Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Kehamilan Nelam


__ADS_3

Bab 94


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Nelam kehilangan keseimbangan,,semua terasa berputar-putar,,mata nya berkunang-kunang dan semua terasa gelap.


"Sayang...!!"Ucap Bima sedikit berteriak saat melihat tubuh Nelam yang akan ambruk,, dengan cepat Bima langsung memeluk tubuh Nelam.


Semua orang panik melihat Nelam pingsan.


"Lebih baik kita bawa Nelam ke klinik dekat sini saja.."Ucap salah satu warga.


"Bima mengangguk dan segera membawa tubuh Nelam ke dalam mobil untuk di bawa ke klinik terdekat di kampung itu.


Sinta dan Antasari ikut di mobil Bima,,Sinta memangku tubuh Nelam di kursi belakang,, sedangkan Antasari duduk di samping Bima yang sedang menyetir.


"Mungkin Nelam kecapean Bim.."Ucap Sinta sambil mengelus kepala Nelam.


"Mungkin mah,,tapi akhir-akhir ini Nelam lebih sensitif,, sebentar-sebentar menangis.."Ucap Bima yang fokus menyetir.


"Apa Nelam sering merasakan mual atau muntah Bim...??Ucap Nelam menatap Bima yang sedang menyetir.


Bima mengerutkan keningnya mencoba mengingat.


"Setahu Bima sie tidak pernah mah,,tapi sepertinya nafsu makan Nelam bertambah,,dan Nelam beberapa kali minta di belikan rujak dan asinan,,dan dia lagi senang banget makanan pedas..."Ucap Bima sambil sesekali melirik mamah nya dari kaca depan kursi setir nya.


Sinta hanya manggut-manggut sambil tersenyum,, menatap dan membelai wajah Nelam.


Bima dan Antasari saling lirik,, mereka berdua hanya mengangkat bahu sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Sinta.


hanya 10 menit mereka sampai di klinik,,Bima langsung menggendong tubuh Nelam memasuki klinik.


Dokter segera melakukan pemeriksaan pada Nelam.,,15 menit Dokter memeriksa Nelam.


Kemudian keluar sambil tersenyum menemui Bima,, Antasari dan Sinta.


"Selamat ya pak,,bu,,ibu Nelam sekarang sedang mengandung dan usia kehamilan nya sudah berjalan 5 Minggu.."Ucap Dokter sambil tersenyum.


"Apa..!!"Teriak Bima.


"Alhamdulillah,.."Ucap Sinta dan Antasari bersamaan dengan penuh kebahagiaan.


"Apa-apaan sie kamu Bim??,,ada kabar bahagia ko malah teriak-teriak...!!"Ucap Sinta sambil melotot ke arah Bima.


"Bu..bukan gitu mah.."Ucap Bima gugup.


"Sudah jangan ribut,, bagaimana keadaan anak saya Dok..??"Ucap Antasari.


"Bu Nelam hanya kecapean saja,, kalau saya lihat keadaan bu Nelam dan bayi nya sehat-sehat saja.."Ucap sang Dokter ramah.


"Untuk memastikan nya,,bapak dan ibu bisa membawa ibu Nelam langsung ke Dokter obgyn..."Ucap Dokter lagi.


"Baik Dok,,kami akan segera membawa anak kami ke Dokter obgyn.."Ucap Antasari.

__ADS_1


"Apa istri saya sudah boleh di temui Dok..??"Ucap Bima yang seperti mimpi mengetahui kehamilan Nelam.


"Ya pak,, silahkan seperti nya bu Nelam juga sudah sadar.."Dokter berkata sambil tersenyum melihat Bima seperti orang bingung.


"Terimakasih Dok.."Jawab Bima sambil bangkit dari duduknya dan masuk ke ruangan Nelam di periksa.


Antasari dan Sinta menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Bima.


"Kalau begitu terimakasih banyak Dok,,kami akan menemui Puteri kami.."Ucap Antasari sambil berdiri dan menjabat tangan Dokter di ikuti oleh Sinta.


"Sama-sama pak,, semoga sehat selalu untuk bu Nelam dan calon bayi nya.."Ucap Dokter tersenyum sambil membalas uluran tangan Antasari dan Sinta.


Antasari dan Sinta mengangguk dan segera menyusul Bima menemui Nelam.


Tampak Nelam sudah sadar dan memberikan minum untuk nya.


"Sayang,, selamat ya.."Ucap Sinta langsung memeluk Nelam.


"Untuk apa mah..??"Tanya Nelam bingung.


"Lho memang nya suami mu belum memberitahu mu..??"Ucap Sinta menatap tajam ke arah Bima.


"Nelam baru sadar mah..."Ucap Bima sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu tidak senang atas kehamilan istri mu..???!!"Ucap Sinta sewot.


Baru Bima akan menjawab tapi sudah di potong oleh Nelam.


"Apa mah...???Nelam hamil..??"Tanya Nelam kaget.


