Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Ancaman Aluna


__ADS_3

Bab 46


"..Darah Daging Yang Di Benci.."


Bima merasakan sebuah tangan menyentuh pundaknya lembut,,Bima tersentak dan langsung menghapus air matanya saat dia masih menunduk,,dia tidak mau ada yang melihat nya dalam keadaan rapuh seperti ini.


Saat Bima sudah menenangkan hati dan sudah bisa menguasai dirinya ,,Bima langsung menengadahkan wajahnya.


Tampak wajah wanita yang putih bersih ,rambut sebahu berwarna pirang sedang tersenyum manis ke arah nya,, perempuan yang pernah menemani hari-hari nya selama 5 tahun.


"Aluna..,"Ucap Bima dengan mata menyipit ke arah Aluna.


"Ya Dewa ini aku..,."Jawab Aluna tersenyum dan langsung duduk disebelah Bima,,Aluna tidak melepaskan tangan nya dari bahu Bima.


"Kamu ngapain malam-malam kesini..?"Ucap Bima membuang pandangan matanya dari Aluna dan memandang lurus ke depan.


"Aku mendengar kabar kalau Tante Sinta sedang di rawat di Rumah Sakit Wa.."Jawab Aluna sambil mengelus lembut pundak Bima.


Bima pun tersentak.


"Dari mana kamu tahu kalau mamah aku sedang di rawat..???"Tanya Bima heran sambil menatap tajam ke arah Aluna.


Aluna tampak gugup.


"A..aku tau dari.."Sebelum Aluna melanjutkan ucapannya Bima sudah memotongnya.


"Pasti kamu tahu dari Dokter itu Khan..???"Tanya Bima penuh selidik dengan penuh intimidasi ke arah Aluna.


"Punya hubungan apa kamu sama Dokter itu???"Tanya Bima lagi dengan mata mulai berkilat marah.


"K..kami kenal di London Wa.."Jawab Aluna sambil menggigit bibir bawahnya.


"Sejak kapan????"Tanya Bima sambil melepaskan tangan Aluna dari pundaknya.


"Dari kecil Wa.."Ucap Aluna memberanikan diri menatap wajah Bima.


"Dari kecil????Apa maksud mu??!!"Tanya Bima semakin penasaran dan penuh penekanan.


"Dulu kamu bilang,kamu adalah anak yatim piatu!!?? Ucap Bima sedikit berteriak di dekat wajah Aluna.


Aluna pun memejamkan matanya,,takut untuk menatap wajah Aluna.


"Jawab Aluna..!!!"Ucap Bima dengan suara semakin meninggi sambil mencengkram kencang lengan Aluna


Untung koridor itu sepi dan hari sudah malam,, sehingga tidak ada orang yang melewatinya ,dan Bima memang sengaja memilih koridor yang sepi,,karena tujuan nya untuk menenangkan diri,,tapi ternyata Aluna datang dan membuat hatinya semakin kesal.


"Ah..sakit Wa..,aku akan menceritakan nya tapi lepaskan cengkeraman mu.."Ucap Aluna sambil meringis kesakitan.


Bima pun melepaskan cengkraman nya dengan kasar dan masih menatap tajam Aluna.


"Kamu sekarang kasar sekali Wa.."Ucap Aluna sambil mengelus tangan nya yang bekas cengkeraman Bima.


"Cepat jelaskan padaku..!!!"Ucap Bima masih menatap tajam Aluna.

__ADS_1


"Aku memang anak yatim piatu Wa,ibu ku meninggal saat usia ku 10 tahun,,sedangkan aku tidak pernah tahu siapa ayah kandung ku,,yang aku tahu ayahku adalah Dokter Malik.."Jawab Aluna dengan mata berkaca-kaca.


Bima terkejut.


"Maksud mu Dokter Malik adalah ayah angkat mu???"Ucap Bima yang merasa banyak rahasia yang di sembunyikan Aluna.


Aluna hanya mengangguk,, dengan air mata sudah mulai mengalir dari kedua sudut matanya dan langsung mengalir membasahi pipinya.


"Berarti kamu tahu semua rahasia besar Dokter Malik??Tanya Bima yang wajahnya semakin dekat dengan Aluna.


"Kamu bekerjasama dengan Dokter itu menghancurkan keluarga ku????!!"Tanya Bima lagi sambil mencengkram wajah Aluna.


"Wa,,,kamu menyakiti aku lagi..!!"Ucap Aluna sambil menangis.


"Kamu mendekati ku,, karena di suruh Dokter si**an itu???!"Ucap Bima lagi dengan suara tinggi dan masih mencengkram wajah Aluna.


"T..tidak Wa,, Dokter Malik tidak pernah menyuruh ku,,aku benar-benar mencintai mu Wa,,aku juga baru tahu kalau Dokter Malik ayahmu,,saat dia masuk penjara..!!"Jawab Aluna masih dengan menangis dan meringis kesakitan.


"Benar kata mamahku dan Bayu kalau kamu wanita ular..!!!"Ucap Bima dengan mata penuh kilatan kemarahan sambil melepaskan kasar cengkraman nya dari wajah Aluna.


"Dewa aku benar-benar mencintai mu.."Ucap Aluna semakin menangis sambil memegang tangan Bima yang akan melangkah pergi meninggalkan nya.


"Dengar Aluna jangan pernah temui aku lagi,,aku sudah tidak ingin melihat dan berurusan dengan mu lagi..!!!"Ucap Bima sambil menepis kasar tangan Aluna dari tangan nya .


