Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Bayu dan Dokter Intan


__ADS_3

Bab 51


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Tak lama waktu berselang,, datang lah Dokter Intan ke apartemen Bima.


Bima membuka pintu.


"Hai intan,, gw yakin Lo pasti akan datang,,apa.lagi kalau pasiennya si reseh ini.."Ucap Bima sambil mempersilahkan Dokter Intan masuk dan menutup pintu apartemen.


Saat Dokter Intan bertemu Bayu,,irama jantung nya semakin tidak beraturan.


"Seperti mimpi,ini seperti keajaiban tiba-tiba aku bisa bertemu dia lagi,, apakah ini suatu keajaiban atau takdir Mu???.Ucap Dokter Intan dalam hati dengan perasaan bercampur aduk.


"Oh ternyata orang yang Lo pukuli itu Bayu.??."Ucap Dokter Intan sambil menetralisir perasaannya.


Dokter Intan pun menghampiri Bayu yang sedang duduk di sofa sambil merebahkan kepalanya di sandaran sofa.


"Ya ampun Bima,,sampai babak belur begini.??Ucap Dokter Intan sambil melihat lebam-lebam di wajah Bayu.


"Tolong ambilkan air hangat dan handuk Bim,,buat kompres wajah Bayu.,,,"Ucap Dokter Intan sambil menyentuh pelan wajah Bayu.


"Bima itu psikopat,, dikit-dikit main pukul.."Ucap Bayu sambil memejamkan mata dan meringis kesakitan saat Dokter Intan menyentuh wajahnya.


Bima tidak menghiraukan perkataan Bayu,,dia langsung menuju pantry untuk mengambil air hangat.


Tinggallah sesaat Bayu dan Dokter Intan.


"Kenapa Bima sampai memukul mu??".Ucap Dokter Intan sambil mengeluarkan beberapa salep dan obat dari tas medis nya.


"Masalah laki-laki.."Jawab Bayu sekena nya.


"Kamu tidak merindukan Salsa Bay??Sudah seminggu ini kamu tidak mengunjungi nya, menanyakan kabar nya pun tidak?Ucap Dokter Intan lembut sambil menatap Bayu sendu.


"Kita bicarakan soal Salsa nanti,,ada Bima di sini.."Ucap Bayu menatap tajam Dokter Intan.


"Baiklah..""Jawab Dokter Intan berusaha selalu tersenyum untuk menutupi luka hatinya.


Tak berapa lama Bima muncul dengan membawa wadah berisi air hangat dan handuk untuk mengompres wajah Bayu.


"Ini air nya Intan.."Ucap Bima sambil menyerahkan wadah tersebut.


"Sebelum di obati,,di kompres dulu ya Bay.."Ucap Dokter Intan lembut.


Bayu meringis saat Dokter Intan mengompres wajahnya.


"Ga usah manja gitu Lo..."Ucap Bima dengan senyum mengejek ke arah Bayu.


"Siapa yang manja,,ini semua gara-gara Lo..!!!!""Ucap Bayu yang mulai kesal dengan ucapan Bima.


"Salah Lo sendiri kenapa ga melawan atau menghindar.."Ucap Bima cuek sambil mengambil ponselnya


Baru saja Bayu akan membalas ucapan Bima,, Dokter Intan langsung menyela nya.


"Sudah..!!Kalian tidak berubah dari dulu, bersahabat dekat tapi selalu bertengkar..!!Ucap Dokter Intan kesal,,sambil meletakkan baskom dan handuk kompres.


Setelah di lap kering,, Dokter Intan langsung mengoleskan salep ke wajah Bayu yang lebam dan luka.

__ADS_1


"Nanti aku akan memberikan beberapa salep untuk kamu bawa pulang,,,di pakai lagi saat kamu mau tidur.."Ucap Dokter Intan dengan dada bergetar hebat saat menyentuh pipi Bima.


Dokter Intan berusaha setenang mungkin


"Minumlah obat penghilang nyeri dan bengkak ini Bay.."Ucap Dokter Intan lembut,,sambil menyerahkan obat ke tangan Bayu.


"Gw minum obatnya di rumah aja.."Ucap Bayu sambil menerima obat dari Dokter Intan dan menatap kesal ke arah Bima.


Dokter Intan mengerti dan tersenyum.


"Sebentar aku ambil kan air dulu ya.."Ucap Dokter Intan tersenyum manis ke arah Bayu,dan menggelengkan kepalanya ke arah Bima yang masih asyik dengan ponselnya.


"Lihat tuh,dia masih perhatian sama lo,,malah ngejar yang lain.."Ucap Bima masih sibuk dengan ponselnya tanpa menoleh ke arah Bayu.


"Jangan mulai dech Lo..gw ga ngelawan lo,,karena gw butuh restu Lo..!!!"Sungut Bayu sambil menatap kesal ke arah Bima.


Mereka pun tidak melanjutkan pembicaraan,,karena Dokter Intan sudah datang dengan membawa segelas air putih dan dua gelas teh hangat.


"Bim..gw bikinin teh nie buat Lo.."Ucap Intan sambil menaruh cangkir teh di meja depan Bima.


"Thank Tan,, sorry loh jadi gw yang di layani,,""Ucap Bima sambil melihat Dokter Intan.


"Hanya teh Bim ga repot..air panas juga sudah tersedia di dispenser ,,jadi ga perlu repot-repot masak air.."Ucap Dokter Intan tersenyum sambil meletakkan cangkir ke depan meja nya dan duduk disamping Bayu.


"Dari dulu ga berubah,,baik hati dan selalu perhatian,apa lagi sama cowok yang ada di samping Lo.."Ucap Bima sambil melirik sinis Bayu.