Sedangkan Sinta masih menatap kesal putera nya.


"Alhamdulillaah mas,, terimakasih ya Allah.."Ucap Nelam menggenggam tangan Bima dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi kenapa istri nya tidak muntah atau mual ya Dok.."Ucap Bima saat melihat Dokter masuk ke ruangan mereka.


"Tidak semua ibu hamil itu mengalami mual dan muntah pak,,kadang ada beberapa ibu hamil yang lebih merasakan sensitif bahkan cenderung menjadi temperamental atau mudah tersinggung bahkan menjadi cengeng..."Ucap Dokter dengan tersenyum.


"Pantas saja kamu akhir-akhir ini sering tiba-tiba sedih bahkan sampai menangis sayang.."Ucap Bima menatap nanar wajah Nelam.


"Maafkan aku sayang,, sebagai suami aku tidak peka.."Ucap Bima lagi sambil menggenggam dan mencium tangan Nelam.


"Mulai sekarang kamu harus banyak belajar Bim,,apa lagi istri mu sedang hamil muda.."Ucap Sinta menatap sinis Bima.


"Iya mah.."Ucap Bima sambil menghela napas.


"Sebenarnya yang anak kandung itu aku atau kamu sie..??Tanya Bima pelan kepada Nelam.


Nelam yang mendengar itu tertawa kecil,,sambil mengelus lengan Bima.


"Ya sudah,, sebaiknya sekarang kita makan siang dulu,, setelah itu baru kita ke rumah sakit bertemu dengan Dokter Obgyn.


Bima,, Nelam dan Sinta pun mengangguk,,Bima membantu Nelam berdiri dan membawa nya ke dalam mobil.

__ADS_1


"Biar papah saja yang nyetir Bim,,kamu di belakang saja temani Nelam.."Ucap Antasari sambil meminta kunci pada Bima.


"Iya pah.."Ucap Bima memberikan kunci pada Antasari.


Mereka pun melajukan mobilnya menuju salah satu resto terdekat,, karena jam makan siang sudah hampir lewat dan perut mereka harus segera di isi,,apa lagi Nelam yang sedang berbadan dua.


Setelah mengisi perut,, mereka pun langsung menuju rumah sakit langganan mereka,,dimana mereka menjadi member VIP di sana,, karena saham keluarga Mahadewa di rumah sakit itu hampir 50%.


Tidak heran jika dengan mudah nya Antasari meminta salah satu Dokter Obgyn yang ahli dan recommended segera menjadi Dokter pribadi Puteri nya Nelam.


Seperti hari ini Dokter Obgyn yang paling terkenal di rumah sakit itu sudah datang lebih dulu menunggu kedatangan keluarga Mahadewa.


Keluarga Mahadewa pun sampai di rumah sakit langsung menuju ruangan Dokter Obgyn yang terkenal bernama Dokter Andri


Setelah berbasa-basi dengan Dokter Ardi,,Nelam pun melakukan pemeriksaan.


"Kandungan bu Nelam sudah memasuki usia 5 minggu,,coba bapak dan ibu lihat,,ini adalah calon si jabang bayi nya.."Sambil menunjuk ke arah monitor yang sedang di perhatikan oleh ke empat keluarga Mahadewa.


Semua tersenyum bahagia dan terharu melihat ada makhluk yang sedang tumbuh di janin Nelam.


"Sejauh ini janin nya sehat dan baik,,hanya ibu nya jangan terlalu capek atau lelah apa lagi stress...."Ucap Dokter Andri.


"Ibu nya juga harus banyak makan,, terutama sayur dan buah..."Ucap Dokter Andri lagi.


"Siap Dok,,kalau soal itu tenang saja,,saya ini tipe suami siap siaga..."Ucap Bima sambil nyengir kuda pada Dokter Andri.


Semua menatap heran ke arah Bima,, seorang Bima Mahadewa yang terkenal dingin dan angkuh ternyata mempunyai sifat konyol juga.


Bima yang melihat tatapan di sekitar nya,, hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Nelam menahan tawa,, kemudian bergelayut manja di lengan Bima.


************


"Apa...???


"Nelam hamil.."


Tampak seorang laki-laki menahan amarahnya sampai gigi nya terdengar gemeretuk dan mengepal tangan nya penuh amarah,, setelah menutup telepon dari seseorang.


"Bima Mahadewa,,aku tidak akan membiarkan mu bahagia bersama Nelam..!!"Teriak laki-laki itu sambil melempar kencang pas bunga yang berada di meja ke tembok sehingga menjadi serpihan.


************


Reader bisa tebak Khan siapa sosok laki-laki itu??


Apakah Bima dan Nelam bisa melewati ujian yang akan menghampiri mereka..???


Ikuti terus ya ceritanya...


Dukungan,,Vote,,Like dan komen nya selalu author tunggu ya.


Terimakasih

__ADS_1


Salam sehat selalu ya.


__ADS_2