
Bab 84
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Dengan sedikit malas Nelam melangkahkan kakinya ke kamar Bima yang sekarang menjadi kamar nya juga.
Semenjak kejadian semalam,, Nelam merasa kurang semangat,,dia bingung apa yang membuat Bima selalu menahan hasrat nya,, padahal dia tahu dan bisa merasakan jika saat itu hasrat Bima sedang menggebu.
Tapi kenapa tiba-tiba Bima seperti ketakutan,, seperti ada tekanan dalam jiwa nya.
Sesampainya di dalam kamar,, Nelam menarik napas dalam-dalam dan membuangnya kasar.
Berlahan dia membuka penutup kepala nya dan pakaian nya,,sesaat memandangi nya tubuh polos nya di depan cermin.
Nelam menghela napas,, seperti nya tidak ada yang kurang pada tubuh nya,,tapi apa yang membuat Bima yang baru 4 hari menjadi suami nya itu enggan untuk menyentuhnya.
"Apa mas Bima ada kelainan..??"Nelam bertanya pada diri sendiri.
"Atau mas Bima pernah ada trauma di masa lalu nya..??"Nelam mencoba menebak.
Lagi-lagi Nelam menarik napas dalam-dalam dan membuangnya kasar.
"Ayolah Nelam jangan negatif sama suami sendiri.."Ucap Nelam sambil memejamkan mata.
"Waktu mu dengan suami mu masih panjang Nelam.."Ucap Nelam lagi mencoba menyemangati diri nya sendiri.
Nelam pun melangkah kan kakinya ke kamar mandi,, karena pikiran yang tak fokus,,dia lupa menutup pintu kamar mandi.
Dia mulai mengisi bath up dengan air hangat di tambah dengan sabun cair beraroma vanili dan di tambah sedikit aroma terapi beraroma vanili juga.
Setelah semua di rasakan cukup,, Nelam memasukkan dirinya ke dalam bath up,, memejamkan matanya sambil menikmati aroma vanili yang bisa menenangkan hati nya.
Entahlah Nelam sangat menyukai aroma vanili ini,, karena bisa membantu menenangkan hatinya,,Nelam juga yakin kalau Bima juga sangat menyukai aroma diri nya.
Bima yang baru saja sampai di rumah,,di beritahu bi Nur kalau Nelam sedang ada di kamar.
Saat Bima sampai di kamar ternyata pintu kamar tidak di kunci,,Bima mengucapkan salam tapi hening tidak ada jawaban.
Saat Bima akan memanggil nama Nelam,,dia sedikit kaget dengan jantung berdegup kencang saat menemukan pakaian Nelam berserakan di depan cermin besar yang berada di kamar mereka.
Dengan irama jantung yang semakin berdegup kencang dan tidak beraturan,Bima memunguti pakaian Nelam termasuk barang dalam nya.
Bima menghirup aroma di pakaian kotor Nelam,,tercium aroma vanili yang begitu menenangkan.
Bima pun mencium pakaian kotor Nelam dan menghirup aroma yang mulai membuatnya seperti kecanduan.
"Bodoh,,dia Khan istriku,,aku berhak melakukan apa pun pada tubuhnya.."Gumam Bima sambil meletakkan pakaian kotor Nelam di tempat semestinya.
Berlahan Bima melangkah mendekati kamar mandi,, ternyata pintu kamar mandi tidak di tutup.
Bima mengerutkan keningnya.
"Nelam kamu sembarangan sekali,,untung aku yang masuk suami mu.."Gumam Bima sambil menggelengkan kepalanya.
Bima pun melangkah kan kaki nya ke dalam kamar mandi,, mengedarkan pandangannya,,dan tercium oleh nya aroma vanili yang begitu harum.
__ADS_1
tampak sosok wanita dengan mata terpejam sedang berendam dengan penuh ketenangan di temani busa-busa yang menutupi tubuhnya,, sampai tidak menyadari jika ada orang yang masuk ke kamar mandi dan mendekati nya,,dan orang itu pun sudah sampai di kamar mandi.
Bima menyibakkan gorden yang membatasi ruang bath up dengan ruang yang lain dari kamar mandi.
( Para reader pasti tahu lah,,kamar mandi saja sebesar itu bagaimana rumah dan kamar Bima ).
Mata Bima terbelalak,,detak jantung nya semakin kencang,, tampak Nelam dengan mata terpejam begitu hanyut menikmati mandi nya,,tubuh nya tertutup dengan busa-busa sabun yang aroma vanili nya sangat harum.
Tiba-tiba Nelam merasakan suatu kehangatan dan kenyamanan menyentuh tubuhnya,, Nelam merasakan sentuhan itu semakin nyata.
Berlahan Nelam membuka matanya,,dia tidak percaya kalau sekarang di hadapan nya ada seseorang laki-laki yang sangat dia rindukan belaian nya.
"Mas Bima...?"Ucap Nelam saat kesadaran nya sudah terkumpul.
Bima hanya tersenyum kemudian membelai lembut wajah Nelam.
"Mandi nya jangan lama-lama sayang,,nanti masuk angin..."Bisik Bima lembut di telinga Nelam, yang membuat Nelam bergidik dan merasakan sensasi yang aneh pada dirinya.
"Kalau sedang di kamar kunci pintu nya,,apa lagi kalau sedang mandi,,untung aku yang masuk.."Ucap Bima lagi dengan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Nelam.
Napas Bima terasa sekali berhembus di wajah Nelam,,bibir mereka pun bersentuhan,, ciuman yang lembut mulai memanas dan saat perasaan Nelam sudah terbakar Bima langsung menghentikan aktifitasnya.
