Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Panti Asuhan Nur Muhammad Yusuf


__ADS_3

Bab 93


"... Darah Daging Yang Di Benci..."


Hanya butuh waktu dua bulan panti asuhan yang di wakaf kan almarhumah bi Nur dan donatur dari keluarga Mahadewa tampak sudah berdiri kokoh,,begitu juga dengan musholla yang di renovasi menjadi masjid ,,juga terlihat sudah berdiri dengan kokoh tentu nya dengan penambahan lahan tanah dan bangunan dari keluarga Mahadewa.


Tidak butuh waktu lama untuk mendirikan panti asuhan dan renovasi musholla karena Antasari mengerahkan banyak anak buah nya yang sudah profesional.


Nelam sangat bahagia dan sangat berterimakasih kepada orang tua dan suami nya.


Panti asuhan di kelola oleh Nelam sendiri dengan di bantu oleh orang-orang yang di tunjuk nya untuk membantu nya di panti.


Bi Sumi di tunjuk Nelam untuk menjadi ibu panti,, karena usia bi Sumi yang sudah tidak muda lagi,, kasihan kalau dia harus terus di pekerjakan sebagai kepala pelayan,, Antasari dan Sinta pun menyetujui nya.


Sedangkan Bima memberikan kebebasan dan selalu mendukung keputusan istrinya,,Bagi nya kebahagiaan Nelam yang utama.


Hati Bima sudah bahagia dan lega karena dia sudah bisa menunaikan kewajiban nya sebagai suami untuk memberikan nafkah batin pada istri nya.


Bima sangat berterimakasih kepada Dokter Andre,, karena baru dua kali melakukan terapi hasilnya sudah memuaskan.


"Mas,, jangan lupa besok peresmian panti asuhan ya.."Ucap Nelam saat menaruh kopi di meja kerja Bima.


Dua bulan yang lalu mereka sudah kembali ke apartemen,, malam ini Bima sedang sibuk di ruang kerja nya.


Berlahan Nelam duduk di samping Bima sambil merangkul mesra pundak Bima.


"Tentu dong sayang,, momen penting seperti ini pasti aku datang..."Ucap Bima menghentikan tangannya yang sedang berselancar di laptop.


Kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Nelam,,dan langsung menarik tubuh istrinya untuk duduk di pangkuan nya.


"Kamu bahagia sayang..??"Ucap Bima sambil menatap mesra wajah istrinya.


"Iya mas aku bahagia sekali,, kamu,, papah dan mamah sudah mewujudkan impian bi Nur..."Ucap Nelam tersenyum bahagia sambil mengalungkan tangannya di leher Bima.


"Lakukan apa yang membuat mu bahagia sayang,,apa lagi jika sesuatu itu bisa bermanfaat buat mu,,kami semua mendukung mu.."Ucap Bima lembut sambil menyingkirkan sedikit rambut yang menutupi kening istrinya.


"Di minum kopi nya mas,,nanti dingin.."Bisik Nelam lembut di telinga Bima..


Bima tersenyum,, Nelam pun mengambil secangkir kopi yang di buat nya dan memberikan nya kepada Bima.


Sebelum menyesap kopi,,Bima mencium dulu aroma khas kopi yang keluar dari kopi buatan istrinya.


"Harum nya..."Ucap Bima sambil menyesap kopi nya.

__ADS_1


"Wah kalau kamu buka cofe shop pasti ramai sayang..."Ucap Bima kembali menyesap kopi nya.


"Ah mas,,bisa aja,, jelas saja mas suka,,itu Khan buatan istri mas..."Ucap Nelam tersenyum malu.


"Aku tidak akan memuji kalau memang tidak enak,, walaupun buatan istri sendiri..."Ucap Bima sambil memegang cangkir kopi.


"Kalau kamu ga percaya,,tanya saja sama mamah,,dulu waktu mamah baru belajar masak,, masakan mamah itu hancur semua rasa nya.."Ucap Bima kembali menyesap kopi nya sampai tandas.


"Yang benar mas...??"Tanya Nelam sambil tertawa kecil.


Bima mengangguk.


"Dan kamu tahu ga,, setiap mamah masak aku yang di jadiin juri untuk menilai masakan mamah..."Ucap Bima menyerahkan cangkir kopi yang sudah kosong kepada Nelam.


Nelam pun meletakkan cangkir kopi yang sudah kosong ke meja kerja Bima.


"Kenapa bukan nya papah yang menilai masakan mamah nya..??"Tanya Nelam menatap wajah suaminya.


