
Bab 48
"Darah Daging Yang Di Benci.."
Semua orang di ruangan itu menoleh ke arah pintu dan terkejut dengan kehadiran Aluna.
"Aluna.."Hampir serentak mereka mengucapkan nama Aluna.
Antasari hanya menarik napas menatap Aluna.
Bayu dan Sinta menatap tajam tak suka dengan kehadiran Aluna.
Sedangkan Nelam menatap sendu ke arah Aluna
"Ka Aluna benar-benar wanita yang sangat cantik ,,tidak mungkin mas Bima meninggalkan nya.."Ucap Nelam dalam hati sambil menundukkan wajahnya dan menenangkan hati nya yang terasa sakit dan sedih.
Aluna melangkah dengan anggun memasuki ruangan.
"Hallo,,,selamat pagi semuanya,,,"Sapa Aluna dengan memperlihat kan senyum termanis nya.
Nelam membalas sapaan Aluna dengan tersenyum dan mengangguk.
Sedangkan Bayu tetap menatap tajam ke arah Aluna, menandakan kalau dia sangat tidak menyukai kehadiran Aluna.
Aluna membalas tatapan Bayu dengan tersenyum sinis.
Kemudian Aluna melangkahkan kaki nya mendekati Sinta yang sedang duduk di ranjang dengan Antasari yang berdiri di samping nya.
"Hallo tante.. Alhamdulillah Tante sudah bisa pulang hari ini.."Ucap Aluna sambil memeluk dan mencium pipi Sinta.
"Siapa yang meminta kamu datang kesini..!!"Ucap Sinta sinis sambil melepaskan pelukan Aluna dari tubuhnya.
"Tentu saja putera tante yang meminta saya kesini.."Ucap Aluna dengan penuh percaya diri.
"Bima..!!!???"Ucap Antasari sambil mengerutkan keningnya.
"Iya om Bima.."Ucap Aluna.
"Oh ya om apa kabar,..???"Ucap Aluna lagi sambil mencium tangan Antasari.
"Alhamdulillah saya baik.."Ucap Antasari sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Aluna.
"Saya tidak percaya kalau Bima yang menyuruh mu datang kesini..!!!"Ucap Sinta mulai emosi.
"Mah.."Ucap Antasari sambil mengusap lembut punggung istrinya.
"Iya mah,,Bima yang meminta Bima untuk datang kesini ,, sekalian mengantar mamah pulang.."Ucap Bima tiba-tiba saat keluar dari kamar mandi.
Semua orang tercengang dan menatap Bima penuh tanya,, sedangkan Aluna tersenyum penuh kemenangan.
"Ternyata Bima lebih memilih takut di benci oleh perempuan kampung itu walaupun hatinya akan terluka,,,lihat saja Nelam ,,kamu akan menyesal telah merebut Bima dari ku .."Aluna berkata dalam hati sambil menatap sinis ke arah Nelam.
Mendengar kata-kata Bima,,hati Nelam begitu sakit dan hancur.
Bayu yang berada disamping Nelam, menyadari kesedihan Nelam,,Bayu pun menggenggam tangan Nelam.
Nelam tercekat menatap Bayu.
Lewat tatapan matanya Nelam mengetahui maksud Bayu menggenggam tangan nya, yaitu untuk menguatkan nya.
Nelam tersenyum dan mengangguk ,, seolah-olah berkata kalau aku baik-baik saja, dengan lembut Nelam melepaskan genggaman tangan Bayu dari tangan nya.
__ADS_1
"Apa maksud mu Bima,,kenapa kamu menyuruh datang wanita ular ini??kamu Khan tahu kalau mamah tidak pernah suka dengannya,, !!!!"Ucap Sinta dengan sedikit berteriak.
"Mah maksud Aluna baik,,hanya untuk menjenguk mamah.."Ucap Bima yang kini sudah berada di samping Aluna.
"Iya tante,,apa salah saya datang menjenguk tante??"Ucap Aluna dengan wajah yang pura-pura sedih dan mata berkaca-kaca.
Tak lama pintu kamar terbuka lagi,,tampak lah Dokter dengan dua perawat.
"Selamat pagi semuanya.. selamat pagi bu Sinta.."Ucap Dokter sambil menghampiri Sinta.
"Semua hasil pemeriksaan baik,,bu Sinta hanya butuh banyak istirahat,,, jangan stres dan banyak pikiran.."Ucap Dokter sambil memeriksa kembali Sinta.
"Kalau memang semua sudah beres,bu Sinta bisa pulang sekarang.."Ucap Dokter lagi.
"Terimakasih banyak Dokter.."Ucap Antasari.
"Sama-sama pak Antasari,, kalau begitu saya pamit dulu,,sehat terus ya bu Sinta..."Ucap sang Dokter sambil tersenyum ke arah Antasari dan Sinta.
"Baik Dok.."Jawab Sinta sambil tersenyum.
"Hati-hati di jalan,,mari semua.. selamat pagi.."Ucap sang Dokter sambil meninggalkan ruangan.
Semua tersenyum dan mengangguk ke arah Dokter.
"Ayoo..kita pulang sekarang mah,,.."Ucap Antasari yang mencoba membantu Sinta bangun.
"Iya mamah juga ingin cepat pulang pah,,apa lagi ada ular di depan mamah,,.."Ucap Sinta memandang Aluna.
"Mah..!!"Protes Bima.
"Biar saja Wa,,mamah baru sembuh,, emosinya belum stabil.."Ucap Aluna setengah berbisik ke telinga Bima sambil menggenggam tangan Bima dan mengelus lembut bahu Bima.
"Jangan bawa wanita itu ke rumah Bima.."Ucap Sinta lagi dengan tegas saat kaki nya akan melangkah.
