Bima untuk membantu nya membujuk Antasari,begitu juga sebaliknya.
Seperti sekarang,dia meminta Antasari untuk membantu nya membujuk Bima.
Kelakuan dan perkataan Antasari membuat Nelam dan Bayu melongo.
Kemudian Nelam dan Bayu tertawa bersamaan.
"Nelam..Bayu.."Ucap Antasari dan Bima bersamaan.,, sedangkan Sinta cemberut ke arah Nelam dan Bayu.
"Papah lucu.."Ucap Nelam masih dengan tertawa kemudian dia langsung menghambur ke pelukan Sinta.
"Mamah.,"Ucap Nelam sambil memeluk Sinta.
"Mamah benar-benar wanita yang beruntung,,papah sangat mencintai mamah,,"Ucap Nelam sambil menatap Sinta dan Antasari bergantian.
"Kalau Nelam punya suami,ingin punya suami seperti papah.."Ucap Nelam yang kemudian menghambur ke pelukan Antasari.
"Kamu pasti mendapatkan nya sayang.."Ucap Sinta sambil mengelus kepala Nelam yang berada dalam pelukan Antasari.
"Terimakasih ya sayang,,kamu selalu bersama mamah.."Ucap Sinta.
"Nelam yang sangat bersyukur dan berterimakasih karena bisa bertemu dengan kalian,,orang tua yang baik untuk Nelam.."Ucap Nelam langsung memeluk Sinta dan Antasari yang berada di sebelah kanan dan kiri nya.
"Hmm..."Ucap Bima.
Sinta pun menoleh ke arah Bima.
"Sayang kemari nak.."Ucap Sinta dengan melebarkan tangannya meminta Bima datang ke pelukan nya.
Bima pun langsung menghambur ke pelukan Sinta.
__ADS_1
"Maafkan mamah sayang,, mamah tidak bermaksud membohongi mu.."Ucap Sinta kembali menangis.
"Sudahlah mah,,kita lupakan semua,,anggap ini semua masa lalu,,kita ambil hikmah di balik semua kejadian ini."Ucap Bima melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Mamah nya.
"Lihat mah..karena semua kejadian ini,, keluarga kita punya seorang bidadari yang menjadi karunia terindah di keluarga kita.."Ucap Bima tersenyum sambil menatap Nelam dalam.
"Mas Bima bisa saja.. justru kalian adalah anugerah terindah bagi hidup Nelam.."Ucap Nelam dengan mata berkaca-kaca.
"Sudah dong drama tangis- tangisannya,,Bayu jadi bingung nie mau sedih atau ketawa ..??"Ucap Bayu sambil nyengir kuda.
"Maaf Bay..tante sampai lupa kalau ada kamu disini.."Ucap Sinta melihat ke arah Bayu.
"Gapapa tante,,Bayu sudah biasa jadi obat nyamuk.."Jawab Bayu sambil melirik ke arah Bima.
Bima acuh tak acuh dengan ucapan Bayu.
"Ya sudah sekarang waktunya makan malam.."Ucap Antasari.
"Bima ajak Nelam sama Bayu makan malam dulu,biar papah makan malam disini sama mamah.."Ucap Antasari lagi.
"Kalau gitu Bima pesan kan makanan dulu untuk papah.."Jawab Bima.
Setelah Bima memesan makanan untuk papah lewat ojek online,, Bima,,Nelam dan Bayu pun meninggalkan ruang perawatan Sinta,,menuju resto yang dekat Rumah Sakit.
***************************
Sementara di kantor polisi.
Tampak Dokter Malik sedang duduk termenung sendiri di balik jeruji besi.
Tiba-tiba datang petugas penjara yang memberi tahu Dokter Malik jika ada tamu untuk nya.
Dengan langkah gontai, Dokter Malik mengikuti langkah petugas itu untuk menemui tamu nya.
Saat sampai di ruang tunggu ,tampak seorang pria blasteran, tinggi besar bertato memakai topi dan jaket tersenyum licik ke arah Dokter Malik.
Dengan malas Dokter Malik pun duduk di depan pria tersebut.
"Bodoh sekali kamu Malik sampai tertangkap seperti ini..!!"Ucap pria itu di telinga Dokter Malik.
"Buat apa kamu menjenguk ku.."Jawab Dokter Malik malas.
"Ingat Malik,, kalau sampai kamu membocorkan semua rahasia ku dan sampai nama aku terseret,,kamu akan tahu akibatnya.."Ucap pria itu sambil menarik baju tahanan Dokter Malik.
"Aku sudah muak dengan mu.. puluhan tahun aku jadi alat balas dendam mu..dasar penjahat kelamin,,licik,,!!"Dokter Malik berkata sambil menipis tangan Pria itu dari baju nya.
Pria itu tertawa licik.
Kemudian pergi meninggalkan Dokter Malik.
***********************
Bagaimana kelanjutan nya..
Pasti sudah bisa nebak Khan siapa pria itu....
Apa rencana jahat nya??
Bagaimana nasib Dokter Malik selanjutnya ??
Ikuti terus kelanjutan nya.
Jangan lupa Vote..like dan komen.
__ADS_1
Semangat sehat.
Terimakasih.