Bima menaikan kedua bahu nyam


"Papah itu terlalu cinta sama mamah sayang,,jadi apapun kekurangan mamah selalu di terima nya,,termasuk masakan.."Ucap Bima sambil menahan tawa saat mengingat bagaimana wajah papah nya sampai merah padam menahan rasa asin di telur ceplok buatan perdana mamah nya.


"Berarti kamu ga cinta sama aku mas.??.!!"Rajuk Nelam dengan wajah cemberut dan hendak berdiri di pangkuan Bima.


Bima yang sedang menahan tawa,, langsung berubah wajah nya,,dan langsung menarik tubuh Nelam ke pangkuan nya dan segera mengunci tubuh Nelam dalam pelukannya.


"Aku sebal sama kamu mas..!!"Ucap Nelam dengan suara agak keras dan mata berkaca-kaca.


"Kamu sebal kenapa sayang???"Kenapa jadi sedih begini???"Ucap Bima sambil menghapus air mata yang sudah keluar dari sudut matanya.


"Mas aku ingin di cintai dan di sayangi dengan tulus,, seperti papah yang sangat mencintai mamah...!!"Rajuk Nelam sambil menangis tersedu-sedu.


Bima menahan tawa.


"Ih kamu ko ketawa sie mas..??."Tanya Nelam dengan wajah cemberut.


"Habisnya kamu tuh lucu sayang.."Ucap Bima sambil tertawa kecil.


Nelam langsung memukul pelan dada Bima,,Bima pun segera mengambil tangan Nelam.


Mereka saling bertatapan,,Bima mengelus lembut wajah Nelam sambil mengusap air matanya.


Bima mendekatkan wajahnya,, kemudian bibir mereka bertemu,, terjadilah ciuman yang saling menuntut.

__ADS_1


"Kita pindah ke kamar sayang..."Bisik Bima lembut di telinga Nelam.


Nelam mengangguk pasrah,,Bima pun menggendong Nelam dengan cara bridal style,,membawa Nelam ke kamar mereka,, sedangkan Nelam menggantung kan tangannya di leher Bima.


Saat sampai di kamar,, mereka pun langsung melakukan ibadah suami istri.


**********


Keesokan hari nya,,Bima,, Nelam,, Antasari dan Sinta mereka sudah sampai di panti asuhan.


Di hadiri oleh beberapa kerabat,, sahabat,, pemuka agama yang di hormati di kampung itu,,bi Nur dan anak-anak yatim pun hadir.


Sebagai kepala Yayasan,Nelam pun di suruh untuk melakukan sambutan sekaligus pembukaan panti asuhan.


"Alhamdulillah,,akhirnya tepat hari ini kita sudah bias menempati panti asuhan ini,, terimakasih atas bantuan dari kalian semua.."Ucap Nelam sambil menatap sekeliling orang yang hadir hari ini.


"Saya akan menamakan panti asuhan ini dengan nama panti asuhan Nur Muhammad Yusuf.."Ucap Nelam dengan mata berkaca-kaca setelah menyebut nama pesantren yang di gabungkan nya dengan nama bibi dan putera.


"Dengan Bismillahirrahmanirrahim,, panti asuhan Nur Muhammad Yusuf hari ini resmi di buka.."Ucap Nelam dengan mengusap air matanya.


"Alhamdulillah.."Ucap semua orang yang hadir di situ.


Salah satu seorang ustadz yang merupakan salah satu tokoh agama di kampung itu pun memimpin doa penutup.


Acara pun di akhiri dengan acara makan-makan besar.


Tampak semua wajah penuh bahagia,, senyum kebahagiaan menghiasai semua orang yang hadir hari itu.


Setelah acara pembukaan panti asuhan selesai,,warga meminta Antasari dan Bima membuka peresmian dari Musholla Nurul Huda menjadi masjid Nurul Huda.


Akhirnya setelah acara panti asuhan selesai mereka menuju masjid,,acara pembukaan pun berjalan khidmat,,dan di tutupi juga dengan doa.


Tidak terasa waktu pun semakin senja.


Akhirnya Bima,, Nelam,, Antasari dan Sinta pamit pulang.


Saat mereka menuju mobil,, tiba-tiba Nelam merasakan mata nya berkunang-kunang, kepala nya sakit sekali,,dan semua menjadi gelap.


***********


Apa yang terjadi dengan Nelam???


Ikuti terus bab nya ya.

__ADS_1


Jangan lupa hadiah,, dukungan, vote, like dan komen


Terimakasih.


__ADS_2