Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Kembali nya Antasari dan siapa lelaki yang bersama Aluna


__ADS_3

Bab 37


"...Darah Daging Yang Di Benci ."


Sinta berdiri terpaku,saat melihat pria di depannya,baru 3 hari tidak bertemu seperti bertahun-tahun.


Sinta sangat merindukan wajah itu,wajah yang semakin tampan dan penuh pesona, walaupun usia pria ini sudah tidak muda lagi.


Saat pria itu membalikkan tubuhnya dan mata mereka pun saling bertemu,sungguh kerinduan yang sangat dalam di rasakan oleh Sinta,,dia tidak bisa membohongi diri nya betapa dia sangat kehadiran pria itu.


"Antasari.."Ucap Sinta lirih.


"Sinta.."Ucap Antasari dengan tersenyum menatap Sinta dalam.


Antasari pun menghampiri Sinta dan memeluknya erat dengan penuh kerinduan.


"Papah rindu sama mamah,, maafkan papah.."Bisik Antasari lembut di telinga Sinta.


Sinta membalas pelukan Antasari,,air mata kebahagiaan pun mengalir dari kedua sudut matanya.


"Mamah juga minta maaf pah,,mamah juga rindu sama papah.."Jawab Sinta masih terus terisak.


Untung nya Bima memilih tempat yang privasi,jadi tidak ada orang yang melihat drama orang tua nya.


"Udah dong drama nya,apa kalian tidak kasihan sama kami?? "Ucap Bima yang sudah berada di dekat Nelam dan merangkul pundak Nelam.


Tentu saja perlakuan Bima membuat wajah Nelam seketika memerah, pastinya dengan berdetak kencang di dadanya ,apa lagi saat tangan Bima semakin erat merangkul Nelam.


Antasari dan Sinta melepaskan pelukan mereka ,,Sinta yang tadinya ingin berhenti menangis,matanya kembali berkaca-kaca, hatinya terasa sesak melihat Bima dan Nelam.


"Hai..kenapa mamah masih sedih ???Ucap Bima sambil menatap Sinta.


"Tangisan mamah mu ini tangis bahagia Bim,,karena mamah mu sudah kangen sekali sama papah.."Ucap Antasari menggoda sambil merangkul pundak Sinta.


Sinta pun mencubit lengan Antasari pelan,, Antasari membalas dengan senyuman sambil mengelus lembut kepala Sinta


Mereka berempat seperti sedang kencan beda generasi,,tapi sayang pasangan yang satu harus menahan kekecewaan karena mereka di takdir kan sedarah.


"Ya sudah,,ayo kita pesan makan ,,cacing sudah minta jatah nie."Ucap Bima tertawa sambil melepaskan rangkulan nya dari pundak Nelam


"Silahkan tuan Puteri ku yang cantik.."Ucap Bima dengan senyum menawannya dan mata yang elang yang benar-benar mempesona, sambil menarik kursi untuk Nelam dan mempersilahkan Nelam untuk duduk.


Perlakuan Bima benar-benar membuat hati Nelam berbunga-bunga dan berdegup dengan kencang,, seandainya Bima bukan kakaknya pasti ini adalah hal yang paling membahagiakan buat Nelam.


"Terimakasih mas.."Ucap Nelam dengan wajah memerah.


"Sama-sama adikku yang cantik.."Balas Bima dengan tatapan penuh sayang ke Nelam.


Antasari dan Sinta saling tatap dengan pikiran masing-masing.


Antasari merasa sedih,.


"Kasihan sekali kalian,,harus menerima takdir ini"Antasari berkata dalam hati sambil menatap Bima dan Nelam dengan tatapan sedih.


Sedangkan Sinta sangat merasa bersalah dengan mereka.


"Maafkan mamah,,mamah belum bisa mengatakan yang sebenarnya,,mamah belum berani.."Sinta berkata dalam hati dengan mata berkaca-kaca.


"Lho kenapa mamah dan papah menatap kami seperti ini??"Ucap Bima sambil mengerutkan kening dan menatap ke arah Antasari dan Sinta.


"Memangnya aneh ya kalau seorang kakak laki-laki memperlakukan adik perempuan dengan penuh kasih?Ucap Bima dengan menatap tajam kedua orang tua sambil duduk di samping Nelam.


"Apa lagi adik perempuan yang berpuluh puluh tahun baru bertemu!!"Ucap Bima lirih sambil mengalihkan tatapannya ke arah Nelam.


Wajah Bima dan Nelam sangat dekat, sehingga napas Bima terasa hangat menerpa di samping wajah Nelam.


Perasaan Nelam benar-benar tidak karuan,penuh dengan getaran cinta karena di hatinya dia tidak bisa menghilangkan perasaan cinta nya pada Bima,,tapi bukan perasaan cinta pada seseorang adik kepada kakaknya,,tapi perasaan seorang wanita dewasa yang jatuh cinta kepada seorang pria dewasa.