Saat Bima melangkah kan kaki nya...


"Aku tahu apa yang sudah kamu lakukan pada Nelam.."!!"Ucap Aluna sedikit berteriak.


Seketika Bima menghentikan langkahnya ,,dia langsung membalikkan badannya dan mendekati Aluna.


"Aku tahu Wa,,kalau kamu yang telah memperkosa Nelam dan membuat nya hamil.."Ucap Nelam dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Dan aku juga tahu,,kalau kamu yang telah menabrak anak nya Nelam yaitu anak mu sendiri..""Ucap Aluna masih sambil tersenyum bahagia melihat wajah Bima yang tampak mulai pucat.


"Dari mana kamu tahu???!!"Tanya Bima dengan suara tinggi sambil mencengkram Aluna lebih kuat.


"Lepaskan Bima,,aku bisa melaporkan mu ke polisi karena tindakan kekerasan dan kejahatan yang pernah kamu lakukan 7 tahun yang lalu.."Ucap Aluna dengan menyeringai licik.


Bayu pun langsung melepaskan cengkraman nya dan menghempaskan tubuh Aluna kasar,,sehingga membuat tubuh Aluna terduduk kembali di kursi.


Aluna tersenyum licik sambil menghapus air matanya.


"Apa mau mu sekarang.."Ucap Bima dengan tatapan membunuh nya.


"Aku tidak akan minta macam-macam Dewa,,"Ucap Aluna sambil bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Bima kemudian mengelus lembut dada Bima.


"Aku hanya ingin bersama mu Dewa,,jangan pernah tinggalkan aku.."Ucap Aluna lagi sambil memeluk tubuh Aluna.


"Kamu benar-benar wanita licik..!!!"Ucap Bima sambil melepaskan kasar pelukan Aluna dari tubuhnya.


"Terserah kamu mau bilang aku wanita licik atau tidak,,yang jelas aku sangat mencintaimu Wa.."Ucap Aluna masih dengan senyum liciknya.


"Tapi semua terserah kamu Wa,, pilihan ada di tangan mu...""Ucap Aluna sambil memegang tangan Bima dan bersandar di pundak nya.

__ADS_1


"Ayolah Dewa sayang ,,kita pernah bersama selama lima tahun dan itu bukan waktu yang sebentar ,,, banyak cerita indah kita bersama Wa.."Ucap Aluna lagi yang semakin erat memegang tangan Bima.


"Lima tahun kita menjalin hubungan ,,banyak kehidupan mu yang aku tidak tahu dan kamu juga banyak menyimpan rahasia..!!!"Ucap Bima melepaskan kembali tangan Aluna dari tangan nya.


Bima menatap tajam ke arah Aluna.


"Perasaan ku kepadamu juga sudah berubah Aluna.."Ucap Bima lagi mencoba meyakinkan Aluna.


"Apa kamu tidak kasihan pada diri mu,, mengemis cinta pada laki-laki yang sudah tidak mencintai mu bahkan mencintai orang lain?????!!!".Tanya Bima sambil memegang pundak Aluna.


"Wa,,kamu bisa belajar lagi untuk mencintai ku seperti dulu,,".Ucap Aluna sambil memegang kembali tangan Bima yang berada di pundak nya.


"Apa lagi cinta itu pernah hadir di antara kita.."Ucap Aluna mencoba meyakinkan Bima.


Bima menarik napas panjang kemudian membuangnya kasar.


Bima melepaskan tangannya dari pundak Aluna.


"Berikan aku waktu untuk berpikir.."Ucap Bima sambil membelakangi Aluna.


"Ya Allah,, kenapa semua jadi rumit begini.."Bima berkata dalam hati,, sambil mengusap kasar wajahnya.


"Baiklah aku akan memberikan mu waktu sayang.."Ucap Aluna yang memeluk Bima dari belakang dan menyadarkan tubuhnya di punggung Bima.


"Aku harap kamu tidak akan salah dan menyesal dalam mengambil keputusan..""Ucap Aluna lagi sambil berbisik lembut di belakang telinga Bima


"Pulanglah hari sudah semakin malam.."Ucap Bima melepaskan tangan Aluna dari tubuhnya dan membalikkan tubuhnya ke menghadap Aluna.


"Maaf aku tidak bisa mengantar mu,,"Ucap Bima lagi dengan tatapan malas ke Aluna.


"Oke,,aku pulang sekarang,,tapi besok aku akan kembali lagi ke sini untuk meminta jawaban mu.."Ucap Aluna tersenyum penuh kemenangan.


Bima hanya mengangguk sambil menarik napas dalam-dalam.


"Aku pulang dulu sayang..sampai bertemu besok"Ucap Aluna tersenyum sambil mencium pipi Bima.


Aluna pun melangkah kan kaki nya meninggalkan Bima dengan hati yang sangat bahagia,, karena dia yakin kalau kali ini rencananya menjadi istri seorang Bima Mahadewa akan berhasil.


Sesaat Bima hanya berdiri mematung..


"Kenapa semua menjadi rumit seperti ini??aku harus segera mengambil sikap.."Gumam Bima sambil melangkah kan kakinya meninggalkan lorong Rumah Sakit.


**********************************


Wah bagaimana nie? kalian setuju ga kalau Bima balikan sama Aluna????


Tulis komen di bawah ya....


Jangan lupa ikuti terus cerita selanjutnya.


Minta selalu Vote..like dan dukungannya.


Selamat hari Minggu.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2