Bayu hanya menatap Bima kesal,, seandainya dia tidak ada misi untuk mendekati Nelam sudah habis di pukuli nya Bima.


"Dari dulu gw bukan tipe wanita idaman dia Bim.."Ucap Dokter Intan sambil menyiapkan obat yang di minum Bayu.


Bima dan Bayu saling tatap.


"Thanks.."Ucap Bayu sambil obat dan segelas air putih dari tangan Dokter Intan dan segera meminum obatnya.


"Setelah minum obat sebaiknya kamu langsung istirahat Bay..ini salep nya jangan lupa di oles tipis-tipis sebelum tidur,,tapi usahakan wajah mu dalam keadaan bersih Bay.."Ucap Dokter Intan sambil menyerahkan beberapa salep ke Bayu.


"Terimakasih banyak Tan..."Ucap Bayu sambil menerima beberapa salep.


"InsyaAllah besok pagi lebam-lebam di wajah mu segera membaik.."Ucap Dokter Intan lembut sambil tersenyum ke arah Bayu.


Bayu hanya membalas dengan anggukan dan memasukkan salep ke dalam tasnya.


"Kalau begitu gw pulang dulu ya.."Ucap Dokter Intan sambil merapikan tas nya.


"Nanti biaya nya seperti biasa ya gw transfer..


"Ucap Bima sambil menghentikan tangannya memainkan ponsel.


"Gampang itu Bim.."Dokter Intan berkata sambil tersenyum dan beranjak bangun dari duduknya.


"Gw juga mau pulang ,,kita bareng sampai parkiran Tan.."Ucap Bayu sambil ikut berdiri dan mengambil tas nya.


Dokter Intan hanya mengangguk dan tersenyum.


"Gw pulang ya Bim.."Ucap Dokter Intan tersenyum ke arah Bima.


"Terimakasih banyak Tan..maaf malam-malam ngerepotin.."Ucap Bima tersenyum sambil mengantarkan Dokter Intan dan Bayu ke depan pintu.

__ADS_1


"Sudah biasa itu.."Jawab Dokter Intan tertawa kecil sambil menepuk pelan pundak Bima.


"Gw pamit bro.., jangan lupa besok jam 10 di rumah ortu Lo.."Ucap Bayu sambil berbisik ke telinga Bima,,Bima hanya menatap malas ke arah Bayu.


"Sampai ketemu lagi ya Bim.."Ucap Dokter Intan sambil melambaikan tangan nya ke Bima.


"Siap Tan.. hati-hati ya.."Jawab Bima sambil menutup pintu apartemen nya.


Setelah menutup pintu..Bima langsung melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan tubuh nya di kasur empuk king size nya.


Kemudian Bima membuka ponselnya dan memandangi wajah Nelam dan Yusuf.


Air mata pun mengalir dari sudut matanya.


"Maaf kan papah nak.. maafkan aku Nelam ,,aku terlalu pengecut untuk mengakui semua ini.."Ucap Bima dengan Isak tangis nya.


Bima pun terlelap dalam tidurnya sambil menangis dan memeluk ponsel nya dengan foto Nelam dan Yusuf.


Sementara itu Dokter Intan dan Bayu berjalan beriringan menuju parkiran apartemen.


"Kapan kamu mau melihat Salsa..?"Tanya Dokter Intan sambil menoleh ke arah Bayu yang berjalan di samping nya.


"Malam ini gw harus istirahat,Khan Lo tau keadaan gw..!!"Ucap Bayu dengan suara agak tinggi tanpa menoleh sedikit pun ke arah Intan.


Intan menarik napas.


"Apa sedikit pun kamu tidak merindukan Salsa??dia selalu bertanya tentang kamu Bay.."Ucap Intan sambil mencoba menahan emosi nya.


Bayu pun menghentikan langkahnya dan menatap Intan tajam.


"Intan...gw sudah meminta Lo untuk menggugurkan kandungan itu,,tapi Lo yang berisi keras untuk mempertahankan kandungan itu,,,dan sekarang Lo menuntut gw harus bertanggung jawab dengan Salsa.??!!.''Tanya.Bayu dengan suara keras,,mata yang memerah menahan emosi dan menatap tajam ke arah Dokter Intan.


"Maafkan aku Bay.."Ucap Dokter Intan menunduk,, menahan sakit di hatinya.


"****..."Ucap Bayu penuh emosi.


Dengan langkah cepat dan penuh emosi,,Bayu pun meninggalkan Intan tanpa sepatah kata.


Dokter Intan yang melihat Bayu pergi meninggalkan nya begitu saja,, teringat kejadian 5 tahun yang lalu,, dengan santai Bayu meninggalkan nya di kamar apartemen nya tanpa rasa bersalah dan kasihan melihat dirinya yang tergolek lemah karena perbuatan Bayu semalaman.


Dada Dokter Intan semakin sesak,,apa lagi jika mengingat dengan santai nya Bayu meminta dia untuk menggugurkan kandungan nya.


Air matanya pun mengalir dari sudut matanya tanpa bisa di tahan,, membasahi seluruh wajahnya,, Dokter Intan pun menangis dalam diam.


"Tidak Intan..,kamu tidak boleh cengeng,,kamu harus kuat demi bidadari kecil mu.."Ucap Dokter Intan dalam hati,, sambil mengusap air mata dan melangkah pasti dengan penuh senyum semangat.


********************


Kalau Bayu dan Dokter Intan pernah melakukan hubungan terlarang,, berarti sosok Salsa itu anak dari Bayu?????


Lalu bagaimana perasaan Bima dan Nelam,,saat mereka harus bersama dengan orang lain??


Ikuti terus bab selanjutnya.


Banyak cerita seru yang masih menanti.


Jangan lupa Vote like dan komen.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2