
Bab 80
"... Darah Daging Yang Di Benci.."
Bab ini masih fokus ke masalah Bayu ya.
Sedih,,lemas dan gemetar itulah yang di rasakan Bayu saat ini.
Mata nya yang tidak lepas menatap ke arah monitor,,nyaris tak berkedip saat detak jantung seseorang yang baru di sadari bahwa kehadiran nya sungguh sangat berharga itu telah berhenti.
Bulir-bulir bening pun menetes dari sudut matanya ,,bibir nya kelu,, seluruh badannya lemas seperti tak bertulang.
Saat badan tegap yang hatinya kini benar-benar rapuh itu mulai kehilangan keseimbangan,, tiba-tiba ada lengan kokoh yang menopang nya.
"Lo baik-baik saja bro.."Ucap suara itu.
Bayu tahu itu suara siapa,,tapi dia merasakan kepalanya seperti berputar -putar, semua seperti ingin menimpa nya,,dan semua mulai tampak samar dan gelap.
***********
Bayu membuka matanya berlahan saat merasakan kecupan hangat di kedua pipinya.
Tampak dua sosok wanita berada di depan nya,, mereka memakai pakaian serba putih,,wajah mereka putih bersinar dengan senyuman hangat dan tatapan mata yang teduh.
"Intan,,Salsa..."Gumam Bayu sambil berusaha memeluk mereka.
"Maafkan aku,, maafkan aku..."Ucap Bayu menangis saat memeluk mereka.
"Jangan menangis lagi pah,,Salsa sayang papah.."Ucap anak kecil itu sambil mengusap air mata Bayu.
"Iya kami berdua sangat menyayangi mu mas..."Bisik wanita itu dengan lembut.
"Papah juga sayang kalian.."Ucap Bayu sambil menangis dan mendekap erat tubuh kedua wanita yang sangat di sayangi nya ( perasaan sayang yang terlambat di sadari nya ).
"Kalau papah sayang kami,,papah harus semangat.."Ucap anak kecil itu sambil menatap Bayu.
"Mata mu indah seperti mata mamah mu.."Ucap Bima dengan tatapan sendu penuh kerinduan sambil membelai dan mencium pipi anak kecil itu.
"Benar mas,,kamu harus tetap menjalani hidup ini.."Ucap wanita dengan senyum mengembang.
"Kami pamit sekarang mas,, do'akan kami.."Ucap wanita itu mulai melepas pelan tangan Bayu yang sedang memeluk mereka.
Wanita dan anak itu pergi berlalu,Bayu yang terpaku beberapa saat langsung tersadar saat dua wanita yang mulai di sayangi nya sudah melangkah meninggalkan nya.
"Tidak,,, Intan,,Salsa.."Teriak Bayu yang mengejar mereka.
"Aneh,,aku sudah berlari kencang tidak mampu mengikuti langkah mereka.
"Terlihat dua wanita menghendaki langkahnya,, dan menoleh kan kepala mereka ke arah Bayu,, dan mengulas senyum ke arah Bayu,, senyum yang akhir-akhir ini mulai Bayu rindukan.
Bayu pun semakin berlari kencang mendekati mereka.
"Intan,,Salsa tunggu.."Teriak Bayu dengan kembali berlari dan tiba-tiba Bayu tersungkur.
***********
"Salsa,,,,Intan...."
Bug
"Bayu..."Teriak Mayang saat melihat Bayu berteriak memanggil nama Intan dan Salsa, dan terjatuh dari tempat tidurnya.
"Kamu ga pa pa sayang..?"Tanya Mayang khawatir, sambil menghampiri Bayu.
Bayu meringis sambil membuka matanya,, melihat mamah nya yang berada di depan nya.
"Ga pa pa mah,,Bayu dimana??"Bayu berkata sambil memijit keningnya,, kepala nya terasa berat sekali.
"Tadi kamu pingsan di Rumah Sakit nak,,kamu sekarang ada di rumah.."Jawab Sinta.
Bayu mengerutkan keningnya mencoba mengingat nya,, kemudian mengedarkan pandangannya,,yang ternyata adalah kamarnya.
"Dokter menyarankan kamu di rawat,,tapi kami memutuskan untuk membawamu pulang.."Ucap Sinta sedih.
"Tunggu mah..!!"Ucap Bayu yang berusaha mengumpulkan ingatan nya.
"Intan..."Ucap Bayu sambil menatap Mayang.
"Dokter Intan akan di makamkan pagi ini Bay.."Ucap Mayang sedih menatap nanar putera nya.
Bayu melihat jam di pergelangan tangan nya,,jam 05.30,,ini menandakan dia pingsan cukup lama.,,karena seingatnya tepat jam 20.00
__ADS_1
Dokter Intan menghembuskan napas terakhirnya.