Hmm


Antasari pun bedehem.


"Ayo kita pesan makan.."Ucap Antasari sambil memanggil pramusaji.


Antasari sengaja ingin cepat-cepat memesan makanan,karena Antasari tidak mau keadaan yang menyakitkannya terus berlanjut.

__ADS_1


Sinta hanya terdiam , dengan menatap sedih dan merasa sangat bersalah.


Akhirnya makanan yang mereka pesan datang,, Antasari dan Bima yang lebih bicara sambil kadang menggoda Sinta dan Nelam.


"Bim..kamu mau tidur dimana malam ini??"Tanya Antasari.


"Tidur di rumah saja Bim,mamah masih kangen sama kamu.."Ucap Sinta penuh harap.


"Iya mah..malam ini Bima tidur di rumah.."Jawab Bima tersenyum ke arah Sinta.


"Kamu tidak keberatan Khan dek,kalau kakak tidur di rumah ??"Tanya Bima dengan tatapan nya yang menggoda.


Nelam yang sedang mengunyah makanan pun tersedak sampai terbatuk-batuk karena mendengar ucapan Bima.


"Pelan-pelan dong dek makannya,ga ada yang minta kok.!!"Bima berkata sambil memberikan segelas air kepada Nelam.


"Terimakasih mas.."Ucap Nelam pelan sambil tersenyum kikuk.


"Nelam saat melihat wajah mu memerah, rasanya ingin sekali aku memeluk mu,entah kenapa perasaan ini tidak bisa hilang dari hatiku ..'Batin Bima yang tiba-tiba terasa sakit sekali.


Tatapan Bima yang tadi penuh kehangatan kini berubah menjadi tatapan kesedihan.


Bima pun membuang tatapan nya dari Nelam dan melanjutkan makannya dengan wajah murung


"Maafkan mamah nak, kalian terluka karena mamah.."Batin Sinta sedih.


Akhirnya mereka pun selesai makan dan segera meninggalkan restoran.


Saat mereka sampai di parkiran , tiba-tiba mereka melihat sesosok perempuan seperti Aluna sedang bergandengan mesra dengan seorang pria setengah baya yang masih terlihat gagah ,,tampak mereka berdua masuk ke dalam mobil.


"Wanita itu seperti Aluna si wanita ular.."Ucap Sinta yang menatap tajam ke arah mobil wanita dan pria itu.


"Dasar wanita murahan,!!!Hardik Sinta.


"Untung kamu sudah putus sama dia Bima,kalau tidak ,sampai mamah mati juga mamah tidak akan merestui hubungan kalian..!!"Ucap Sinta dengan suara penuh penekanan sambil matanya masih menatap ke arah mobil yang sudah mulai melaju meninggalkan area parkir.


"Mamah.."Ucap Nelam lembut sambil mengelus pelan pundak Sinta.


"Sayang..sudah jangan emosi seperti ini..nanti darah tinggi kamu kumat.."Ucap Antasari lembut sambil menggandeng tangan Sinta dan membimbing nya masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Nelam.


Antasari duduk di kursi depan di samping Bima yang mengemudi.


"Mamah tidak ingin melihat kamu masih berhubungan dengan wanita ular itu.!!"Ucap Sinta penuh penekanan,sambil menatap tajam ke arah Bima yang sedang mengemudi.


"Mah..,Bima sedang menyetir..,,kasihan dia.,.,apa lagi tadi Bima habis dari Bandara menjemput papah."Antasari berkata dengan suara penuh kelembutan sambil memutar tubuhnya agar dapat melihat ke arah Sinta.


Bima menarik napas.


Sebenarnya Bima diam bukan karena melihat Aluna dengan seorang pria setengah baya., kejadian tadi di restoran membuat Bima murung dan hilang mood.


"Bima tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Aluna mah.."Jawab Bima malas sambil melirik Nelam dari kaca mobil.


Nelam yang tahu kalau ada sesuatu yang membuat Bima sedih, berusaha menenangkan Sinta.


"Ma.. tolong kasih kepercayaan sama mas Bima.."Ucap Nelam lembut sambil mengelus.bahu Sinta.


"Nelam yakin mas Bima lelaki yang sangat baik,mas Bima pasti bisa memilih wanita mana yang cocok untuk menjadi pendamping mas Bima dan bisa menjadi menantu yang baik untuk kedua orang tuanya.'"Ucap Nelam lembut dengan tersenyum manis sambil melirik ke arah Bima.


Saat Nelam melirik Bima, bertepatan saat Bima menatap Nelam.


Mata mereka pun beradu pandang walaupun sesaat.


Nelam langsung membuang wajahnya ke arah Sinta, walaupun hanya sebentar tapi mampu membuat dua insan ini merasakan getaran.