"Mah,,kata Dokter mamah harus bisa mengontrol emosi.."Ucap Nelam lembut sambil menggandeng tangan Sinta dan mengelus lembut pundak nya.
"Bagaimana mamah mau mengontrol emosi mamah Nelam,,kalau wanita ini ada di hadapan mamah??yang ada mamah jadi stres.!!!Ucap Sinta emosi.
"Nelam,,benar mah,, sekarang kita pulang ya sayang.."Ucap Antasari mencoba menenangkan Sinta.
Semua menatap tajam ke arah Bima dan Aluna,,Bima hanya membuang pandangannya tidak berani menatap mereka,, sedangkan Nelam menatap nanar ke arah Bima dan Aluna.
Aluna yang di tatap seperti itu semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Bima dengan tangan kiri yang menggenggam erat jemari tangan Bima dan tangan kanan yang memeluk erat lengan Bima.
Mereka semua pergi meninggalkan ruangan itu,,hanya tersisa Bima dan Aluna.
Setelah benar-benar tak ada orang,,Bima pun menghempaskan tangan nya dari genggaman dan pelukan tangan Aluna.
Bima meraih ponselnya dan segera melangkah meninggalkan Aluna.
"Dewa..!!!"Ucap Aluna sambil mengejar langkah Bima.
"Pergilah Aluna,,aku ingin ke rumah orang tua ku.."Ucap Bima dengan langkah cepat tanpa menoleh sedikit pun ke arah Aluna.
"Kamu mau kesana karena ingin bertemu dengan perempuan kampung itu khan??!!"Ucap Aluna dengan suara cukup keras,, sehingga menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka.
Bima menghentikan langkahnya,, menatap tajam Aluna.
Dengan kasar Bima menarik tangan Aluna.
"Lepaskan..sakit Wa..!!"Teriak Aluna.
__ADS_1
Bima tidak peduli dia terus menarik tangan Aluna sampai ke parkiran Rumah Sakit.
Saat mereka sampai di parkiran,,Bima langsung mendorong tubuh Aluna masuk kedalam mobil ,dengan menutup kencang pintu mobil sehingga membuat Aluna kaget,yang menandakan kemarahan nya.
Aluna menjadi pucat,selama mengenal Bima,bahkan menjalin kasih,Aluna belum pernah melihat Bima marah dan kasar sampai seperti ini.
Bima langsung melajukan mobilnya membelah jalan raya dengan kecepatan lumayan tinggi.
Aluna tidak protes,,dia merasa ciut melihat kemarahan Bima.
30 menit Bima mengendarai mobilnya dalam diam tanpa mempedulikan Aluna di samping nya,, dan akhirnya mereka sampai di kediaman Antasari dan Sinta..
Bima langsung turun dari mobil dan menarik kembali tangan Aluna untuk masuk ke dalam rumah nya.
"Den Bima.."Ucap bi Sumi kaget karena Bima muncul dengan Aluna.( Bi Sumi mengenal Aluna karena Bima sering mengajak Aluna untuk datang ke rumah ini saat mereka menjalin kasih dulu,, walaupun kedua majikan nya sampai sekarang tidak menyukai wanita ini ).
"Papah dan mamah dimana bi???"Ucap Bima kepada bi Sumi yang sedang menatap mereka.
"Tuan,, Nyonya,,neng Nelam dan mas Bayu sedang berada di roof garden.."Ucap bi Sumi yang belum hilang rasa kagetnya.
"Bayu!! ngapain tuh orang masih disini?pasti mencari kesempatan untuk mendekati Nelam.."Ucap Bima dalam hati.
"Roof garden..??"Tanya Bima sambil menatap bi Sumi.
"Iya tadi Nyonya memintanya,,"Jawab bi Sumi.
"Oke bi, terimakasih.."Jawab Bima sambil menarik lagi tangan Aluna untuk mengikuti langkah nya.
Sesampainya di roof garden,, tampak Antasari,Sinta, Nelam dan Bayu sedang mengobrol santai.
Antasari dan Sinta duduk berdampingan di sebuah sofa,Nelam dan Bayu pun duduk satu sofa di hadapan Antasari dan Sinta.
Panas sekali hati Bima melihat Nelam duduk berdekatan dengan Bayu,dan terlihat rona kebahagiaan di wajah Nelam dari senyum yang terus mengembang dari bibirnya yang tipis dan ranum.
Karena asyiknya mengobrol, mereka sampai tidak sadar dengan kehadiran Aluna dan Bima,, sampai akhirnya Bima bedehem.
Sontak mereka berempat pun melihat ke arah Bima dan Aluna, seketika mereka berempat berdiri saat melihat Bima mendekati mereka dengan tangannya yang tidak lepas dari tangan Aluna.
Hati Nelam sakit sekali rasanya,, seketika wajah nya yang tadi bahagia berubah murung dan senyum pun hilang dari wajahnya.
"Bima apa maksud kamu membawa wanita licik ini kesini...!!""Teriak Sinta dengan mata penuh amarah.
"Maaf kan Bima mah.,,pah,"Ucap Bima dengan mata menatap Antasari dan Sinta.
Bima tidak berani menatap mata Nelam yang mulai berubah sendu.
"Maksud Bima membawa Aluna kesini,,Bima ingin meminta restu dari mamah dan papah.."Ucap Bima sambil menghela napas,, berusaha setenang mungkin menata hati nya.
Semua orang menatap kaget ke arah Bima.
*****************************
Apakah Bima akan menikahi Aluna??
Bagaimana nasib Nelam????
Tunggu ya bab selanjutnya.
Jangan lupa Vote.. like dan komen.
Semangat..sehat selalu.
__ADS_1