Bayu memejamkan matanya,, menarik napas dalam-dalam kemudian membuangnya,, mencoba mendamaikan hatinya pada realita yang sekarang sedang di hadapi nya.
"Dimana jenazah Intan mah.."Tanya Bayu.
"Di rumah ini nak,di ruang tengah.."Jawab Mayang.
"Bayu mau kesana mah.."Ucap Bayu berusaha bangkit sambil memegang kepala nya.
"Bay,, lebih baik kamu sarapan dulu,,habis itu bersihkan dirimu,,dari kemarin kamu belum makan,,makanya kamu pingsan..." Ucap Mayang membantu Bayu berdiri dan memapahnya duduk di Sofa.
Mayang mengambil semangkok bubur di meja,
bubur terlihat masih mengepulkan asapnya,,berarti bubur nya baru matang,,tadi nya Mayang berniat mencoba melihat Bayu.
Tapi ternyata Bayu sudah sadar,,Mayang melihat Bayu terjatuh sambil memanggil nama Salsa dan Intan,,dia tahu pasti putera nya sedang bermimpi bertemu istri dan anaknya.
"Makan dulu nak.."Ucap Mayang menyuapkan sesendok bubur ke mulut Bayu.
Sebenarnya Bayu enggan untuk makan,,tapi dia harus mempunyai tenaga menghadapi kenyataan hidup yang baru saja akan di mulai nya ternyata semua menghilang bagaikan mimpi.
Bayu menghela napas.
Sesempurna apapun rencana seseorang,,tetap rencana Yang Maha Kuasa yang lebih indah,,Bayu yakin ada hikmah di balik semua kejadian ini.
Dia harus tetap semangat,, kehilangan Salsa dan Dokter Intan adalah pelajaran yang berharga dalam hidup nya.
Ternyata benar kata-kata yang mengungkap kan jika seseorang itu sudah tiada baru terasa dan berarti kehadiran nya.
Bayu menatap dalam sesosok wanita yang kini berada di depan nya,,yang sesekali meniup pelan asap yang keluar dari bubur yang akan masuk ke mulut nya.
"Mah.."Panggil Bayu lirih sambil menatap nanar Mayang saat dia kembali ingin menyendok bubur.
"Iya sayang.."Ucap Mayang lembut sambil menatap Bayu.
"Maafkan Bayu.."Ucap Bayu sebelum menerima suapan bubur dari Mayang.
"Maaf untuk apa??"Ucap Mayang sambil memasukkan bubur ke mulut Bayu.
Bayu mengunyah sebentar,, kemudian meneruskan ucapannya.
"Selama ini Bayu merasa mamah dan papah bukan orang tua yang baik,, karena tidak pernah memperhatikan Bayu,, menyerahkan semua kepada pengasuh..."Ucap Bayu menggenggam tangan Mayang.
"Mamah juga masih mengedepankan ego dan emosi,,maaf kan mamah,,tapi mamah dan papah sangat menyayangi mu.."Ucap Mayang dengan mata berkaca-kaca.
"Kami berdua bukan pasangan romantis, tidak seperti pasangan Antasari dan Sinta,,tapi kami saling melengkapi.."Ucap Mayang lagi dengan air mata yang mulai mengalir di wajah nya.
"Mamah berharap kamu akan mendapatkan kebahagiaan Bay,, suatu saat nanti jika ada seseorang yang mencintai mu dan menyayangi mu dengan tulus,, jangan sia-sia kan dia..."Ucap Mayang tersedu-sedu.
"Iya mah,,ini semua pelajaran berharga buat Bayu.."Ucap Bayu sambil memeluk mamah nya.
Mayang menangis di pelukan Bayu,dan Bayu juga merasakan buliran hangat mengalir dari sudut matanya.
"Habiskan makan mu,, setelah ini kamu mandi,, sebentar lagi jenazah Dokter Intan di kebumikan.."Ucap Mayang yang kembali menyuapi Bayu.
"Mamah sudah makan.."Tanya Bayu.
"Mamah sudah makan Bay.."Ucap Mayang sambil memberikan sendok terakhir bubur ke mulut Bayu.
"Mamah jangan bohong.."Ucap Bayu penuh selidik ke wajah Mayang.
"Ih,,kamu ga percayaan banget sie,,tadi papah kesini memberikan sarapan buat mamah.."Ucap Mayang sambil mengambil segelas air untuk Bayu.
Bayu menerima dan meminumnya sampai tandas.
"Benar mah..???"Ucap Bayu masih tak percaya
Mayang menghela napas.
"Iya tadi papah mu kesini nyuapin mamah..!!"Ucap Mayang dengan suara agak tinggi tapi buru-buru menutup mulutnya.
Bayu tersenyum jahil sambil menatap mamahnya.
"Kamu tuh Bay sama orang tua sendiri usil.."Ucap Mayang memukul pelan lengan Bayu.