"Cepatlah mandi,,aku juga mau mandi.."Ucap Bima lembut sambil mengelap lembut bibir Nelam.
"Kenapa kita tidak mandi bareng mas.."Ucap Nelam yang belum bisa meredakan hasratnya.
Bima tidak menjawab, dia hanya tersenyum sambil membelai lembut rambut Nelam,, mencium keningnya kemudian melangkah pergi meninggalkan Nelam yang terpaku di dalam bath up,, memandang punggung suami nya yang menghilang di balik pintu kamar mandi.
"Berlahan Nelam menyandarkan kepalanya kembali di bath up,, memejamkan mata nya dan menggigit bibir bawahnya,,berlahan buliran bening memaksa keluar dari sudut matanya.
Tak lama waktu berselang Nelam pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono yang melilit tubuhnya.
Sedangkan Bima sedang duduk di balkon sambil menghisap dalam rokok nya.
Nelam tidak berniat untuk menghampiri Bima terdengar Adzan magrib sudah berkumandang,, Nelam langsung memakai pakaian dan langsung menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim,, tanpa berniat untuk memanggil suaminya.
Saat mendengar adzan Maghrib,,Bima segera masuk ke kamar,,menutup dan mengunci pintu balkon.
Saat Bima memasuki ruang tengah kamar tidur,, terlihat Nelam sedang melaksanakan shalat magrib,,Bima menatap istrinya,, sambil menghela napas.
"Maafkan aku Nelam.."Lirih Bima sambil menundukkan wajahnya dan melangkah ke kamar mandi.
Hampir setengah jam Bima di kamar mandi, saat Bima keluar dari kamar mandi,,Nelam pun sudah tidak berada di dalam kamar.
Bima menghela napas,, kemudian memakai pakaian nya, dan menjalankan ibadah nya sebagai muslim.
Selesai shalat,,Bima pun turun ke bawah dan langsung menuju ruang makan.
Terlihat Nelam dan Sinta sedang menuangkan air putih ke gelas dan sayur sop iga kedalam mangkuk masing-masing.
Terlihat Antasari papah nya sudah duduk manis di meja makan.
"Selamat malam semua.."Ucap Bima yang mengambil duduk di samping istri nya Nelam.
"Hai sayang,,kata Nelam tadi kamu terlihat lelah sekali,,ini kami masak sop iga rasanya nikmat dan segar,,bisa naikin mood,,apa lagi buat nya dengan cinta.."Ucap Sinta sambil mengedipkan matanya ke arah Nelam.
__ADS_1
Nelam hanya tersenyum tipis,,Bima pun ikut tersenyum tipis sambil melirik Nelam yang tidak menyapa Kedatangan nya
"Gimana pekerjaan mu Bim..??Ucap Antasari sambil menerima piring dari Sinta.
"Alhamdulillah sudah ter handle semua pah.."Ucap Bima yang menerima piring dari Nelam.
"Syukurlah.."Ucap Antasari sambil menyeruput kuah sop iga.
"Hmm,,enak banget sop nya.."Ucap Antasari lagi tidak berhenti menyeruput kuah sop.
"Ini bumbu rahasia dari Nelam pah.."Bisik Sinta.
"Oh iya.."Ucap Antasari tersenyum menatap Sinta.
Sinta mengangguk sambil tersenyum.
"Nelam kalau papah lihat kamu berpotensi sekali soal masakan.."Ucap Antasari tersenyum menatap Nelam.
"Itu karena papah cocok dengan masakan Nelam,,soal rasa belum tentu semua orang suka pah..."Ucap Nelam sambil melirik ke arah Bima.
"Menurut mu bagaimana masakan istri mu Bim..."Tanya Antasari.
"Enak pah,, menurut Bima semua masakan buatan Nelam enak pah.."Ucap Bima mantap sambil menggenggam tangan Nelam.
"Nelam,, papah ingin kamu meneruskan pendidikan mu,, kalau memang kamu hobi masak kamu bisa ambil pendidikan di bidang itu.."Ucap Antasari menatap Nelam.
"Nelam belum berpikiran kesana pah,,apa lagi sekarang Nelam baru menjadi istri mas Bima.."Ucap Nelam.
"Hai,,menjadi istri bukan berarti kamu tidak bisa apa-apa,, sebagai perempuan kita harus punya keahlian,,apa lagi kamu punya suami CEO.."Ucap Sinta sambil menatap Nelam dan Bima bergantian.
"Kalau aku sie terserah kamu saja sayang,,apa yang membuat hati mu senang lakukanlah.."Ucap Bima kembali menggenggam tangan Nelam.
Nelam tersenyum kecut.
"Oh iya mah,,pah,,Bima mau minta ijin mengajak Nelam kembali ke apartemen Bima.."Ucap Bima menatap orang tuanya.
"Tunggu pesta pernikahan kalian dulu,, tinggal satu Minggu lagi.."Ucap Sinta cemberut.
Baru saja Bima akan membuka suara nya,, Antasari langsung memotong.
"Mah,, biarkan Bima mengajak istrinya ke tempat tinggal nya,, berarti Bima suami yang bertanggung jawab.."Ucap Antasari lembut sambil mengusap punggung istrinya.
Sinta tidak menjawab,, wajahnya langsung cemberut.
"Sudah ayo teruskan makan nya.."Ucap Antasari lagi.
Mereka pun makan dalam diam.
********************
Akankah Nelam mampu menghadapi sikap Bima???
Dan mampu kah Bima menjalankan kewajiban nya tanpa di bayangi kesalahan-kesalahan???
Ikuti terus cerita seru nya.
__ADS_1
Beri semangat author dengan dukungan,, Vote,,Like dan komen