Tak lama setelah membelah Ibukota yang tidak terlalu ramai karena jam sudah menunjukkan pukul 23.00, mereka pun sampai di rumah.


Sesampainya di dalam rumah.


"Pah .,mah..,mas Bima,, Nelam langsung pamit ke kamar ya.."Ucap Nelam sambil memeluk Sinta.


"Iya sayang,kamu istirahat ya.."Jawab Sinta sambil membalas pelukan Nelam dan mengusap lembut kepala Nelam


"Mamah juga jangan banyak yang di pikirkan.."Ucap Nelam sambil mencium pipi Sinta.


"Iya sayang.."Jawab Sinta sambil memencet lembut hidung Nelam.

__ADS_1


"Pah.."Ucap Nelam langsung memeluk Antasari begitu erat, mencurahkan kerinduan nya.


"Istirahat ya sayang.."Ucap Antasari membalas pelukan Nelam sambil mencium kening Nelam.


"Papah juga ya.."Ucap Nelam sambil mencium pipi Antasari.


"Mas aku ke kamar.."Ucap Nelam sambil tersenyum dan mengangguk.


"Sama mamah dan papah kamu peluk dan cium,kenapa kakak cuma di kasi senyuman..!!!"Ucap Bima yang pura-pura merajuk.


"Bima..!!!"Ucap Sinta sambil mencubit pinggang Bima.


"Aduh..mamah.."Bima meringis kesakitan.


"Kamu dari tadi menggoda Nelam terus !!"Ucap Sinta yang pura-pura melotot ke arah Bima.


"Sudah sayang kamu istirahat sana., jangan dengarkan kakak mu ini.."Sinta berkata sambil mendorong pelan tubuh Nelam untuk segera menuju kamarnya.


Nelam mengganguk dan tersenyum.


"Kenapa malam ini aku seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta sie?tidak..tidak Nelam dia itu kakak kamu..''Ucap Nelam dalam hati..sambil menggelengkan kepalanya dengan melangkah menuju kamarnya.


"Mah..papah mau bicara sebentar dengan Bima.."Ucap Antasari sambil merangkul pundak istrinya.


"Tapi ini sudah malam pah.."Jawab Sinta protes sambil menatap suaminya.


"Hanya sebentar Sayang.."Ucap Antasari lembut sambil mengelus pipi istrinya ,yang membuat Sinta tersipu malu.


Bima bedehem.


"Jadi ada yang mau di omongin ga pah? kalau kalian mau bermesraan pindah di kamar sana..""Jawab Bima yang langsung merebahkan dirinya di sofa ruang tamu.


"Bima..!!!"Teriak Sinta dengan mata melotot ke arah Bima.


"Apa sie mah.. malam-malam masih teriak saja,lagian Bima masih bisa denger. kali!!"Jawab Bima acuh sambil memainkan ponselnya.


"Kamu itu.."Sinta tidak melanjutkan ucapannya karena di potong Antasari.


"Sudah malam jangan berdebat lagi"Ucap Antasari tegas.


"Ya sudah, mamah ke kamar duluan , nanti papah menyusui.,Ucap Antasari lagi sambil mengecup kening istrinya.


Sinta pun mengangguk, tersenyum dan langsung melangkahkan kaki nya naik ke lantai atas di mana kamar mereka berada.,tanpa pamit kepada Bima.


Hati Sinta masih kesal dengan kelakuan Bima.


Sementara Bima masih sibuk memainkan ponselnya.


Antasari pun duduk berhadapan dengan Bima.


"Bim.. seperti nya perempuan di parkiran itu benar-benar Aluna."Ucap Antasari dengan menatap Bima.


Bima langsung menghentikan kegiatannya memainkan ponsel.


"Iya Bima pikir itu memang benar Aluna,..tapi siapa lelaki setengah baya itu?''Jawab Bima Sambil mengerutkan kening nya.


"Papah akan menyuruh Beni untuk menyelidiki nya.."Ucap Antasari sambil menghela napas dan menatap Bima tajam.


"Iya Bima juga akan menyuruh Bayu untuk menyelidiki nya.."Ucap Bima membalas tatapan Antasari.


"Ya sudah,,kamu istirahat,papah lelah mau ke kamar dulu.."Ucap Antasari sambil menepuk-nepuk pelan pundak Bima.


"Iya pah , Bima juga mau istirahat.


Mereka pun menuju kamar masing-masing.


***********************


Maaf baru bisa Up di tengah malam.


Masih penasaran Khan dengan lelaki yang bersama Aluna


Ikuti terus cerita nya..masih banyak fakta yang belum terungkap


Jangan lupa Vote..like dan komen

__ADS_1


Selamat malam


Selamat beristirahat.


__ADS_2