Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Perubahan sikap Bima


__ADS_3

Bab 45


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Bima, Nelam dan Bayu sampai di sebuah resto,, letaknya tidak jauh dari Rumah Sakit.


mereka memilih duduk di lesehan ,,Bayu langsung mengambil posisi duduk di samping Nelam.


Bima langsung melotot ke arah Bayu tapi Bayu membalas nya dengan senyum kemenangan.


"Kamu mau pesan apa Nelam??"Tanya Bayu lembut sambil menyodorkan buku menu kepada Nelam.


Nelam pun mengambil buku menu itu.


"Aku pesan nasi sama sop iga saja mas.."Ucap Nelam.


"Oke,,minum nya apa Nelam ??"Tanya Bayu lagi sambil memandang kagum wajah Nelam dari samping tanpa berkedip.


"Sempurna dan indah nya ciptaan Mu.."Ucap Bayu dalam hati masih dengan tatapan kagum nya pada Nelam,,Bayu pun menyunggingkan senyum nya.


Bima yang memperhatikan Bayu,, hatinya menjadi panas,,hari ini ingin rasanya dia mencungkil mata Bayu dan membuangnya ke laut.


Bima mengambil beberapa lembar tisu dan menjadikan nya bulatan seperti bola dan langsung melempar nya ke arah Bayu.


"Aduh.."Teriak Bayu kaget.


"Apa-apaan sie Lo Bim???"Tanya Bayu melotot ke arah Bima.


"Lo yang apa-apaan ,, ngapain tuh mata?mau di congkel??!!"Tanya Bima dengan mata berkilat marah.


"Sadis banget sie lo!!!"Jawab Bayu ketus.


Nelam yang sedang melihat menu minuman pun menatap ke arah Bima dan Bayu.


"Kalian mau makan atau mau ribut??!!"Tanya Nelam dengan menatap mereka bergantian.


"Kalau kalian ribut terus..biar aku makan sama papah saja di Rumah Sakit..!!!"Ucap Nelam kesal.


Ketika Nelam akan beranjak dari tempat duduknya.


"Jangan pergi Nelam.."Ucap Bima dan Bayu bersamaan,,,mereka sama-sama menahan lengan Nelam.


Nelam pun melotot ke arah mereka berdua.


"Maaf.."Jawab mereka bersamaan lagi sambil melepaskan tangan mereka dari lengan Nelam.


Nelam mendesah kesal.


"Pokoknya kalau kalian ribut lagi,,lebih baik aku sama papah di Rumah Sakit dari pada sama kalian..!!"Ucap Nelam ketus sambil kembali duduk.


"Maafkan kami Nelam.."Ucap Bayu tersenyum.


"Oh iya,,jadi kamu mau minum apa??"Tanya Bayu.

__ADS_1


"Es timun sama air mineral mas.."Ucap Nelam sambil matanya melirik Bima yang bersikap acuh.


"Seharusnya mas Bima yang meminta maaf dan menawarkan menu untuk ku""Ucap Nelam dalam hati dengan perasaan sedih.


"Oke..."Ucap Bayu sambil memanggil pramusaji ,,tanpa bertanya pada Bima.


Bima yang terlihat kesal dengan Bayu,, tiba-tiba merasakan ada sentuhan lembut di lengan nya.


Saat dia melihat ke tangannya, ,itu adalah tangan Nelam,,Bima mengarahkan tatapan nya ke wajah Nelam., terlihat senyum lembut Nelam yang mampu mendinginkan hati Bima.


Tapi Bima tidak membalas senyum Nelam,,dia langsung membuang pandangannya ke arah pramusaji yang datang ke meja mereka,Nelam pun melepaskan tangan nya sambil menunduk sedih.


"Saya pesan ayam bakar nasi sambel korek 1,,jus mangga 1 dan air mineral 1.."Ucap Bima tanpa melihat ke arah Nelam dan Bayu.


Nelam dan Bayu menatap Bima,,tapi Bima dengan cuek mengeluarkan ponselnya ,,dan mulai sibuk dengan benda pipih nya itu.


Hati Nelam terasa sesak sekali.


"Kenapa mas Bima cuek seperti ini.."Batin Nelam sambil tertunduk sedih.


"Sop iga nasi 2,es timun 2 dan air mineral 2.."Ucap Bayu yang menyamakan pesanan nya dengan pesanan Nelam.


Bima yang mendengar pesanan Bayu sama dengan Nelam,, langsung menatap Nelam dan Bayu bergantian dengan tatapan tajam,, kebetulan posisi duduk Bima berada di depan mereka.


Bayu tersenyum senang melihat sahabatnya tersulut emosi ,, sedangkan Nelam hatinya merasakan perih sekali melihat tatapan tajam Bima ke arah nya.


Hampir 15 menit mereka bertiga terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.,, Sampai akhirnya menu makanan mereka datang.