"Tapi mamah bahagia,,ini baru anak mamah.."Ucap Mayang lagi sambil mencium pipi Bayu.
"Mamah.."Bayu berkata sambil melotot dan memegang pipi yang di cium Mayang.
Mayang tertawa lepas.
__ADS_1
Selesai makan,, Mayang menyiapkan air hangat untuk Bayu dan menyiapkan pakaian untuk Bayu.
Setelah puluhan tahun,,Mayang baru merasakan mengurus puteranya seperti ini,, menyuapi, menyiapkan mandi dan pakaian nya.
Setelah Bayu rapi,, mereka berdua keluar dari kamar,,menuju ruang tengah yang di mana jenazah Dokter Intan terbaring.
Semua orang yang hadir menatap Bayu.
"Bayu,,yang sabar ya nak,,kamu kuat,kamu bisa menjalani semua ini.."Ucap Sinta sambil memeluk Bayu.
"Iya tante,, terimakasih.."Ucap Bayu.
Sinta melepaskan pelukan nya.
"Mayang yang tabah ya,,ini semua takdir yang pasti ada hikmah di balik nya.."Ucap Sinta memeluk Mayang.
"Iya Sinta terimakasih.."Ucap Mayang membalas pelukan Sinta.
"Om,, turut berdukacita Bay.."Ucap Antasari memeluk Bayu.
"Ya om terimakasih banyak,,maaf telah merepotkan om.."Ucap Bayu membalas pelukan Antasari.
"Kita keluarga,,tidak ada yang di repot kan,,kamu sudah om anggap sebagai anak.."Ucap Antasari melepaskan pelukan nya.
"Terimakasih om.."Ucap Bayu.
Antasari mengangguk dan menepuk pelan pundak Bayu.
"Bro.."Ucap Bima langsung memeluk Bayu.
"Keren bro,,Lo bisa sekuat ini.."Ucap Bima sambil memeluk sebentar Bayu.
"Terimakasih bro,,, seharusnya dari kemarin hari bahagia lo sama Nelam.."Ucap Bayu saat Bima melepaskan pelukan nya.
"Santai,,ga usah buru-buru,, pelan-pelan.."Bisik Bima sambil melirik Nelam.
Nelam yang berdiri di samping Bima, seketika wajah nya memerah saat Bima dan Bayu melirik ke arah,,apa lagi lirikan nakal yang di berikan Bima.
Bayu tersenyum sambil memukul pundak Bima.
"Mas Bayu turut berdukacita, yang tabah ya.."Ucap Nelam sambil mengulurkan tangannya.
"Terimakasih banyak Nelam,,maaf telah merepotkan kalian.."Ucap Bayu yang masih menggenggam tangan Nelam.
"Tidak apa-apa mas,,mas Bayu sudah banyak membantu kami.."Ucap Nelam lembut dengan tatapan sendu ke arah Bayu.
"Jenazah Intan akan segera di mandikan dan di shalat kan Bay.."Ucap Adam yang tiba-tiba datang.
"Iya pak,,Bayu segera kesana.."Ucap Bayu langsung melepaskan tangan Nelam.
Bima yang melihat itu hanya menatap tajam tanpa ekspresi,, terlihat sekali kalau Bayu belum bisa sepenuhnya move on dari Nelam,,terlihat dari cara Bayu menatap Nelam.
"Mas Bima.."Ucap Nelam lembut.
Bima buru-buru menguasai suasana hatinya.
"Iya sayang.."Ucap Bima tersenyum dan menggenggam tangan Nelam.
"Kamu nanti ikut Khan menyalatkan almarhumah Dokter Intan..??Ucap Nelam dengan tatapan sendu nya ke Bima.
"Iya sayang.."Ucap Bima lembut sambil mengusap kepala Nelam.
"Ya udah ayo kita kesana.."Ucap Bima tersenyum menatap Nelam.
Selesai di mandikan dan di shalat kan,,jenazah Dokter Intan di bawa ke pemakaman XX tempat kemarin Salsa di makamkan.
Sama seperti proses pemakaman Salsa,,adzan dan Iqamah di kumandangkan oleh Bayu.
Tapi kali ini dengan suara yang berbeda,,jika kemarin Bayu mengumandangkan nya dengan penuh rasa sedih dan tangisan,,tapi kali ini Bayu mengumandangkan nya dengan penuh ketenangan.
***********************
Sayangilah orang-orang disekitar kita yang masih ada,, karena di saat mereka sudah tiada,,baru lah terasa betapa kehadiran mereka begitu berarti,,jangan sampai menyesal di kemudian hari.
Pasti ada hikmah di balik duka yang di rasakan.
Ikuti terus bab selanjutnya.
Jangan lupa dukungannya,,vote,,like dan komen.
Selamat beraktifitas dan selamat berpuasa untuk yang menjalani.
__ADS_1
Semangat.