Mereka bertiga makan dalam diam,,Bayu juga tidak mau berkata-kata lagi yang menyulut emosi Bima,, karena dia melihat Nelam yang terlihat sedih dengan perlakuan Bima.


"Tapi aku juga ingin menjaga mamah mas.."Ucap Nelam sambil memegang lengan Bima.


"Besok pagi kamu bisa datang lagi untuk menjemput mamah di Rumah Sakit..Antar kan Nelam pulang Bay!!!"Ucap Bima sambil melepaskan tangan Nelam dan meninggalkan mereka tanpa menoleh sedikit pun ke arah Nelam.


"Mas Bima...!!""Panggil Nelam dengan mata berkaca-kaca.


"Bima benar Nelam..,kamu lebih baik pulang istirahat.,ayo aku antar.."Ucap Bayu mengajak Nelam berdiri.


Dengan sedih dan berat hati Nelam pun mengikuti langkah Bayu,, dengan hati penuh sesak.


"Aku tahu kamu mencintai Bima,,tapi dia kakak mu Nelam,,kalian sedarah.."Ucap Bayu saat mengendarai mobilnya,,melaju membelah jalan raya,Bayu melirik Nelam yang sedang melamun dari ekor matanya.


"Iya mas,,tapi aku sedih kenapa sikap mas Bima berubah.."Jawab Nelam dengan tatapan kosong.


"Seharusnya mas Bima bahagia,kalau kami adik kakak.."Ucap Nelam dalam hati.


"Mungkin untuk menutupi kesedihan dan perasaan nya padamu Nelam.."Ucap Bayu sambil melirik Nelam kembali.


Nelam mengerutkan keningnya,dia pun menoleh ke arah Bayu dan menatap nya.


"Maksud mas Bayu..??Tanya Nelam.


"Aku tahu kalau Bima sangat mencintai mu,mungkin dengan dekat dan menyayangi mu,itu akan membuat perasaan nya tersiksa..,karena status kalian."Ucap Bayu sambil menepikan mobilnya dan menatap Nelam dengan penuh cinta.

__ADS_1


Bayu belum mengetahui kenyataan kalau Bima dan Nelam bukan adik kakak.


"Tapi kami...."Ucap Nelam sambil menutup mulut,,,tidak jadi melanjutkan kata-katanya.


"Tapi apa Nelam???"Tanya Bayu penasaran tapi dengan suara penuh kelembutan,,mata Bayu terus menatap wajah Nelam.


"Ga pa pa ko mas.,mungkin yang di katakan mas Bayu benar.."Jawab Nelam yang berusaha menahan air matanya.


"Sudah malam.,aku juga sudah lelah mas.."Ucap Nelam lagi sambil tersenyum memberi kode kalau Bayu harus segera melajukan mobilnya.


"Tuh Khan kamu lelah..,tadi ngotot ingin di Rumah Sakit.."Ucap Bayu sambil tersenyum.


"Iya mas hari ini terasa melelahkan,,"Jawab Nelam sambil membuang pandangannya ke luar jendela mobil.


"Besok aku jemput ke Rumah Sakit ya.."Ucap Bayu sebelum melajukan mobilnya.


"Kita berangkat bareng ke Rumah Sakit.."Ucap Bayu lagi mulai melajukan mobilnya.


"Iya mas.."Ucap Nelam pelan.


Entahlah Nelam merasa hatinya hampa,, padahal kenyataan ini seharusnya membuat Nelam dan Bima bahagia.


Nelam juga tidak mengerti kenapa sikap Bima berubah ,, padahal waktu di taman Bima terlihat bahagia sekali.


***********************************


Di Rumah Sakit.


Bima melangkah gontai di lorong Rumah Sakit,, hatinya terasa dan sakit.


Bima pun menghempaskan pantatnya di kursi yang ada di lorong itu.


Merebahkan kepalanya di sandaran kursi sambil memejamkan matanya.


"Nelam,,aku sangat mencintaimu,,aku takut kehilangan mu,, tapi aku lebih takut kamu akan membenciku.."Bima berkata dalam hati.


Bima sedikit berteriak sambil meremas rambutnya frustasi.


Seandainya bukan di Rumah Sakit mungkin dia sudah berteriak sekencang-kencangnya.


"Lebih baik aku bersikap dingin pada Nelam ,,dari pada setiap melihat Nelam aku harus mengingat dua kejadian tragis itu.."Bima berkata lagi dalam hati.


Bima menunduk dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya ,,dan dia mulai terisak , punggung nya tampak bergetar,, tiba-tiba Bima merasakan sebuah tangan menyentuh pundak nya.


*****************************


Tangan siapakah yang menyentuh Bima???


Bagaimana kelanjutan hubungan Bima dan Nelam yang pada kenyataannya mereka bukanlah saudara sedarah..?


Cus yuk ke bab selanjutnya.


Jangan lupa dukungannya buat novel ini

__ADS_1


Vote..Like dan komen jangan lupa.


Terimakasih.


__ADS_2